Thursday, December 2, 2021

Review

Home Review Page 2

Konsultasi dan Rapid Test Aman Selama Masa Pandemi

halodoc covid test surabaya
halodoc

Beberapa hari lalu suami flu. Batuk, pilek dan demam menyerang tubuhnya. Hampir tiga hari mendekam di rumah aja nggak ke mana-mana. Saya awalnya khawatir kalau gejala ini bisa lebih parah. Covid-19 menjadikan saya lebih parno dari biasanya.

Sebetulnya saya ingin menyarankan suami untuk ke dokter saja atau ke rumah sakit, duh tapi kok masih khawatir ya. Kasus corona yang belum juga mereda membuat kami jadi was-was untuk pergi ke rumah sakit. Terlebih kami masih memiliki anak balita yang memiliki risiko menular lebih tinggi. Sungguh sebuah dilema.

Hampir saja frustasi, saya langsung teringat pada Aplikasi Halodoc. Sebelumnya saya pernah menginstalnya untuk keperluan belanja APD seperti masker dan handsanitizer. Baru teringat kalau di Halodoc juga bisa konsultasi dengan dokter dan membeli obat tanpa harus ke apotek. Sebuah pilihan yang tepat dan aman di masa-masa genting seperti ini. Ah, terima kasih teknologi!

Tapi suami kekeh aja mau minum obat dari dokter yang pernah dia datangi dulu. Semacam sudah ‘kilk’ nggak mau pindah ke lain hati. Hanya sekarang kan belum berani langsung datang ke tempat praktiknya. Akhirnya ya sudah suami lebih memilih untuk langsung membeli obat flu dan batuk yang biasa diresepkan dokter langganan.

Tanpa perlu ke apotek, bermacet-macet di jalanan, lewat Halodoc semuanya terlayani dengan baik. Kita tinggal memilih mau memesan obat apa, lalu melakukan pembayaran dan pengantaran obat melalui Gojek. Sungguh praktis, mudah dan aman sebab semuanya serba online. 

Ketat akan Protokol Kesehatan

Sejak corona hadir kami sekeluarga jadi aware sama kesehatan dan kebersihan. Dulu mah boro-boro pakai masker keluar rumah, jarang banget. Sekarang bahkan Akmal anak kami wajibkan pakai masker meski cuman beli jajan ke warung depan rumah.

Kalau keluar sebentar meski itu hanya ke tukang sayur dekat rumah, saya sekarang sangu handsanitizer. Pulangnya langsung semprot-semprot disinfektan, cuci tangan dan ganti baju. Hal ini diterapkan ke setiap anggota keluarga di rumah, setiap hari.

Setiap pagi kami olahraga di sekitar perumahan. Meski hanya jogging atau jalan santai tak ketinggalan pakai masker. Tak lupa melengkapi kebutuhan gizi seimbang, istirahat yang cukup dan membuat suasana di rumah serileks mungkin supaya nggak terlalu stress. Saya juga mulai mengurangi dan menyaring baca berita soal covid-19 setiap hari karena jujur itu bikin kita jadi tertekan.

Apalagi sudah memasuki realitas new normal. 

Meski pemerintah telah menyudahi pembatasan sosial berskala besar (PSBB), tetap saja sebagai warga kita wajib mawas diri menjaga kesehatan keluarga. Intinya jangan sampai abai, ya bahkan bersikap seolah corona sudah musnah.

Terlebih bagi mereka yang sudah memulai aktivitas di luar rumah, bekerja dari kantor maupun membuka kembali restoran atau hotel mereka. Bagi saya mereka yang beraktivitas di luar tidak cukup hanya memberlakukan protokol kesehatan. Kalau perlu bahkan mendesak melakukan rapid test juga. Sebab ini termasuk upaya dalam memutuskan rantai penyebaran covid-19.

Siapa saja yang perlu melakukan Rapid Test?

Rapid test ini diprioritaskan untuk orang yang lebih berisiko terkena COVID-19. Seperti:

Kategori Risiko Tinggi:

  1. Menunjukkan gejala demam tinggi di atas 37.7 derajat Celcius.
  2. Menunjukkan gejala ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) berupa batuk berkepanjangan, pilek, hidung tersumbat, sesak napas.
  3. Dan dalam 7 hari terakhir berada di lingkungan yang memungkinkan ada kontak/berdekatan dengan pasien  positif COVID-19, misalnya kendaraan umum yang padat, atau dari bepergian daerah dengan frekuensi infeksi tinggi.

