Friday, August 6, 2021
Home Blog Page 2

Kembangkan Startup di Daerah 3T Bersama Dayamaya

Siapa nih yang sedang merintis Start Up?

Eiits, bukan drakor yang lagi hits itu lho ya. Tapi beneran usaha rintisan yang bisa memberikan manfaat dan dampak nyata untuk masyarakat. Namun memang tidak semua orang dianugerahi dan punya kesempatan untuk memulai usaha rintisan.

Karena apa? Ya memang prosesnya itu enggak mudah. Kok bisa-bisanya saya bilang begini? Karena saya menyaksikannya sendiri yang terjadi pada suami.

Dulu dia pernah bikin sebuah Start Up di bidang pertanian tuh sama teman-temannya. Programnya membantu para petani untuk sama-sama maju membantu petani menjajakan hasil dagangannya melalui sebuah website. Website tersebut  dibuat untuk memasarkan produk petani agar lebih dikenal luas oleh masyarakat.

Namun seiring berjalannya waktu usaha rintisan tersebut enggak bertahan lama. Beberapa kendala menjadikan start up tersebut jadi mandeg di tengah jalan.

Salah satunya disebabkan karena masih kurang meleknya para petani akan literasi digital. Bisa jadi juga karena hambatan sinyal di daerah pedesaan ya. Sehingga menyebabkan mereka jadi menganggap bahwa dunia digital itu tidak begitu urgent.

Sebenarnya program yang bagus tapi jika kurang didukung sama fasilitas yang memadai sangat disayangkan juga, ya.

Tapi jangan sedih dan kecewa dulu buat kamu yang ingin mengembangkan start up, UMKM atau bahkan komunitas dari daerah yang susah sinyal atau dikenal dengan sebutan daerah 3T (terluar, tertinggal, terdepan). Sebab kini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) melaksanakan Program Dayamaya.

Apa itu Dayamaya?

Yakni program yang membantu pertumbuhan startup, komunitas, kelompok masyarakat, dan UMKM digital untuk diterapkan di daerah 3T.

Jika kamu pelaku usaha atau startup, pegiat komunitas dan perintis UMKM, program ini bisa jadi solusi untuk mengembangkan ekosistem ekonomi digital di daerah 3T.

“Melalui peran startup, komunitas, dan UMKM yang terlibat, kami harapkan dapat mempercepat kemajuan di daerah 3T. Saat ini sudah ada lima inisiatif, dari 18 yang terpilih pada tahun 2019, yang mulai berproses di masyarakat. Kami yakin dengan peran serta mereka, akan segera terjadi perubahan di daerah 3T menuju ke arah yang lebih baik,” kata Danny Januar Ismawan, Direktur Layanan TI untuk Masyarakat dan Pemerintah.

Tujuannya supaya masyarakat di daerah 3T memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan berdaya dimulai dari dunia maya. Nah, ini kesempatan buat kalian yang ingin menjadi penyebar kebajikan.

Zaman sekarang yang dibutuhkan itu kolaborasi bukan sekadar kompetisi. Maka Dayamaya ini tidak hanya bergerak di satu sektor tapi juga mengajak seluruh pegiat komunitas dan pelaku startup maupun UMKM di berbagai sektor. Misalnya, kesehatan, pendidikan, pariwisata, agribisnis, fintech, logistik dan e-commerce.

Dari beberapa sektor tersebut ada 3 inisiatif yang telah memberikan kontribusinya kepada masyarakat secara langsung diantaranya, Atourin, Cakap, dan Jahitin.

Atourin (atourin.com)

Kamu suka travelling?

Nah, Atourin ini salah satu perusahaan teknologi di sektor pariwisata yang memberikan layanan one-stop-solution kepada para wisatawan.

Contohnya seperti penyediaan informasi obyek wisata se-Indonesia, rekomendasi rencana perjalanan ke berbagai destinasi di Indonesia, dan jasa pemesanan pemandu wisata tersertifikasi.

Menurut Reza Permadi selaku Tim Operasional Atourin, pada tahun 2019 terdapat 10  pemandu wisata di Natuna sudah memiliki lisensi, lebih berani melakukan self branding, dan mulai memanfaatkan media sosial untuk melakukan promosi. Dengan ini diharapkan akan ada lebih banyak lagi pemandu wisata yang berlisensi.

“Di masa pandemi ini, salah satu satu program kami yaitu melakukan pelatihan secara daring bagi pemandu wisata se-Indonesia. Kami ajarkan bagaimana cara membuat tur virtual. Dengan pelatihan ini, diharapkan pemandu wisata dapat memanfaatkan internet untuk menghadirkan layanan virtual tour baik kepada wisatawan dalam negeri maupun mancanegara” kata Reza.

