Salah satu hal yang paling bikin saya sedih dan merana itu pas Akmal mengalami sembelit. Tahu sendiri kan kita yang dewasa aja kalau nggak bisa BAB sakitnya kayak apa. Perut mules banget tapi susah keluar. Nah, apalagi ini dialami sama seorang bayi yang notabene belum bisa bicara. Kalau udah pasang muka menahan BAB lalu nangis jejeritan, nggak saya doang yang panik, tapi ya seisi rumah juga. Hiks.

Saat di awal-awal mulai MPASi sebenarnya belum ada masalah soal sembelit ini. Mungkin karena pengenalan jenis makanan yang belum beragam, ya. Di awal MPASi saya hanya mengenalkan buah-buahan dan makanan puree sejenis yang belum dicampur-campur.

sumber : FB Interlac Probiotics

Penyebab Sembelit

Menginjak usia 10 bulan ke atas Akmal mulai saya kenalkan makanan bertekstur kasar. Makanan tidak lagi dilumat hingga halus melainkan dicincang kasar. Bahkan sesekali saya berikan dia finger food untuk jenis makanan yang mudah lumer di mulut, seperti kentang kukus, atau pisang. Hingga suatu hari Akmal mengalami sembelit.

Saat itu Akmal habis makan puding yang saya beli di gerai makanan bayi. Penjualnya sih bilang puding tersebut berbahan alami dari buah-buahan. Namun entah mengapa efeknya malah kurang bagus di Akmal, belakangan saya jadi menyesali beli puding di luaran hiks. Saat itu ia berusaha mengejan keras namun tidak keluar feses sekalipun. Nangis jejeritan sih nggak usah ditanya, saya sama suami berasa panik sendiri. Lalu saya mencoba memijat perutnya dengan metode ILU (boleh dibrowsing ya buuu hehe). Dan sesekali memberikannya air mineral.

Apakah berhasil? Tentu nggak langsung pada saat itu juga. Karena kelelahan nangis dia jadi ketiduran. Setelah bangun saya berikan dia buah naga. Alhamdulillah keesokannya berangsur membaik. Dia jadi lebih mudah BAB dan tekstur fesesnya lebih melunak.

Oya masalah gangguan pencernaan termasuk sembelit ini salah satunya juga disebabkan oleh proses saat melahirkan. Kata dokter Intan Diana Sari saat talkshow soal “Mengenal Fakta dan Cara Penanganan Sembelit pada Bayi” beberapa hari lalu, bayi yang lahir melalui proses operasi caesar lebih rentan mengidap berbagai penyakit di antaranya diare, sembelit, asma dan alergi.

Lho kok bisa? Kenapa begitu?

Menurut penjelasan dokter Intan, bayi yang lahir melalui proses caesar membutuhkan waktu lebih lama yakni sekitar enam bulan untuk mencapai mikrobiota usus yang serupa dengan bayi lahir normal. Pada bayi yang melalui persalinan normal, saluran cernanya nyaris dalam kondisi steril atau bebas kuman. Sebab ia memperoleh banyak bakteri baik dan diserap tubuh untuk sistem kekebalan imun melalui kontak dengan jalan lahir. Alhasil, bayi melakukan kontak secara alami dengan bakteri baik yang ada di dalam vagina ibu melalui jalan lahir dan berkembang di ususnya.

dari kiri ke kanan: Mohamad Nur Hadi (Brand Manager Interlac), dr Intan

Sementara pada bayi dengan proses caesar, proses persalinan dilakukan di ruangan steril. Bayi diambil langsung dari rahim ibu tanpa kontak dengan area rektum dan vagina ibu, sehingga tidak ada kesempatan kontak dengan bakteri baik di jalan lahir. Karena tidak terjadi kontak dengan jalan lahir, yang sebenarnya jadi modal awal sebagai kekebalan tubuh, bayi yang lahir dengan caesar berisiko lebih tinggi terkena infeksi dan alergi.

Mengatasi Sembelit

Kejadian sembelit pada Akmal ini berlangsung beberapa kali. Meski nggak berturut-turut namun cukup membuat khawatir. Setelah saya perhatikan, setiap kali Akmal sembelit penyebabnya dikarenakan kurang air mineral, makanan terlalu padat misalnya pada daging dan juga kurang makan buah. Untuk mencegah dan mengatasi sembelit pada Akmal ada beberapa hal yang saya coba:

  1. Hampir setiap hari saya beri buah. Soalnya kalau skip sehari aja nggak makan buah bisa dipastikan dia agak susah BAB. Biasanya buah yang manjur di Akmal itu alpukat, buah naga, jambu biji, dan buah pear. Seringnya sih dibikin jus karena dia kurang suka dimakan langsung. Untuk variasi sesekali saya buatkan puding buah.
  2. Memperbanyak asupan air mineral. Alhamdulillah ini juga lumayan mencegah sembelit. Kalau pun anaknya nggak minta minum, saya tetap menawarkannya agar proses BABnya lebih lancar.
  3. Memberikan pijatan di perut. Biasanya setelah mandi saya melakukan pijatan diperut dengan minyak telon atau baby oil dari arah kanan bawah ke kanan atas. Intinya pijatan tersebut harus searah jarum jam untuk merangsang gerakan usus besar.
sumber: FB Interlac

Eh tapi ternyata nggak cukup dengan cara-cara di atas lho. Agar pencernaan makin lancar dan sehat, perlu juga mengonsumi probiotik. Kalau menurut dokter Intan Diana Sari saat talkshow soal “Mengenal Fakta dan Cara Penanganan Sembelit pada Bayi” beberapa hari lalu, probiotik bagus untuk mengatasi masalah pencernaan. Nggak hanya sembelit aja tetapi juga dapat mengatasi diare dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Apa Itu Probiotik?

