“Kapan ya, kita bisa merdeka?” tanya Nabila, adik saya suatu kali.

“Lho bukannya kita udah merdeka, ya? Merdeka soal apa, nih?” timpal saya sembari mengernyitkan dahi. Dia lantas mengungkapkan kerisauannya akan sikap teman-temannya yang lebih doyan belanja barang impor ketimbang bikinan lokal saat ia menawarkan brand sepatu lokal miliknya. Menurut mereka barang-barang impor lebih baik kualitasnya.

“Kadang heran kenapa mereka rela bayar lebih mahal buat beli produk impor, ya?” lanjutnya.

Kegalauannya itu menyentil saya. Rasanya saya juga masih berada di tim yang lebih bangga ketika menggunakan produk bikinan luar negeri. Merasa naik kelas saat mengenakan barang-barang impor yang mereknya saja kadang susah dilafalkan. Apalagi kalau barang tersebut pernah dipakai artis A atau pernah dipakai selebgram B, wah berasa bangetlah kerennya. Hayo ngaku siapa yang pernah begini juga?

Keresahan Nabila bukan tanpa alasan. Pas saya browsing, ternyata memang bener ya produk impor menguasai pasar online hingga 94 persen, lho! WOW banget, kan? Yang bikin sedih, produk lokal di pasaran e-commerce penjualannya cuma berkisar 6-7 persen.

Bener juga kata Nabila. Kayaknya memang kita belum merdeka dari penjajahan belanja online produk impor! Hmmm …

Mengapa Harus Produk Lokal?

Kita sering berpikir bahwa barang impor otomatis kualitasnya lebih bagus ketimbang lokal. “Ah nggak juga! Sebenarnya produk lokal nggak kalah bagus kok,” sanggah Nabila.

Dia lantas menyodorkan produk sepatu lokal merek Alulla. Sepasang sepatu berwarna cokelat tua dengan aksen rumbai di atasnya menambah kesan eksotis dan unik. Sepatu berbahan kulit tersebut ternyata buatan pengrajin lokal dari Indonesia! Saya terkesan sebab garapannya nggak jauh beda dengan brand luar negeri. Pas saya coba pun nyaman saat dipakai. Apalagi harganya yang terjangkau. Duh, selama ini ke mana saja? Terlalu amazed sama produk impor malah lupa sama produk dalam negeri sendiri. Hiks!

Sepatu kulit produk lokal nggak kalah jauh lho kualitasnya sama produk luar!

Di balik sepatu kulit yang unik tersebut ada proses panjang yang melelahkan. Nabila yang memang handmade lover bercerita mulai dari bagaimana membuat desain sepatu yang oke, memilih bahan sepatu kulit yang berkualitas, mencari pengrajin lokal yang profesional, sampai mempromosikan kreasinya. Nggak jarang untuk membuat sepasang sepatu handmade waktu yang dibutuhkan cukup lama.

Proses mencari pengrajin ternyata nggak mudah lho

Udah sama-sama handmade, kualitas nggak kalah, masak masih juga pilih produk impor cuma gara-gara menang di merek doang? Merek lokal perlu juga dong kita dukung. Membeli produk lokal otomatis mendukung perekonomian nasional, bukan?

Kalau dari yang saya baca, kata Pak Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, industri kecil dan menengah (IKM) terbukti tangguh menghadapi tantangan dan krisis ekonomi. Selain itu IKM juga menyerap banyak tenaga kerja dan mampu mendistribusikan hasil-hasil pembangunan di Indonesia sehingga mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial di masyarakat kita sendiri.

Dalam pemilihan bahan sepatu kulit handmade juga harus selektif. Tidak asal.

See, membeli produk lokal ternyata nggak hanya berdampak pada konsumen tetapi juga perekonomian negara. Dengan begitu kita mendukung gerakan #MerdekaProdukIndonesia.

“Eh tapi ada satu hal lagi yang bikin aku galau, deh! Masih banyak yang belum tahu soal produk-produk lokal berkualitas ini. Termasuk produk sepatu lokal aku. Gimana ya?” keluh Nabila.

Hmmm…berarti soal promosi branding merek lokal ini sepertinya masih menjadi PR nih. Iseng-iseng saya browsing di internet dengan kata kunci produk handmade Indonesia. Dan… muncul situs Qlapa.com.