Cakap (cakap.com)

Selain Atourin, hadir pula Cakap yang concern dalam bidang bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Sebagai platform aplikasi pembelajaran online Cakap telah menyelenggarakan digital assessment di Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menggunakan standarisasi CEFR (The Common European Framework of Reference for Languages).

Program melibatkan peserta setingkat pelajar SMA sebanyak 250 orang, kegiatan ini dilakukan secara daring melalui ruang belajar digital dalam sebuah kelas online yang diisi oleh guru bahasa Inggris asing (ESL Teacher).

Untuk menjadi peserta dapat  mendaftar dengan mengakses website resmi Cakap. Sejauh ini sudah ada beberapa daerah yang mendaftar yaitu Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Sulawesi Utara dan Bangka Belitung. Sulawesi Utara dan Kalimantan Selatan sebagai daerah terbanyak yang mendaftar menjadi peserta.

Peserta akan mendapatkan akses kelas webinar, materi pembelajaran dalam bentuk ebook, akses video pembelajaran, kuis untuk evaluasi dan mengukur kemampuan bahasa Inggris selama program, pendampingan oleh guru profesional dan lokal fasilitator, serta mendapatkan sertifikat penyelesaian di akhir program.

Jahitin (jahitin.com)

Jika diantara kalian seorang penjahit maka belajar di Jahitin Academy adalah pilihan yang tepat. Jahitin Academy memberdayakan SDM dengan meningkatkan skill para penjahit di Provinsi NTT, khususnya di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.

Mereka mengolah limbah kain tenun menjadi cushion pillow. Selain itu mempertemukan para penjahit untuk mengerjakan orderan 5000 masker.

Progran Dayamaya memberikan kesempatan bagi siapapun pelaku usaha, startup, UMKM serta pegiat komunitas untuk sama-sama menyebarkan kebajikan dan berjuang Berdaya Bersama.

 

Tips Menyewa Villa Murah dan Aman di Masa Pandemi

sewa villa murah

Terlalu lama mendekam di rumah terus itu mempengaruhi psikis kita lho. Sejak beberapa bulan selama di rumah aja saya merasa jadi lebih emosional dan bawaannya pengen ngomel-ngomel terus. Ya gimana yang dilihat dan ditemui itu-itu aja kan.

Ke dapur ketemunya suami, ke kamar mandi dibuntutin anak, di ruang keluarga eeeh ketemu mereka lagi hahaha. Belum lagi urusan rumah yang berasanya nggak kelar-kelar ya bun. Kadangkala rasa jenuh itu hadir.

Sebelum pandemi datang, kalau saya lagi suntuk saya mencoba nyari udara segar keluar rumah, ke taman, ke perpustakaan atau sekadar main ke rumah teman.

Nah selama masa pandemi ini sedikit mengurangi sih ke tempat keramaian. Kalau merasa suntuk di rumah saya menyiasati ke tempat terbuka yang minim keramaian, meski itu hanya sekadar jogging di sekitaran komplek rumah.

Atau menyewa villa bisa menjadi alternatif sebab tempatnya yang lebih privat dan eksklusif.

Menyewa villa bisa menjadi pilihan liburan bareng keluarga di era new normal ini lho. Ya setidaknya ganti suasana lah daripada di rumah terus hehe. Plusnya, kita nggak perlu berbagi fasilitas dengan orang lain seperti layaknya di hotel.

Karena kalau di villa kan semua tempat dan fasilitas dibebaskan untuk diakses tanpa ada orang lain dari luar. Misalnya, kamu dan keluarga bisa bebas di kolam renang, tanpa mengganggu orang lain atau sebaliknya, merasa “risih” ketika ada orang lain.

Sewa villa juga menjadi pilihan sebagian keluarga saat traveling dalam jumlah rombongan besar, karena ya memang lebih hemat ketimbang hotel. Coba kalau anggota keluarganya banyak kan harus memesan kamar hotel lebih dari satu. Duh, malah membengkak tuh budgetnya. Makanya kudu pinter-pinter nih nyari harga sewa villa murah yang bertebaran di internet.

Selain itu sewa villa tuh berasa di rumah sendiri tapi tentu dengan suasana berbeda. Konsep villa jauh lebih homey dengan fasilitas lengkap seperti dapur, ruang kumpul keluarga, hingga pekarangan di luar, membuat villa terasa bagaikan di rumah sendiri.

