“Eh kok gitu nggendongnya? Kan masih bayi jangan dipekeh!”

“Udahlah nggak usah macem-macem gitu model nggendongnya. Kakean gaya!”

“Jaman dulu nggendong ya pakai jarik. Mosok nggendong kayak pakai ransel begitu?”

Beberapa celetukan yang lumrah terdengar saat pertama kali saya menggendong Akmal dengan model hadap ke badan saya. Kala itu usianya baru tiga bulan. Saya menggendongnya dengan jarik tapi dengan model yang “dipekeh” (dipekeh = posisi kaki dibuka lebar, sejajar knee to knee). Sebenarnya cara menggendong saya waktu itu bukan tanpa alasan. Sejak bergabung di komunitas Malang Baby Wearers, saya jadi tahu oh ternyata begitu, ya cara menggendong yang benar. 

Syarat Menggendong

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggendong. Apa saja?

Posisi menggendong yang tepat harus menempatkan lutut anak lebih tinggi dari bokongnya. Untuk bayi baru lahir, baik untuk menggendong dengan posisi natural, yakni lututnya ke atas, tulang punggung berbentuk J shape, dan tidak mengangkang. Ketika sudah sedikit besar, anak dapat digendong dengan posisi M shape, yakni membentuk dasar atau alas untuk bokong lebih lebar sampai ke paha. Sehingga lutut anak terdorong ke atas membentuk huruf M. Selain itu ada lima poin penting (lagi) yang wajib diterapkan selama menggendong, yakni:

1. Tight atau ketat. Maksudnya kain gendongan harus dipasang dengan erat, sehingga bayi merasa seperti dipeluk.
2. In view at all times. Pastikan bayi selalu terlihat, tidak tenggelam dalam gendongan
3. Close enough to kiss. Pastikan bayi sejauh jarak kecupan Anda saat digendong.
4. Keep chin off the chest. Pastikan dagu bayi tidak menempel ke dadanya agar saluran pernafasan tidak terganggu.
5. Supported back. Gunakan gendongan yang dapat menyangga punggung bayi sampai leher dengan sempurna.

Ternyata persoalan gendong menggendong ini bukan hal yang sepele, lho. Alih-alih salah menggendong malah berdampak pada kesehatan anak. Menurut penelitian bisa menyebabkan Hip Dysplasia. Info detailnya bisa klik di sini ya.

Manfaat Menggendong

-Simpel

Meski di rumah sedia stroller, tapi saya lebih suka menggendong. Kalau bepergian jauh lebih simpel dan nggak ribet lipet-lipet stroller yang jelas makan banyak tempat. Hehe. Kalau gendongan kan bahannya kain, jadi ya ringkas aja gitu.

-Menjaga Bounding

Saya dan Akmal jadi memiliki bounding yang lebih dekat karena ya tak gendong ke mana-mana ((eh jangan nyanyi hehe)). Tapi kalau pegel nggendong ya gantian aja sama ayahnya hehe. Anak juga jadi lebih nyaman kan saat digendong, sehingga mempererat ikatan emosional kita sama anak.

-Hands Free

Di rumah saya nggak ada ART, jadi semuanya dikerjakan sendiri -kadang dibantuin suami kalau dia lagi di rumah-. Nah, kalau si bocah lagi rewel mau nggak mau ya harus digendong. Kalau enggak bisa nggak kelar-kelar urusan hehe. Maka dari itu penting banget memilih gendongan yang tepat agar memudahkan kita melakukan hal lain, istilahnya nyambi haha.

Jenis-Jenis Gendongan

Ternyata jenis gendongan itu nggak hanya jarik, lho. Saya baru tahu setelah gabung di komunitas haha. Apa saja tuh?