Kalau nggak memiliki gejala 1-2, namun beresiko poin 3, artinya termasuk resiko sedang, dan disarankan screening menggunakan rapid test, ya.

Kategori Risiko Rendah

Orang Tanpa Gejala (OTG)

Orang Tanpa Gejala adalah orang yang tidak memiliki gejala apapun namun pernah kontak erat dan tetap berisiko tertular dari pasien positif COVID-19.

Kontak erat dalam kriteria ini jika pernah melakukan kontak fisik secara langsung, berkunjung atau berada di dalam ruangan yang sama (dalam radius 1 meter) dengan pasien positif. Dalam 2-14 hari terakhir setelah kasus timbul gejala, maka disarankan untuk rapid test.

Tapi hari gini kadang kan masih parno ya untuk melakukan rapid test dengan mengantri di rumah sakit. Halodoc kini hadir memberikan solusi bagi teman-teman di Surabaya dan di manapun yang mau melakukan covid test Surabaya .

Mengapa lewat Halodoc? Karena kita bisa merencanakan jadwal sesuai kebutuhan kita. Jadi nggak perlu khawatir ngantri panjang di rumah sakit.

Cara melakukan rapid test melalui Halodoc mudah kokYuk, ikuti instruksinya berikut ini:

  1. Pertama-tama, buka aplikasi Halodoc dan klik tombol COVID-19 Test” kemudian kamu klik ini: Lokasi Rapid Test Drive.
  2. Setelah itu, kamu bisa memilih tempat dan waktu untuk melakukan rapid test ini.
  3. Kamu akan diminta untuk mengunggah foto/scan informasi diri (KTP untuk orang dewasa, dan Kartu Keluarga untuk anak di bawah umur) dan melakukan pemesanan.
  4. Jika sudah mengunggahnya, kamu akan melanjutkan ke tahap pembayaran. Biaya akan bergantung kepada biaya jasa tenaga medis dan penyediaan alat yang diberikan oleh pihak rumah sakit.
  5. Setelah berhasil, maka kamu akan menerima kembali SMS konfirmasi tentang jadwal tes dan detail pesanan. SMS tersebut harus ditunjukkan kepada petugas medis saat melakukan pemeriksaan kelak.

Gimana? Mudah banget kan. Semoga kita semua diberi kesehatan ya. Aamiin.

 

Sumber:

  1. https://www.farmaku.com/artikel/apa-itu-rapid-test-cara-kerja
  2. https://www.halodoc.com/layanan-rapid-test

 

Let’s Read: Pilihan Pas Perpustakaan Digital untuk Anak

“Bunda, ayo bacain (aku) buku!” pinta Akmal setiap kali mau tidur.

Namun tak jarang kebiasaan membaca buku bukan lagi saat mau tidur saja. Kadang saat mau makan, sehabis main lompat-lompat, ketika sudah bosan bermain dengan kucing-kucing, atau sekadar mengisi waktu di saat dia bosan dan tidak tahu mau ngapain. Tinggal sodorin buku dan dia seperti sudah tenggelam dalam dunianya sendiri.

Menumbuhkan minat membaca pada anak tentu bukan dibangun dalam semalam. Saat hamil saya sudah ngintip-ngintip dan nyicil beli buku anak-anak. Dan ketika Akmal masih bayi saya rutin membacakan buku padanya. Sedari awal saya bertekad kalau punya anak pengen banget dia cinta membaca. Seambisius itu, ya. Hehehe.

Kenapa Harus Repot Membacakan Buku kepada Anak?

Kenapa sih masih bayi, kok, udah dibacain buku? Memangnya dia ngerti? Jangankan paham isinya, itu deretan huruf-huruf apa aja si bocah juga belum tahu, kan?

Beberapa orang pernah mengatakan hal senada ketika melihat saya asyik membacakan buku pada Akmal.