Menyewa villa di masa pandemi tentu harus lebih selektif daripada sebelumnya. Penting banget sih memerhatikan protokol kesehatan yang diterapkan sama si empunya villa yang mau kamu sewa. Berikut ini bisa jadi pertimbangan kamu ketika mau sewa sebuah villa di era new normal:

  1. Pastikan villa tersebut menerapkan konsep kebersihan dan kenyamanan selama pandemi. Cek secara detail apakah villa tersebut menerapkan pedoman kebersihan menggunakan desinfektan yang mengandung ethanol/methanol dicampur alcohol 70%.
  2. Tanyakan pada pemilik villa apakah menyediakan alat kebersihan atau tidak. Kalau pun tidak berjaga-jagalah membawa dari rumah ya.
  3. Cari tahu juga ya pada pemilik villa berapa hari jeda menginap pada penyewa sebelumnya. Supaya kita bisa benar-benar menerapkan social distancing dan memastikan permukaan ruangan tidak menjadi sumber penularan virus.
  4. Kalau bisa bawa sendiri aja sarung bantal, sprei, handuk, selimut serta alat makan dari rumah demi meminimalisir dengan kontak penyewa sebelumnya.
  5. Sebelum menyewa rumah atau vila, komunikasikan dengan pemilik properti mengenai metode pembersihan yang dilakukan, siapa yang bertugas membersihkan, termasuk memastikan staf yang bertugas mengenakan masker, sarung tangan, dan penutup sepatu saat membersihkan properti.
  6. Cek destinasi wisata di sekitar villa apakah aman dikunjungi dan minim keramaian? Apakah daerah sekitar villa ketat dalam menjalani protokol kesehatan?
  7. Pilih villa yang tidak terlalu ramai dan aksesnya yang mudah dituju. Sewa villa di daerah puncak bisa jadi pilihan sebab suasananya yang asri, tenang dan nyaman.

Selain memastikan villa tersebut aman dan ketat menerapkan kebersihan, double check juga fasilitas yang disediakan ya. Apakah menyediakan dapur, apakah ada alat-alat masak, apakah alat kebersihannya lengkap? Intinya, sewa villa di era pandemi ini kudu lebih ekstra ya.

Cari villa yang berkualitas dengan harga murah itu susah-susah gampang lhoBanyak sekali pertimbangan yang harus dilakukan. Jangan sampai kamu tergiur dengan penawaran harga villa yang terlampau murah, namun kualitasnya buruk.

Kamu bisa langsung cek di situs www.sewa-villa.com kalau lagi nyari villa murah tapi dengan kualitas oke. Di situ beragam banget penawaran sewa villa murah yang sesuai sama budget kamu. Selamat berlibur dengan aman dan nyaman bersama keluarga! 🙂

 

 

Konsultasi dan Rapid Test Aman Selama Masa Pandemi

halodoc covid test surabaya
halodoc

Beberapa hari lalu suami flu. Batuk, pilek dan demam menyerang tubuhnya. Hampir tiga hari mendekam di rumah aja nggak ke mana-mana. Saya awalnya khawatir kalau gejala ini bisa lebih parah. Covid-19 menjadikan saya lebih parno dari biasanya.

Sebetulnya saya ingin menyarankan suami untuk ke dokter saja atau ke rumah sakit, duh tapi kok masih khawatir ya. Kasus corona yang belum juga mereda membuat kami jadi was-was untuk pergi ke rumah sakit. Terlebih kami masih memiliki anak balita yang memiliki risiko menular lebih tinggi. Sungguh sebuah dilema.

Hampir saja frustasi, saya langsung teringat pada Aplikasi Halodoc. Sebelumnya saya pernah menginstalnya untuk keperluan belanja APD seperti masker dan handsanitizer. Baru teringat kalau di Halodoc juga bisa konsultasi dengan dokter dan membeli obat tanpa harus ke apotek. Sebuah pilihan yang tepat dan aman di masa-masa genting seperti ini. Ah, terima kasih teknologi!

Tapi suami kekeh aja mau minum obat dari dokter yang pernah dia datangi dulu. Semacam sudah ‘kilk’ nggak mau pindah ke lain hati. Hanya sekarang kan belum berani langsung datang ke tempat praktiknya. Akhirnya ya sudah suami lebih memilih untuk langsung membeli obat flu dan batuk yang biasa diresepkan dokter langganan.

Tanpa perlu ke apotek, bermacet-macet di jalanan, lewat Halodoc semuanya terlayani dengan baik. Kita tinggal memilih mau memesan obat apa, lalu melakukan pembayaran dan pengantaran obat melalui Gojek. Sungguh praktis, mudah dan aman sebab semuanya serba online. 

Ketat akan Protokol Kesehatan

Sejak corona hadir kami sekeluarga jadi aware sama kesehatan dan kebersihan. Dulu mah boro-boro pakai masker keluar rumah, jarang banget. Sekarang bahkan Akmal anak kami wajibkan pakai masker meski cuman beli jajan ke warung depan rumah.

