Dulu sebelum menikah saya bercita-cita punya banyak anak. Minimal kayak ibu saya lah, 4 atau 5 orang. Pas udah merasakan sendiri punya anak ohlalala seribet itu ternyata hahaha.

Sotoy banget mau punya anak banyak hanya karena mereka terlihat menggemaskan (saat masih kecil sih). Setelah Akmal lahir dengan segala kerempongan mengurus anak pertama, cita-cita punya anak banyak kok mulai samar-samar dan mulai mikir-mikir lagi hahaha.

Itulah kenapa ide untuk pasang KB muncul dan saya utarakan ke suami. Awalnya sih suami masih maju mundur mengingat banyak cerita nggak mengenakkan yang dia dengar soal KB. Nah, saya juga jadi keikutan deh. Alhasil setelah Akmal lahir ya nggak langsung KB. Masih antara takut, ragu tapi sebenarnya pengen juga.

Kenapa KB IUD?

Lalu setelah mendengar kabar beberapa teman sepantaran atau tetangga yang hamil lagi dalam jarak dekat, ada yang 1 tahun, bahkan 6 bulan kemudian hamil lagi!

Alamak saya jadi semacam menguatkan diri buat menyegerakan program KB!

Bukannya kufur sama rezeki dari Allah dan bukannya saya nggak pengen punya anak lagi, hanya saja ini sebagai upaya untuk memberi jeda usia anak agar lebih maksimal dalam membesarkan anak sebelumnya. Agar lebih siap dalam mendidik anak seutuhnya.

Sebab punya anak itu ya nggak hanya sekadar dikasih makan, tempat tinggal yang nyaman atau pakaian yang layak. Lebih dari itu punya anak ya juga harus dididik dengan baik dan ini tu persiapan dan belajarnya nggak bisa mendadak.

Mendidik itu nggak bisa mendadak bunda-bunda!

Setelah maju mundur mau program KB atau tidak, tepat di saat usia Akmal 10 bulan saya akhirnya memberanikan diri ke dokter kandungan buat konsultasi soal ini. Setelah dijelaskan segala efek samping, efektifitas dan cara kerja beberapa jenis alat kontrasepsi sepertiĀ suntik, minum pil KB atau IUD, akhirnya saya memutuskan pakai KB IUD saja.

Kenapa?

  1. Karena IUD efektifitasnya tinggi. Artinya ya minim terjadi kehamilan. Kalau ada yang hamil kemudian saat pasang IUD yaudah terima aja deh kuasa Allah itu ya hehe.
  2. Nggak ada efek samping hormonal. Kalau pil KB atau suntik kata dokternya sih bisa mempengaruhi hormon. Pengaruhnya ke berat badan, emosional atau beberapa efek samping seperti gampang jerawatan. Tapi balik lagi sih ya cocok-cocokkan hehehe.
  3. Nggak memengaruhi kualitas dan volume ASI.
  4. Nggak perlu minum obat-obatan lagi. Ini cocok banget buat saya yang males dan anti ribet haha. Kalau IUD sekali pasang bisa efektif dalan jangka waktu yang panjang. Dan saya pilih IUDĀ Nova T yang jangka panjangnya 5 tahun.

Sakit Nggak Pakai IUD ?

Menurut saya sih lebih sakit saat cek dalam mau persalinan atau mulas-mulas saat mau melahirkan. Ini masangnya cepet banget kok. Nggak sampe lima menit!

“Tenang ya bu, rileks aja. Nggak usah tegang nanti tambah sakit” kata bu dokter kandungan yang meriksa saya saat ngecek rahim lewat USG.

Awalnya sih saya ngeri melihat alat-alat buat masang IUD. Macam cocor bebek gitu lho haha. Tapi sebenernya kalau kita berusaha rileks dan tenang, nggak segitu banget sakitnya. Reset mindset aja kalau masang ini akan baik-baik saja, nggak sakit dan bismillah aman.

Efek Setelah Memakai IUD Nova T?

Setelah pasang IUD beberapa hari setelahnya memang keluar darah tapi nggak banyak sih. Semacam flek aja. Saya pun konsultasi lagi ke dokter kandungan. Katanya itu masih batas wajar. Pas dicek lewat USG semua aman terkendali.

Alhamdulillah.

Hanya saja saat menstruasi memang jadi lebih banyak dari biasanya dan lebih lama. Saya yang biasanya menstruasi 5-7 hari, eh sekarang bisa sampe 9-10 hari.

Selain itu nggak berpengaruh pada saat berhubungan. Selama ini aman. Alhamdulillah.

Hingga usia Akmal dua tahun kini saya masih pakai IUD dan nggak ada keluhan. Belum ada rencana kapan mau dilepas hahaha. Nunggu Akmal sekolah kali ya hehe.

Intinya sih kalau mau pasang alat kontrasepsi, apapun itu, konsultasi dulu ya bunda-bunda!

Buat saya dan suami program KB itu bukan soal menolak rezeki. Kami hanya ingin memberi jeda usia anak. Supaya bisa lebih matang dan maksimal dalam membesarkan anak. Selebihnya ya tentu saja itu kuasa Allah. Kalau dikasih lagi ya alhamdulillah. Kalau belum ya santai saja hahaha.

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here