Sebenarnya bukan karena agar si Akmal bisa cepat membaca, tapi lebih kepada menumbuhkan kecintaan budaya membaca.

Kalau menurut Fauzil Adhim, salah satu pakar parenting muslim dan penulis buku Membuat Anak Gila Membaca, menyatakan bahwa membaca itu dibagi menjadi dua pemahaman:

Pertama, membaca karena ingin memberi pengalaman. Artinya, lebih menekankan pada proses. Di sini anak nggak dituntut harus tahu huruf, bisa baca pada, atau merangkai kata di usia sekian. Bukan itu maksudnya. Tapi, memberikan kesan kalau membaca itu menyenangkan, lho. Nah, kalau udah begini harapannya kelak dia jadi suka baca. Poinnya, menumbuhkan gairah minat baca pada anak.

Kedua, membaca agar bisa merangkai huruf. Kalau yang ini obsesi agar anaknya bisa cepat mengetahui struktur huruf dan merangkai kata. Menurut Fauzil Adhim kalau ini tujuannya malah bisa membuat anak jadi cepat bosan. Karena anak dituntut agar bisa cepat baca. Artinya, ada paksaan. Fokusnya pada hasil, bukan proses.

Untuk saat ini kami (saya dan suami) lebih fokus pada poin pertama. Menumbuhkan minat membaca sejak kecil. Itu dulu aja deh yang penting.

Dari membacakan buku cerita sejak kecil, anak jadi belajar banyak hal baru. Mulai mengenalkan warna dan bentuk, nama-nama hewan, jenis-jenis mobil, dan sebagainya. Lewat buku juga Akmal mulai tahu orang dengan bermacam-macam profesinya. Orang yang membawa palu dan gergaji namanya pak tukang, yang berseragam cokelat membawa peluit di jalan namanya pak polisi, yang berjas putih berkalung stetoskop namanya pak dokter, dan sebagainya.

membaca buku sejak bayi
Waktu Akmal 6 bulan. Bukunya masih yang jenis board book, touch book, dan lebih banyak gambar.

Selain itu juga menambah kosakata sehingga meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Hal ini saya amati ketika Akmal sudah berusia 1,5 tahun. Kosakatanya mulai banyak dan sudah bisa merangkai satu kalimat. Kini di usianya yang menjelang tiga tahun sudah beraneka ragam pertanyaan yang sanggup dia ajukan kepada orangtuanya. Kadang-kadang sampai kewalahan menjawab. Hahaha.

Keterampilan membaca ini tentu bermanfaat buat bekalnya saat dewasa nanti. Agar pemikirannya jadi terbuka pada fenomena yang terjadi di sekitarnya dan nggak mudah percaya hoaks. Jadi inget sama kata-katanya Zen RS, salah satu editor media online. Dia bilang:

Yang berbahaya dari menurunnya minat baca adalah: meningkatnya minat berkomentar.

Bener banget ini sih kayaknya udah menjadi budaya netizen Indonesia. Apa-apa dikomentari tanpa dasar yang jelas.

Bagaimana Cara Menumbuhkan Minat Baca untuk Anak?

Langkah pertama dan sangat penting adalah memilih buku sesuai usia anak. Buku pertama Akmal jenisnya buku bantal. Bahannya dari kain dan empuk. Jadi nggak perlu khawatir sobek atau rusak. Sebab usia bayi artinya masih dalam tahap pengembangan motorik halus, jadi masih suka emut-emut dan nyobek-nyobek kertas. Selain itu gampang dibawa ke mana-mana dan nggak makan tempat karena bisa dilipat macam baju. Hehehe.

Selain itu ada pula jenis buku boardboook. Bahannya dari kertas karton tebal. Biasanya dalam satu halaman hanya terdiri satu atau beberapa kata saja dan satu gambar. Warnanya pun colourful. Anak-anak pasti suka.

buku bayi
Pilih buku yang colourful, bahannya awet dan ilustrasinya menarik.

Saat usianya sudah dua tahun kami mulai melibatkannya memilih buku bacaannya.

“Akmal suka gambar yang mana?” tanya saya saat melihat-lihat di toko buku. Ada masanya dia suka buku tentang dinosaurus, aneka macam burung, dan lainnya. Kalau sekarang sih dia sedang suka sekali sama cerita tentang petugas pemadam kebakaran.