Kalau keluar sebentar meski itu hanya ke tukang sayur dekat rumah, saya sekarang sangu handsanitizer. Pulangnya langsung semprot-semprot disinfektan, cuci tangan dan ganti baju. Hal ini diterapkan ke setiap anggota keluarga di rumah, setiap hari.

Setiap pagi kami olahraga di sekitar perumahan. Meski hanya jogging atau jalan santai tak ketinggalan pakai masker. Tak lupa melengkapi kebutuhan gizi seimbang, istirahat yang cukup dan membuat suasana di rumah serileks mungkin supaya nggak terlalu stress. Saya juga mulai mengurangi dan menyaring baca berita soal covid-19 setiap hari karena jujur itu bikin kita jadi tertekan.

Apalagi sudah memasuki realitas new normal. 

Meski pemerintah telah menyudahi pembatasan sosial berskala besar (PSBB), tetap saja sebagai warga kita wajib mawas diri menjaga kesehatan keluarga. Intinya jangan sampai abai, ya bahkan bersikap seolah corona sudah musnah.

Terlebih bagi mereka yang sudah memulai aktivitas di luar rumah, bekerja dari kantor maupun membuka kembali restoran atau hotel mereka. Bagi saya mereka yang beraktivitas di luar tidak cukup hanya memberlakukan protokol kesehatan. Kalau perlu bahkan mendesak melakukan rapid test juga. Sebab ini termasuk upaya dalam memutuskan rantai penyebaran covid-19.

Siapa saja yang perlu melakukan Rapid Test?

Rapid test ini diprioritaskan untuk orang yang lebih berisiko terkena COVID-19. Seperti:

Kategori Risiko Tinggi:

  1. Menunjukkan gejala demam tinggi di atas 37.7 derajat Celcius.
  2. Menunjukkan gejala ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) berupa batuk berkepanjangan, pilek, hidung tersumbat, sesak napas.
  3. Dan dalam 7 hari terakhir berada di lingkungan yang memungkinkan ada kontak/berdekatan dengan pasien  positif COVID-19, misalnya kendaraan umum yang padat, atau dari bepergian daerah dengan frekuensi infeksi tinggi.

Kalau nggak memiliki gejala 1-2, namun beresiko poin 3, artinya termasuk resiko sedang, dan disarankan screening menggunakan rapid test, ya.

Kategori Risiko Rendah

Orang Tanpa Gejala (OTG)

Orang Tanpa Gejala adalah orang yang tidak memiliki gejala apapun namun pernah kontak erat dan tetap berisiko tertular dari pasien positif COVID-19.

Kontak erat dalam kriteria ini jika pernah melakukan kontak fisik secara langsung, berkunjung atau berada di dalam ruangan yang sama (dalam radius 1 meter) dengan pasien positif. Dalam 2-14 hari terakhir setelah kasus timbul gejala, maka disarankan untuk rapid test.

Tapi hari gini kadang kan masih parno ya untuk melakukan rapid test dengan mengantri di rumah sakit. Halodoc kini hadir memberikan solusi bagi teman-teman di Surabaya dan di manapun yang mau melakukan covid test Surabaya .

Mengapa lewat Halodoc? Karena kita bisa merencanakan jadwal sesuai kebutuhan kita. Jadi nggak perlu khawatir ngantri panjang di rumah sakit.

Cara melakukan rapid test melalui Halodoc mudah kokYuk, ikuti instruksinya berikut ini:

  1. Pertama-tama, buka aplikasi Halodoc dan klik tombol COVID-19 Test” kemudian kamu klik ini: Lokasi Rapid Test Drive.
  2. Setelah itu, kamu bisa memilih tempat dan waktu untuk melakukan rapid test ini.
  3. Kamu akan diminta untuk mengunggah foto/scan informasi diri (KTP untuk orang dewasa, dan Kartu Keluarga untuk anak di bawah umur) dan melakukan pemesanan.
  4. Jika sudah mengunggahnya, kamu akan melanjutkan ke tahap pembayaran. Biaya akan bergantung kepada biaya jasa tenaga medis dan penyediaan alat yang diberikan oleh pihak rumah sakit.
  5. Setelah berhasil, maka kamu akan menerima kembali SMS konfirmasi tentang jadwal tes dan detail pesanan. SMS tersebut harus ditunjukkan kepada petugas medis saat melakukan pemeriksaan kelak.

Gimana? Mudah banget kan. Semoga kita semua diberi kesehatan ya. Aamiin.

