Siapa nih yang sedang merintis Start Up?

Eiits, bukan drakor yang lagi hits itu lho ya. Tapi beneran usaha rintisan yang bisa memberikan manfaat dan dampak nyata untuk masyarakat. Namun memang tidak semua orang dianugerahi dan punya kesempatan untuk memulai usaha rintisan.

Karena apa? Ya memang prosesnya itu enggak mudah. Kok bisa-bisanya saya bilang begini? Karena saya menyaksikannya sendiri yang terjadi pada suami.

Dulu dia pernah bikin sebuah Start Up di bidang pertanian tuh sama teman-temannya. Programnya membantu para petani untuk sama-sama maju membantu petani menjajakan hasil dagangannya melalui sebuah website. Website tersebut  dibuat untuk memasarkan produk petani agar lebih dikenal luas oleh masyarakat.

Namun seiring berjalannya waktu usaha rintisan tersebut enggak bertahan lama. Beberapa kendala menjadikan start up tersebut jadi mandeg di tengah jalan.

Salah satunya disebabkan karena masih kurang meleknya para petani akan literasi digital. Bisa jadi juga karena hambatan sinyal di daerah pedesaan ya. Sehingga menyebabkan mereka jadi menganggap bahwa dunia digital itu tidak begitu urgent.

Sebenarnya program yang bagus tapi jika kurang didukung sama fasilitas yang memadai sangat disayangkan juga, ya.

Tapi jangan sedih dan kecewa dulu buat kamu yang ingin mengembangkan start up, UMKM atau bahkan komunitas dari daerah yang susah sinyal atau dikenal dengan sebutan daerah 3T (terluar, tertinggal, terdepan). Sebab kini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) melaksanakan Program Dayamaya.

Apa itu Dayamaya?

Yakni program yang membantu pertumbuhan startup, komunitas, kelompok masyarakat, dan UMKM digital untuk diterapkan di daerah 3T.

Jika kamu pelaku usaha atau startup, pegiat komunitas dan perintis UMKM, program ini bisa jadi solusi untuk mengembangkan ekosistem ekonomi digital di daerah 3T.

“Melalui peran startup, komunitas, dan UMKM yang terlibat, kami harapkan dapat mempercepat kemajuan di daerah 3T. Saat ini sudah ada lima inisiatif, dari 18 yang terpilih pada tahun 2019, yang mulai berproses di masyarakat. Kami yakin dengan peran serta mereka, akan segera terjadi perubahan di daerah 3T menuju ke arah yang lebih baik,” kata Danny Januar Ismawan, Direktur Layanan TI untuk Masyarakat dan Pemerintah.

Tujuannya supaya masyarakat di daerah 3T memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan berdaya dimulai dari dunia maya. Nah, ini kesempatan buat kalian yang ingin menjadi penyebar kebajikan.

Zaman sekarang yang dibutuhkan itu kolaborasi bukan sekadar kompetisi. Maka Dayamaya ini tidak hanya bergerak di satu sektor tapi juga mengajak seluruh pegiat komunitas dan pelaku startup maupun UMKM di berbagai sektor. Misalnya, kesehatan, pendidikan, pariwisata, agribisnis, fintech, logistik dan e-commerce.

Dari beberapa sektor tersebut ada 3 inisiatif yang telah memberikan kontribusinya kepada masyarakat secara langsung diantaranya, Atourin, Cakap, dan Jahitin.

Atourin (atourin.com)

Kamu suka travelling?

Nah, Atourin ini salah satu perusahaan teknologi di sektor pariwisata yang memberikan layanan one-stop-solution kepada para wisatawan.

Contohnya seperti penyediaan informasi obyek wisata se-Indonesia, rekomendasi rencana perjalanan ke berbagai destinasi di Indonesia, dan jasa pemesanan pemandu wisata tersertifikasi.

Menurut Reza Permadi selaku Tim Operasional Atourin, pada tahun 2019 terdapat 10  pemandu wisata di Natuna sudah memiliki lisensi, lebih berani melakukan self branding, dan mulai memanfaatkan media sosial untuk melakukan promosi. Dengan ini diharapkan akan ada lebih banyak lagi pemandu wisata yang berlisensi.

“Di masa pandemi ini, salah satu satu program kami yaitu melakukan pelatihan secara daring bagi pemandu wisata se-Indonesia. Kami ajarkan bagaimana cara membuat tur virtual. Dengan pelatihan ini, diharapkan pemandu wisata dapat memanfaatkan internet untuk menghadirkan layanan virtual tour baik kepada wisatawan dalam negeri maupun mancanegara” kata Reza.

Cakap (cakap.com)

Selain Atourin, hadir pula Cakap yang concern dalam bidang bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Sebagai platform aplikasi pembelajaran online Cakap telah menyelenggarakan digital assessment di Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menggunakan standarisasi CEFR (The Common European Framework of Reference for Languages).

Program melibatkan peserta setingkat pelajar SMA sebanyak 250 orang, kegiatan ini dilakukan secara daring melalui ruang belajar digital dalam sebuah kelas online yang diisi oleh guru bahasa Inggris asing (ESL Teacher).

Untuk menjadi peserta dapat  mendaftar dengan mengakses website resmi Cakap. Sejauh ini sudah ada beberapa daerah yang mendaftar yaitu Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Sulawesi Utara dan Bangka Belitung. Sulawesi Utara dan Kalimantan Selatan sebagai daerah terbanyak yang mendaftar menjadi peserta.

Peserta akan mendapatkan akses kelas webinar, materi pembelajaran dalam bentuk ebook, akses video pembelajaran, kuis untuk evaluasi dan mengukur kemampuan bahasa Inggris selama program, pendampingan oleh guru profesional dan lokal fasilitator, serta mendapatkan sertifikat penyelesaian di akhir program.

Jahitin (jahitin.com)

Jika diantara kalian seorang penjahit maka belajar di Jahitin Academy adalah pilihan yang tepat. Jahitin Academy memberdayakan SDM dengan meningkatkan skill para penjahit di Provinsi NTT, khususnya di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.

Mereka mengolah limbah kain tenun menjadi cushion pillow. Selain itu mempertemukan para penjahit untuk mengerjakan orderan 5000 masker.

Progran Dayamaya memberikan kesempatan bagi siapapun pelaku usaha, startup, UMKM serta pegiat komunitas untuk sama-sama menyebarkan kebajikan dan berjuang Berdaya Bersama.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here