1. Ring Sling

Gendongan ini mirip jarik. Hanya saja jenis kainnya lebih tebal berbahan tenun dan katun.  Bedanya sama jarik, ring sling ada perangkat ring untuk mengencangkan ikatan gendongan. Jadi lebih kuat.

sumber : Indonesian Baby Wearers
  • Kelebihannya: Ringkas, ringan dan mudah dibawa ke mana-mana. Kalau pas anak lagi rewel misal pas sakit, pakai ini lebih gercep hehe. Bisa dipakai sejak newborn sampai toddler. Dibandingkan dengan jarik, jenis ring sling ini lebih kuat ikatannya dan nggak seberapa pegel (kalau bener ya cara menggendongnya).
  • Kekurangan: Hanya menopang di satu sisi. Jadi kalau kelamaan gendong ya pegelnya berat sebelah hehe.

2. Woven Wrap

Gendongan ini memiliki jenis kain yang tebal. Biasanya berbahan tenun atau linen.

  • Kelebihannya: saat menggendong terasa lebih mendekap bayi, jadi anak berasa hangat. Selain itu bisa menopang kedua bahu dan punggung, jadi berat gendongnya menyeluruh dan membuat penggendong nggak seberapa pegel. Sekarang motifnya juga beragam, lucu-lucu hehe.
  • Kekurangannya: Menurut saya ribeeeet! Haha. Karena kainnya panjang banget!. Mulai dari 3 – 5 meter dan harus dililit-lilit ke sana ke mari haha. Kalau buat saya yang tipe nggak sabaran, aduh udahlah bye aja sama gendongan jenis ini hehe.

3. Soft Structured Carrier (SSC)

Naah, ini jenis gendongan favorit saya karena makainya tinggal ceklek…ceklek.. nggak ribethehe. Bentuknya mirip ransel. Jadi kayak bawa ransel di depan gitu kalau gendong model depan. Gendongan ini biasanya berbahan katun.

  • Kelebihannya: bisa menopang dua bahu sehingga pegelnya menyebar hehe. Ada hoodie (penutup kepala), jadi kalau lupa bawa topi atau payung langsung aja tutup kepala si bayi pake hoodie. Bisa dipakai dari usia 6 bulan hingga toddler. Bisa digunakan untuk penggendong yang BB nya dari 30an kilo sampai 100an kilo. Kalau travelling saya suka pakai jenis SSC.
  • Kekurangannya: nggak seperti woven wrap yang lilitan gendongan menyebar ke seluruh tubuh, kalau SSC bertumpu pada pinggang dan kedua bahu, jadi lama-lama ya tetep pegel hehe.

4. Onbuhimo

Mirip SSC hanya saja ini khusus diperuntukkan gendong belakang. Selain itu berat kainnya lebih ringan (kalau menurut saya sih).

  • Kelebihannya: buat ibu-ibu yang hamil lagi tapi anak pertamanya masih minta gendong ini onbuhimo cocok banget. Jenis ini nggak memiliki pad di bagian pinggang, jadi nggak menekan perut. Aman. Bahan kainnya lebih ringan dari SSC dan lebih ringkas.
  • Kekurangan: waktu pakai ini berasa pegel di bagian punggung, karena nggak ada pad di bagian pinggangnya. Selain itu yang jenis lokal masih jarang, jadi kebanyakan impor dan mahaaaal haha.

5. Pouch Sling

Jenis ini tinggal slobok. Nggak perlu lilit-lilit belibet atau ceklek..ceklek hehe. Biasanya berbahan katun dan tidak melar.

  • Kelebihannya: simpel, tinggal slobok. Bahannya adem nggak panas dan ringkas di bawa ke mana-mana.
  • Kekurangannya: harus menyesuaikan BB si penggendong sebelum membeli. Kalau nggak pas gendongan jadi nggak nyaman, bisa mlorot atau terlalu ketat.

Kalau ibu-ibu suka pakai jenis gendongan yang mana nih?

 

*Sumber pendukung tulisan:

  1. Aturan Menggendong
  2. Apa Itu Hip Dysplasia?
  3. Sumber Gambar Grafis Macam-macam Gendongan

4 COMMENTS

Leave a Reply to Mrs Muhandoko Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here