 

Sumber:

  1. https://www.farmaku.com/artikel/apa-itu-rapid-test-cara-kerja
  2. https://www.halodoc.com/layanan-rapid-test

 

Let’s Read: Pilihan Pas Perpustakaan Digital untuk Anak

“Bunda, ayo bacain (aku) buku!” pinta Akmal setiap kali mau tidur.

Namun tak jarang kebiasaan membaca buku bukan lagi saat mau tidur saja. Kadang saat mau makan, sehabis main lompat-lompat, ketika sudah bosan bermain dengan kucing-kucing, atau sekadar mengisi waktu di saat dia bosan dan tidak tahu mau ngapain. Tinggal sodorin buku dan dia seperti sudah tenggelam dalam dunianya sendiri.

Menumbuhkan minat membaca pada anak tentu bukan dibangun dalam semalam. Saat hamil saya sudah ngintip-ngintip dan nyicil beli buku anak-anak. Dan ketika Akmal masih bayi saya rutin membacakan buku padanya. Sedari awal saya bertekad kalau punya anak pengen banget dia cinta membaca. Seambisius itu, ya. Hehehe.

Kenapa Harus Repot Membacakan Buku kepada Anak?

Kenapa sih masih bayi, kok, udah dibacain buku? Memangnya dia ngerti? Jangankan paham isinya, itu deretan huruf-huruf apa aja si bocah juga belum tahu, kan?

Beberapa orang pernah mengatakan hal senada ketika melihat saya asyik membacakan buku pada Akmal.

Sebenarnya bukan karena agar si Akmal bisa cepat membaca, tapi lebih kepada menumbuhkan kecintaan budaya membaca.

Kalau menurut Fauzil Adhim, salah satu pakar parenting muslim dan penulis buku Membuat Anak Gila Membaca, menyatakan bahwa membaca itu dibagi menjadi dua pemahaman:

Pertama, membaca karena ingin memberi pengalaman. Artinya, lebih menekankan pada proses. Di sini anak nggak dituntut harus tahu huruf, bisa baca pada, atau merangkai kata di usia sekian. Bukan itu maksudnya. Tapi, memberikan kesan kalau membaca itu menyenangkan, lho. Nah, kalau udah begini harapannya kelak dia jadi suka baca. Poinnya, menumbuhkan gairah minat baca pada anak.

Kedua, membaca agar bisa merangkai huruf. Kalau yang ini obsesi agar anaknya bisa cepat mengetahui struktur huruf dan merangkai kata. Menurut Fauzil Adhim kalau ini tujuannya malah bisa membuat anak jadi cepat bosan. Karena anak dituntut agar bisa cepat baca. Artinya, ada paksaan. Fokusnya pada hasil, bukan proses.

Untuk saat ini kami (saya dan suami) lebih fokus pada poin pertama. Menumbuhkan minat membaca sejak kecil. Itu dulu aja deh yang penting.

Dari membacakan buku cerita sejak kecil, anak jadi belajar banyak hal baru. Mulai mengenalkan warna dan bentuk, nama-nama hewan, jenis-jenis mobil, dan sebagainya. Lewat buku juga Akmal mulai tahu orang dengan bermacam-macam profesinya. Orang yang membawa palu dan gergaji namanya pak tukang, yang berseragam cokelat membawa peluit di jalan namanya pak polisi, yang berjas putih berkalung stetoskop namanya pak dokter, dan sebagainya.

membaca buku sejak bayi
Waktu Akmal 6 bulan. Bukunya masih yang jenis board book, touch book, dan lebih banyak gambar.

Selain itu juga menambah kosakata sehingga meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Hal ini saya amati ketika Akmal sudah berusia 1,5 tahun. Kosakatanya mulai banyak dan sudah bisa merangkai satu kalimat. Kini di usianya yang menjelang tiga tahun sudah beraneka ragam pertanyaan yang sanggup dia ajukan kepada orangtuanya. Kadang-kadang sampai kewalahan menjawab. Hahaha.

Keterampilan membaca ini tentu bermanfaat buat bekalnya saat dewasa nanti. Agar pemikirannya jadi terbuka pada fenomena yang terjadi di sekitarnya dan nggak mudah percaya hoaks. Jadi inget sama kata-katanya Zen RS, salah satu editor media online. Dia bilang:

Yang berbahaya dari menurunnya minat baca adalah: meningkatnya minat berkomentar.

Bener banget ini sih kayaknya udah menjadi budaya netizen Indonesia. Apa-apa dikomentari tanpa dasar yang jelas.

Bagaimana Cara Menumbuhkan Minat Baca untuk Anak?