Apa Itu Qlapa?

Saat menjelajahi situs ini saya langsung nyeletuk “wih keren juga ini web!” Rasanya masih jarang ada sebuah situs yang menjual produk handamade lokal dengan beragam pilihan. Semacam one stop shopping, di Qlapa semua ada lho! Mulai dari kemeja batik, tenun, tas dan sepatu kulit, dompet, perhiasan, dekorasi rumah, bahkan produk perawatan dan kecantikan. Ribuan produk itu semuanya dari pengrajin lokal seluruh Indonesia.

Tampilan situs Qlapa di Hari Kemerdekaan. Ada banyak pilihan produk handmade, lho!

Yang bikin kesengsem barang-barangnya di sini tampak bagus-bagus dan keren! Salut nih sama tim Qlapa yang tidak asal dalam memilih produk-produk yang masuk. Jadinya kita nggak cuma gampang cari barang-barang yang menarik, tapi kualitasnya juga bagus karena dikurasi dengan baik oleh tim yang profesional.

Sistem pembeliannya pun gampang banget! Di Qlapa kita tinggal pilih aja produk yang diinginkan. Ada delapan kategori yakni produk untuk wanita, pria, anak, rumah & dekorasi, gadget & peralatan, kuliner, perawatan & kecantikan, serta perayaan & hadiah. Nggak perlu datang ke toko offline pengrajinnya, kita bisa langsung transfer pembayaran melalui credit card, transfer bank, atau Indomaret. Tinggal klak..klik..klak..klik dan duduk manis di rumah sembari menunggu pesanan datang.

Kalau ternyata transaksi batal sebelum produk dikirim gimana? Tenang aja, uang kita nantinya akan dikembalikan seratus persen. Tuh, simpel, aman, dan tidak perlu jauh-jauh belanja, kan?

Ada fitur filternya. Jadi kita bisa memilih produk sesuai spesifikasi yang diinginkan. Kece-kece, kan!

Bisa Jual Produk Kreasimu

Nggak hanya konsumen saja nih yang bisa menikmati kecanggihan Qlapa. Kalau kamu punya produk handmade yang menarik bisa banget jual produk kreasimu di sini!

Daftarin aja tokomu di Qlapa.com dengan mengisi data-data terkait tokomu. Nanti tim Qlapa akan menyeleksi produk yang didaftarkan sesuai dengan standar kualitas Qlapa.

Daftar buat berjualan di Qlapa gratis alias tidak dipungut biaya lho. Tim Qlapa cuma akan mengambil pembagian hasil penjualan sebesar 20 persen. Kalau tidak ada transaksi ya tidak ada pungutan biaya apa-apa.

Serunya jualan di sini, kamu bisa memperluas jaringan dengan sesama pengrajin produk handmade lokal dan mendapat prioritas utama untuk mengikuti program-program Qlapa. Wah, sudah nggak dipungut biaya eh dapet bonus edukasi dari tim Qlapa lagi. Canggih!

Sekarang saya jadi setuju sama tim di Qlapa yang bilang kurangnya dukungan dan konsumsi produk lokal bukan karena kurangnya kecintaan masyarakat terhadap produk lokal, tetapi disebabkan oleh kurangnya akses masyarakat akan produk lokal yang berkualitas dan menjawab kebutuhan pembeli. That’s why Qlapa memberikan solusi agar produk lokal Indonesia bisa berkembang baik skala nasional maupun internasional.

“Gampang ya ternyata berjualan di Qlapa. Mau coba ah daftar produk handmade sepatu ku di Qlapa!,” ujar Nabila menggebu-gebu saat saya ceritain soal kecanggihan Qlapa.

Jadi gimana kamu sudah dukung #MerdekaProdukIndonesia dari penjajahan belanja online?

Mulai sekarang mau lebih sering pakai produk lokal, ah.

 

*Sumber tambahan:

  1. Produk Impor Masih Kuasai Perdagangan di Online
  2. Mampukah Marketplace Indonesia Bendung Produk Impor?
  3. Perajin Sepatu Lokal Keluhkan Serbuan Produk Impor

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here