Mengajak ke Perpustakaan atau ke Pasar Loak

Mengajaknya ke perpustakaan adalah salah satu cara menghemat pengeluaran membeli buku. Saya mengajak Akmal ke perpustakaan biasanya dua minggu sekali. Tapi karena lagi masa pandemi sekarang sementara perpustakaannya tutup 🙁

perpustakaan anak
“Minta tolong ya, Nak, ini perpustakaan bukan warung kopi!” Hahaha. Mohon jangan ditiru.

Akmal senang sekali diajak ke perpustakaan. Nggak seperti perpustakaan zaman saya SD dulu yang identik dengan jorok, berdebu dan tidak terurus. Perpustakaan di kota Malang sekarang baguuus banget! Rapi, bersih, dan ada ruangan bermain untuk anak. Kami selalu betah kalau main ke sana bahkan sampai ketiduran. Hahaha.

Sejujurnya buku anak-anak itu mahal, lho. Hehehe. Mungkin karena bahannya yang tebal dan berwarna-warni, ya. Jadi saya nggak selalu beli buku baru untuk Akmal.

Untungnya tempat tinggal kami tak jauh dari pasar buku bekas. Kalau Akmal kelihatan bosan dengan buku-bukunya, tinggal ajak dia meluncur ke pasar buku loakan itu dan belanja buku. Namanya juga pasar buku loakan, jadi harganya miring. Si bocah senang, kantong juga aman. Hehehe.

Baca juga yuk : Berkunjung ke Perpustakaan Umum Kota Malang yang Ramah Anak

Tantangan Membacakan Buku untuk Anak

Kalau pas bayi sih tantangan masih pada responnya yang belum tentu menunjukkan minat pada buku. Kadang dilempar, disobek, bahkan tak jarang masuk mulut.

Semakin ke sini tantangannya ada pada distraksi. Yakni distraksi adanya gadget. Saya nggak menyangkal sih kalau hadirnya gawai itu ya tak terhindarkan. Zaman sekarang balita sudah canggih mengoperasikan gawai. Jadi ya memang nggak bisa ‘lari’ dari gawai, kuncinya adalah dibatasi dan diseleksi.

Akhirnya saya dan suami berkompromi untuk membolehkan Akmal bermain HP tapi dibatasi satu hari hanya satu jam. Itupun di bawah pengawasan. Selain itu channel yang dipilih tentu yang kids friendly dan mengandung unsur edukasi.

Mengenalkan Anak kepada Buku Digital

Tantangan distraksi ini makin meningkat di masa pandemi. Frekuensi melihat HP jadi lebih banyak karena Akmal melihat ayah bundanya yang bekerja dari rumah, melihat kami berdua juga lebih intens dekat pada gawai.

Menurut kami ini jadi agak kurang sehat, ya.

Untungnya makin ke sini, aktivitas membaca buku juga makin inovatif. Kalau aktivitas melihat HP makin tak terhindarkan, setidaknya apa yang dilihat anak-anak kita tak jauh dari buku. Akhirnya sekalian kami kenalkan Akmal pada buku digital.

Berkenalan dengan Let’s Read: Perpustakaan Digital untuk Anak

Aplikasinya bernama Let’s ReadSebuah perpustakaan digital yang menyediakan ratusan buku digital khusus untuk anak-anak. Let’s Read diprakarsai oleh Books for Asia, yakni program literasi yang telah berlangsung sejak 1954. Program tersebut menerima U.S. Library of Congress Literacy Awards atas inovasi dalam promosi literasi pada Desember 2017. Perpustakaan digital ini dibangun untuk menumbuhkan budaya baca para pembaca cilik di Asia.

Ratusan Cerita Bergambar yang Menarik

Klik yang paling menarik karena Let’s Read punya banyak pilihan cerita.

Saat memperlihatkan pertama kali ke Akmal adanya perpustakaan digital ini, dia senang sekali. Kami benar-benar dimanjakan sama ilustrasinya yang menarik dan sangat colourful! Momen membaca jadi lebih menyenangkan.