Langkah pertama dan sangat penting adalah memilih buku sesuai usia anak. Buku pertama Akmal jenisnya buku bantal. Bahannya dari kain dan empuk. Jadi nggak perlu khawatir sobek atau rusak. Sebab usia bayi artinya masih dalam tahap pengembangan motorik halus, jadi masih suka emut-emut dan nyobek-nyobek kertas. Selain itu gampang dibawa ke mana-mana dan nggak makan tempat karena bisa dilipat macam baju. Hehehe.

Selain itu ada pula jenis buku boardboook. Bahannya dari kertas karton tebal. Biasanya dalam satu halaman hanya terdiri satu atau beberapa kata saja dan satu gambar. Warnanya pun colourful. Anak-anak pasti suka.

buku bayi
Pilih buku yang colourful, bahannya awet dan ilustrasinya menarik.

Saat usianya sudah dua tahun kami mulai melibatkannya memilih buku bacaannya.

“Akmal suka gambar yang mana?” tanya saya saat melihat-lihat di toko buku. Ada masanya dia suka buku tentang dinosaurus, aneka macam burung, dan lainnya. Kalau sekarang sih dia sedang suka sekali sama cerita tentang petugas pemadam kebakaran.

Mengajak ke Perpustakaan atau ke Pasar Loak

Mengajaknya ke perpustakaan adalah salah satu cara menghemat pengeluaran membeli buku. Saya mengajak Akmal ke perpustakaan biasanya dua minggu sekali. Tapi karena lagi masa pandemi sekarang sementara perpustakaannya tutup 🙁

perpustakaan anak
“Minta tolong ya, Nak, ini perpustakaan bukan warung kopi!” Hahaha. Mohon jangan ditiru.

Akmal senang sekali diajak ke perpustakaan. Nggak seperti perpustakaan zaman saya SD dulu yang identik dengan jorok, berdebu dan tidak terurus. Perpustakaan di kota Malang sekarang baguuus banget! Rapi, bersih, dan ada ruangan bermain untuk anak. Kami selalu betah kalau main ke sana bahkan sampai ketiduran. Hahaha.

Sejujurnya buku anak-anak itu mahal, lho. Hehehe. Mungkin karena bahannya yang tebal dan berwarna-warni, ya. Jadi saya nggak selalu beli buku baru untuk Akmal.

Untungnya tempat tinggal kami tak jauh dari pasar buku bekas. Kalau Akmal kelihatan bosan dengan buku-bukunya, tinggal ajak dia meluncur ke pasar buku loakan itu dan belanja buku. Namanya juga pasar buku loakan, jadi harganya miring. Si bocah senang, kantong juga aman. Hehehe.

Baca juga yuk : Berkunjung ke Perpustakaan Umum Kota Malang yang Ramah Anak

Tantangan Membacakan Buku untuk Anak

Kalau pas bayi sih tantangan masih pada responnya yang belum tentu menunjukkan minat pada buku. Kadang dilempar, disobek, bahkan tak jarang masuk mulut.

Semakin ke sini tantangannya ada pada distraksi. Yakni distraksi adanya gadget. Saya nggak menyangkal sih kalau hadirnya gawai itu ya tak terhindarkan. Zaman sekarang balita sudah canggih mengoperasikan gawai. Jadi ya memang nggak bisa ‘lari’ dari gawai, kuncinya adalah dibatasi dan diseleksi.

Akhirnya saya dan suami berkompromi untuk membolehkan Akmal bermain HP tapi dibatasi satu hari hanya satu jam. Itupun di bawah pengawasan. Selain itu channel yang dipilih tentu yang kids friendly dan mengandung unsur edukasi.

Mengenalkan Anak kepada Buku Digital

Tantangan distraksi ini makin meningkat di masa pandemi. Frekuensi melihat HP jadi lebih banyak karena Akmal melihat ayah bundanya yang bekerja dari rumah, melihat kami berdua juga lebih intens dekat pada gawai.

Menurut kami ini jadi agak kurang sehat, ya.

Untungnya makin ke sini, aktivitas membaca buku juga makin inovatif. Kalau aktivitas melihat HP makin tak terhindarkan, setidaknya apa yang dilihat anak-anak kita tak jauh dari buku. Akhirnya sekalian kami kenalkan Akmal pada buku digital.

Berkenalan dengan Let’s Read: Perpustakaan Digital untuk Anak

Aplikasinya bernama Let’s ReadSebuah perpustakaan digital yang menyediakan ratusan buku digital khusus untuk anak-anak. Let’s Read diprakarsai oleh Books for Asia, yakni program literasi yang telah berlangsung sejak 1954. Program tersebut menerima U.S. Library of Congress Literacy Awards atas inovasi dalam promosi literasi pada Desember 2017. Perpustakaan digital ini dibangun untuk menumbuhkan budaya baca para pembaca cilik di Asia.