Tidak perlu khawatir ya buibuu sebab probiotik bukanlah obat, melainkan mikroorganisme atau bakteri baik yang dapat hidup di saluran cerna. Ada dua bakteri baik yang memberi keuntungan kesehatan bagi manusia yakni Bifidobacteria dan Lactobacillus. 

Nah, probiotik ini rupanya banyak banget lho manfaatnya, diantaranya:

  • Mengurangi durasi diare selama satu hari pada anak dan bayi yang mengalami diare akibat virus
  • Mencegah diare yang disebabkan oleh penggunaan antibiotik
  • Mencegah necrotizing enterocolitis atau kematian jaringan usus pada bayi dengan berat lahir lebih dari seribu gram
  • Membantu mengatasi penyakit radang usus, irritable bowel syndrome (IBS), penyakit Crohn
  • Mengurangi risiko munculnya alergi dan eksim pada bayi jika diberikan saat ibu hamil dan menyusui
  • Mengurangi gejala dan mencegah kolik pada bayi
  • Memperbaiki gejala akibat intoleransi laktosa
  • Mengurangi kejadian dan durasi infeksi saluran pernapasan atas (sumber : klikdokter.com)

Contohnya probiotik bisa kita temui di beberapa makanan seperti yoghurt, kefir dan tempe. Selain itu kini sudah beredar suplemen tambahan yang mengandung probiotik.

Berkenalan dengan Interlac

Salah satu suplemen tambahan yang mengandung probiotik adalah Interlac. Saya kenalan sama Interlac saat menghadiri talkshownya dokter Intan mengenai masalah sembelit di pameran Mother Baby Fair Surabaya bulan lalu. Ternyata Interlac ini satu-satunya probiotik di Indonesia yang mengandung Lactobacillus reuteri protectis lho. Dan insyaallah keamanannya dijamin karena sudah mendapatkan predikat GRAS (Generally as Safe) dari US FDA, yakni merupakan sertifikasi keamanan tertinggi untuk suplemen makanan.

Interlac ini juga aman dikonsumsi bayi sejak usia 0-3 tahun bahkan hingga dewasa. Untuk bayi yang baru lahir terbukti aman dan efektif meningkatkan imunitas bayi terhadap alergi.

Selain itu ada banyak lho jenis produknya. Nih, saya jabarin satu-satu ya:

  • Drops

Jenis ini cocok untuk bayi usia 0-1 tahun. Selain itu mudah banget penggunaannya tinggal ditetesin aja ke bayi. Namun kata dokter Intan sebaiknya dianjurkan untuk menggunakan sendok, agar bakteri yang menempel di bibir drops tidak menyebar terlalu banyak. Selain itu rasanya netral (plain), jadi nggak khawatir dilepeh lagi deh hehe.

  • Sachet

Kalau jenis ini tinggal dilarutkan dalam sedikit air. Bisa juga dicampur ke dalam makanan. Rasanya pun netral sama dengan yang jenis drops

  • Tablet kunyah

Naah kalau yang ini buat anak-anak yang sudah bisa mengunyah yaa buu. Selain itu ada dua varian rasa yakni rasa lemon dan strawberry.

Setelah Dua Minggu Pemakaian Interlac…

Karena Akmal nggak mesti setiap hari BAB, kadang dua hari sekali kadang ya tiap hari sih, alhamdulillah nggak sampe seminggu sekali (naudzubillah min dzalik deh ya), makanya saya segera memberikannya Interlac ini. Dan probiotik ini insyallah aman dikonsumsi setiap hari. Asal tetap memerhatikan dosisnya ya.

Akmal belum sempurna giginya, maka saya memberikannya yang bentuk drops dan kadang-kadang sachet. Pertama kali saya cobain ke dia Interlac yang drops butuh perjuangan banget lho. Maklum anaknya udah gesit lari-larian ke sana ke mari haha. Siapa di sini yang anaknya samaan susah kalau mau diminumin obat atau vitamin? 😀

Yaudah saya akalin aja pake sendok. Lalu saya ajak dia terlibat buat minumin vitaminnya langsung. Sebelumnya saya tetesin Interlac drops sebanyak lima tetes (ini dosis per hari ya) ke sendok. Nanti biarkan Akmal yang nyuapin Interlacnya ke dia (jelas sambil di bantuin). Eh Alhamdlillah berhasil! Haha.

Setelah setiap hari saya berikan probiotik ini alhamdulillah BAB Akmal lancar hampir setiap hari. Teksturnya pun tidak sekeras biasanya. Alhamdulillah. Kayaknya kudu nyetok nih di rumah. Saya juga nyoba lho dan memang bener efeknya langsung cesss pleng! Memang sih harganya agak pricey, tapi melihat manfaat dan efeknya yang bagus nggak ada salahnya lho dicoba.

Interlac ini mudah kok didapatkan di drugstore terdekat, atau di Guardian, Viva Health, baby shops dan secara online di Mothercare.co.id, JD.ID dan Orami. Informasi lebih lanjutnya bisa kepoin di bawah ini ya :

Website:  www.interlac-probiotics.com

Instagram: @interlacprobiotics

Facebook:  interlacprobiotics

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here