“Aduuuh, sakit banget gigi Ibu! Rasanya cenut-cenut sampe ke ubun-ubun!”

Ibu lantas mengambil air hangat dan mencampurkannya sedikit dengan garam. Lalu larutan itu dia gunakan untuk berkumur-kumur. “Biar nyerinya berkurang,” katanya.

Sudah hampir setahunan ini Ibu mengeluhkan giginya yang sakit. Rupanya Ibu mengalami gigi berlubang.

Gejala Awal Gigi Berlubang

Sejak sakit gigi, Ibu merasakan nyeri saat mengonsumsi makanan baik itu panas ataupun dingin. Bahkan nyerinya itu sampai ke kepala dan membuatnya jadi pusing. Namun hal ini hanya berlangsung sesekali saja tidak yang setiap waktu.

Gigi yang berlubang jadi lebih sensitif saat kita menggigit makanan. Apalagi kalau makanannya bertekstur keras. Huhu rasanya menghujam sampai ke akar-akarnya 🙁

Mau makan nggak enak, mau tidur nggak nyaman. Kalau cenut-cenutnya datang semua makanan yang biasanya menggoda selera jadi nggak nafsu untuk menyentuhnya.

Saya juga pernah sakit gigi berlubang. Kalau lagi minum es krim, rasanya langsung nyut! Berdenyut tanpa ampun! Sensitivitas pada gigi jadi lebih tinggi. Alhasil gegara sakit gigi saja bisa memengaruhi ke seluruh tubuh.

Ah, dari sakit gigi saja kita bisa mengambil hikmah bahwa betapa nikmatnya rezeki sehat.

Kita sering lupa kalau sehat juga termasuk rezeki, nggak hanya harta, tahta dan keluarga tapi kita malah sering mengabaikan dan nggak menjaganya dengan baik.

Lha wong dikasih sakit gigi satu biji saja mengeluhnya berhari-hari dan membuat kita terhambat untuk melakukan beberapa aktivitas. Mengganggu produktivitas dan sangat berpengaruh juga ke emosi kita.

Jangan Remehkan Gigi Berlubang!

Persoalan sakit gigi berlubang ini memang nggak bisa diremehkan lho. Selain Ibu, adik saya, sebut saja adik N juga pernah mengalaminya. Bahkan dia lebih parah, tidak hanya satu gigi saja tetapi jumlahnya mencapai 6 gigi berlubang!

Gigi geraham bagian belakangnya sudah habis tak bersisa. Sebagian lagi ada yang sudah dicabut atau ditambal.

Kalau sedang kumat, giginya nggak hanya merasakan nyeri tapi juga muncul beberapa sariawan. Selain itu gusinya juga beberapa kali jadi bengkak dan berdarah. Bahkan jika sakitnya tak tertahankan adik saya mengalami demam.

Persoalan gigi berlubang pada adik N  itu malah berlangsung sejak usianya masih di bangku SMA. Beberapa kali adik N berkunjung ke dokter gigi hanya untuk cabut gigi, atau tambal gigi atau kontrol setelah semua tindakan itu.

Efeknya nafsu makan tidak senormal orang lain. Sehingga berujung pada fisiknya yang –agak- ringkih.

Adik N pernah cerita, waktu ke dokter dirinya harus duduk di ‘kursi panas’ ruangan dokter gigi selama beberapa jam. Dokter memintanya membuka mulut dan memeriksa seluruh kondisi giginya yang bermasalah itu.

“Wah ini sih harus dioperasi mbak karena sudah parah,” kata dokter gigi saat itu.

Mendengarnya adik saya tentu saja shock. Tetapi mau tak mau dia harus melaluinya, pasrah pada keputusan dokter demi kesembuhan gigi berlubang yang dialaminya.

Pengobatan Gigi Berlubang

Melihat kondisi gigi berlubang yang dialami adik N, dokter akhirnya mengambil tindakan. Namun sebelumnya dokter memintanya untuk mengambil foto X-ray gigi.

Menurut dokter, beberapa gigi adik N memang harus dicabut. Sebab kerusakan pada lubang gigi sudah sangat parah. Setelah itu dokter memintanya untuk memakai gigi palsu untuk mengisi celah bekas gigi yang dicabut. 

Pengobatan pada gigi berlubang yang dilakukan dokter itu berbeda-beda ya. Tergantung tingkat keparahannya.

Kalau pengobatan yang dilakukan pada gigi Ibu saya, dokter melakukan perawatan saluran akar gigi.

Seperti yang dilansir di websitenya Halodoc, pada perawatan saluran akar gigi, dokter gigi melakukan penghilangan jaringan saraf dan bagian gigi lain yang membusuk.

Lalu memeriksa bagian yang terinfeksi dan memberikan obat ke akar gigi sesuai kebutuhan. Setelah itu, gigi akan diisi dan mungkin diletakkan mahkota gigi di atasnya. 

Persoalan gigi berlubang ini memang nggak boleh dianggap sepele. Sebab jika dibiarkan dampaknya membahayakan lho.

Salah satunya bisa nejadi penyebab masalah jantung hingga stroke.

Waduh, apa hubungannya?

Ternyata, gusi yang mengalami luka memicu masuknya bakteri di mulut ke dalam aliran darah, sehingga mengakibatkan infeksi pada otot jantung bagian dalam. Begitu pula dengan risiko terjadinya stroke.

Jangan sampai deh terjadi, naudzubillah ya.

Mulai sekarang kita harus aware sama kesehatan gigi. Dimulai dari rutin sikat gigi sehari 2 kali, mengonsumsi makanan yang tidak terlalu dingin maupun panas, dan banyak konsumsi sayur dan buah.

Kalau sekarang kamu sedang mengalami masalah gigi, segera periksakan ke dokter gigi ya. Nggak perlu takut, sekarang mah sudah terbantu banget dengan adanya aplikasi Halodoc.

Kita bisa konsultasi secara online dan memilih dokter di aplikasi Halodoc sesuai kebutuhan kita. Selain itu bisa juga mencari obat yang kita butuhkan. Tinggal klik aja obat yang diinginkan lalu duduk manis di rumah, nggak lama obatmu akan sampai.

Di masa pandemi begini jangan lelah untuk banyak bersyukur yuk. Termasuk nikmat sehat yang sudah Allah beri. Jadi jangan lupa jaga nikmat dari Allah ini ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here