Ratusan Cerita Bergambar yang Menarik

Klik yang paling menarik karena Let’s Read punya banyak pilihan cerita.

Saat memperlihatkan pertama kali ke Akmal adanya perpustakaan digital ini, dia senang sekali. Kami benar-benar dimanjakan sama ilustrasinya yang menarik dan sangat colourful! Momen membaca jadi lebih menyenangkan.

Cerita pertama yang dipilih Akmal judulnya Hari yang Indah karya Elana Bregin.

Sebuah cerita sederhana tentang keluarga Nicholas yang berangkat piknik ke sungai. Gambar ilustrasinya atraktif, ceritanya sederhana tapi juga relate sama keseharian. Tentang keakraban keluarga yang bahagia.

Selain itu kita bisa memilih bukunya sesuai dengan tingkat kesulitan. Jadi ada levelnya gitu menyesuaikan usia dan pemahaman anak. Yang menarik lagi di Let’s Read menyediakan cerita dengan beragam bahasa selain bahasa Indonesia dan Inggris. Ada pula bahasa daerah dari Jawa, Sunda, Minangkabau dan Bali serta bahasa daerah lainnya di berbagai penjuru Asia. Ceritanya juga banyka yang mengusung kearifan lokal.

Bisa Diakses Secara Gratis dan Dibaca di Mana Saja!

Let’s Read bisa diunduh melalui Android. Selain itu bisa diunduh dan disimpan jika ingin membaca dan mengaksesnya tanpa internet. Kalaupun mau mencetaknya bisa juga. Tapi cuma untuk keperluan pribadi, ya. Jangan dicetak secara massal.

Bagusnya di Let’s Read, kita bisa pilih menu bahasa, level cerita, juga label tema cerita yang mau kita bacakan buat anak.

Bagi pengguna iOS bisa mengaksesnya melalui situs Let’s Read di browser. Situsnya pun sangat mobile friendly. Menurut saya masih nyaman dibaca sama dengan aplikasinya.

Let’s Read bisa menjadi salah satu alternatif perpustakaan digital yang pas untuk anak-anak, terlebih di masa-masa pandemi sekarang ini. Solutif banget buat meningkatkan minat baca pada generasi Z dan generasi Alpha yang sudah akrab sama gadget sejak kecil.

Jadi ayah bunda sudah download Let’s Read belum?

 

 

 

Milna Nature Puffs Organic Pilihan Camilan Sehat untuk Si Kecil

Orangtua mana sih yang nggak pengen hal terbaik untuk anaknya?

Semua orangtua pasti berharap kan agar kelak sang buah hati tumbuh dan berkembang menjadi anak yang sehat, bahagia dan tumbuh kembangnya optimal. Maka dari itu penting banget memerhatikan 1000 hari pertama kehidupan anak. Salah satu yang penting untuk mendukung optimalnya 1000 hari pertama kehidupan tentu saja asupan nutrisinya.

Inget banget dulu waktu hamil Akmal saya sangat menjaga makanan yang masuk ke dalam perut. Memperbanyak sayuran, buah, ikan, daging dan kacang-kacangan sudah menjadi santapan sehari-hari. Bahkan makanan favorit seperti mie dan bakso sangat saya kurangi saat itu hehehe.

Hal ini berlanjut saat masa-masa menyusui. Karena apa yang saya makan tentu saja akan diserap oleh si bayi. ASI yang diminum Akmal menjadi makanan utama untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Saya memberikan ASI padanya di usianya dari 0-6 bulan.

Menginjak usia 6 bulan saatnya mengenalkan makanan pendamping ASI (MPASI) pada Akmal.

Pertama kali Akmal berkenalan sama buah naga 🙂

Kenapa memberikan makanan tambahan pada usia segini? Karena ASI saja tidak mencukupi kebutuhan nutrisinya. Di usia antara 6-8 bulan, kebutuhannya hanya tercukupi dari ASI sebesar 70 persen.

Kebutuhan zat besi pun sudah tak tercukupi sejak bayi berusia enam bulan jika hanya mengonsumsi ASI. Di enam bulan pertama, cadangan zat besi dari lahir memang masih mencukupi kebutuhan tubuhnya.

Tapi setelah usia 6 bulan harus dipenuhi dari MPASI juga. Karena kandungan zat besi dalam ASI saat bayi hanya 0.3 mg zat besi/harinya, sementara kebutuhan zat besi bayi usia 6-12 bulan adalah 11 mg per hari lebih tinggi dari kebutuhan anak berusia 1-3 tahun yang membutuhkan zat besi lebih sedikit, yaitu 7 mg per hari.

Pertama kali mengenalkan MPASI pada Akmal saya membuatkannya makanan yang mengandung protein, lemak, zat besi, kalsium, vitamin, mineral serta makanan-makanan yang mengandung bahan-bahan alami dan memiliki nutrisi lengkap (baik makro maupun mikronutrien).

Waktu itu saya membuatkannya sup nasi ikan ditambah parutan wortel. Karena baru perkenalan makanan maka saya memberikannya dengan tekstur yang lembut, namun tidak terlalu encer. Respon awal tentu saja tidak langsung lahap habis tapi ada adegan dilepeh dikit-dikit hehehe. Tidak mengapa wong baru pertama kali kenalan sama makanan.

Selain makanan utama yang bernutrisi, saya juga memberikan Akmal camilan yang bergizi. Camilannya tentu saja nggak sembarangan, ya. Yakni yang mengandung salah satunya zat besi dan kalsium.

Zat besi penting banget untuk pembentukan hemoglobin darah dan mencegah anemia. Sementara kalsium sangat bermanfaat untuk pembentukan tulang dan gigi. Kalsium juga dibutuhkan untuk otot, jantung, saraf, dan organ tubuh lainnya sehingga dapat berfungsi dengan baik. Misalnya saya berikan  buah-buahan yang ada kandungan zat besi dan kalsiumnya seperti pisang, alpukat, apel, buah naga atau sesekali keju.

Memilihkan camilan untuk Akmal harus selektif karena harus menyesuaikan tekstur dan usianya. Saya pilihkan yang mudah dipegang dan lumer saat dimakan. Saat sudah bisa menjimpit makanan saya pilihkan Milna Nature Puffs Organic

Kelebihan Milna Nature Puffs Organic

Siapa sih bunda-bunda yang nggak kenal sama Milna?

Si ahlinya makanan bayi selama lebih dari 30 tahun, kini menghadirkan Milna Nature Puffs Organic, camilan sehat berbahan organik yang dirancang juga untuk menstimulasi sensor motorik si kecil.

Senang sekali saat tahu Milna Nature Puffs Organic ini dibuat dengan bahan-bahan organik. Tidak mengandung pengawet, tanpa pemanis buatan, tanpa penguat rasa apalagi pewarna sintetis. “Milna Nature Puffs Organic mengandung 95% bahan makanan organik. Dibuat dari beras hasil metode agrikultur ramah lingkungan, non GMO (genetically modified organism) yang terjamin kualitas nutrisinya. Milna Nature Puffs Organic juga bebas gluten, kaya zat besi dan tinggi kalsium,” jelas Christofer Samuel Lesmana, Business Unit Head for Baby and Kids Food Category KALBE Nutritionals.

Ada 3 varian rasa Milna Nature Puffs Organic: Cheese, Banana, Apple&Mix Berries

Selain bernutrisi, Milna Nature Puffs Organic ini juga bebas gluten. Bunda-bunda yang anaknya alergian, insya Allah aman nih memberikan camilan Milna Nature Puffs Organic. Selain itu memiliki tekstur yang lembut dan mudah lumer di mulut.

Rasanya ada apa aja nih?

Ada tiga varian rasa yakni Cheese, Banana dan Apple&Mix Berries. Kesukaan Akmal tentu saja yang Cheese hihi.

Selain itu camilan sehat Milna Nature Puffs Organic ini cocok banget menstimulus sensor motorik si kecil. Bentuk hatinya yang mungil menyesuaikan dengan ukuran tangan anak sehingga leluasa untuk mencubit dan mengambil benda kecil di sekitarnya. Dari sini anak belajar mengembangkan panca indera juga lho. Kalau kata Akmal sih “jajan Love nya lucuk bunda” hehehe.

sumber foto: WWCOMM

Kata Head of Medical KALBE Nutritionals dr. Muliaman Mansyur, pemberian makanan kecil yang sesuai dengan tangan atau dikenal dengan finger food adalah cara yang dianjurkan untuk mendukung koordinasi antara mata dan tangan, mengembangkan kemampuan menjepit dan mencengkeram, serta keterampilan mengunyah. “Stimulasi ini juga dapat membantu meningkatkan konsentrasi, fokus, perhatian si kecil di kemudian hari,” papar dr. Muliaman.

Di mana bisa beli Milna Nature Puffs Organic? 

Nggak perlu khawatir bun, karena produk ini sudah bisa ditemukan di mana-mana kok. Di toko general trade, modern trade maupun di e-commerce Official Stores Milna. 

Semangat memberikan nutrisi terbaik untuk si kecil ya bun. Semoga keluarga sehat selalu! 🙂