Cerita pertama yang dipilih Akmal judulnya Hari yang Indah karya Elana Bregin.

Sebuah cerita sederhana tentang keluarga Nicholas yang berangkat piknik ke sungai. Gambar ilustrasinya atraktif, ceritanya sederhana tapi juga relate sama keseharian. Tentang keakraban keluarga yang bahagia.

Selain itu kita bisa memilih bukunya sesuai dengan tingkat kesulitan. Jadi ada levelnya gitu menyesuaikan usia dan pemahaman anak. Yang menarik lagi di Let’s Read menyediakan cerita dengan beragam bahasa selain bahasa Indonesia dan Inggris. Ada pula bahasa daerah dari Jawa, Sunda, Minangkabau dan Bali serta bahasa daerah lainnya di berbagai penjuru Asia. Ceritanya juga banyka yang mengusung kearifan lokal.

Bisa Diakses Secara Gratis dan Dibaca di Mana Saja!

Let’s Read bisa diunduh melalui Android. Selain itu bisa diunduh dan disimpan jika ingin membaca dan mengaksesnya tanpa internet. Kalaupun mau mencetaknya bisa juga. Tapi cuma untuk keperluan pribadi, ya. Jangan dicetak secara massal.

Bagusnya di Let’s Read, kita bisa pilih menu bahasa, level cerita, juga label tema cerita yang mau kita bacakan buat anak.

Bagi pengguna iOS bisa mengaksesnya melalui situs Let’s Read di browser. Situsnya pun sangat mobile friendly. Menurut saya masih nyaman dibaca sama dengan aplikasinya.

Let’s Read bisa menjadi salah satu alternatif perpustakaan digital yang pas untuk anak-anak, terlebih di masa-masa pandemi sekarang ini. Solutif banget buat meningkatkan minat baca pada generasi Z dan generasi Alpha yang sudah akrab sama gadget sejak kecil.

Jadi ayah bunda sudah download Let’s Read belum?

 

 

 

Milna Nature Puffs Organic Pilihan Camilan Sehat untuk Si Kecil

Orangtua mana sih yang nggak pengen hal terbaik untuk anaknya?

Semua orangtua pasti berharap kan agar kelak sang buah hati tumbuh dan berkembang menjadi anak yang sehat, bahagia dan tumbuh kembangnya optimal. Maka dari itu penting banget memerhatikan 1000 hari pertama kehidupan anak. Salah satu yang penting untuk mendukung optimalnya 1000 hari pertama kehidupan tentu saja asupan nutrisinya.

Inget banget dulu waktu hamil Akmal saya sangat menjaga makanan yang masuk ke dalam perut. Memperbanyak sayuran, buah, ikan, daging dan kacang-kacangan sudah menjadi santapan sehari-hari. Bahkan makanan favorit seperti mie dan bakso sangat saya kurangi saat itu hehehe.

Hal ini berlanjut saat masa-masa menyusui. Karena apa yang saya makan tentu saja akan diserap oleh si bayi. ASI yang diminum Akmal menjadi makanan utama untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Saya memberikan ASI padanya di usianya dari 0-6 bulan.

Menginjak usia 6 bulan saatnya mengenalkan makanan pendamping ASI (MPASI) pada Akmal.

Pertama kali Akmal berkenalan sama buah naga 🙂

Kenapa memberikan makanan tambahan pada usia segini? Karena ASI saja tidak mencukupi kebutuhan nutrisinya. Di usia antara 6-8 bulan, kebutuhannya hanya tercukupi dari ASI sebesar 70 persen.

Kebutuhan zat besi pun sudah tak tercukupi sejak bayi berusia enam bulan jika hanya mengonsumsi ASI. Di enam bulan pertama, cadangan zat besi dari lahir memang masih mencukupi kebutuhan tubuhnya.

Tapi setelah usia 6 bulan harus dipenuhi dari MPASI juga. Karena kandungan zat besi dalam ASI saat bayi hanya 0.3 mg zat besi/harinya, sementara kebutuhan zat besi bayi usia 6-12 bulan adalah 11 mg per hari lebih tinggi dari kebutuhan anak berusia 1-3 tahun yang membutuhkan zat besi lebih sedikit, yaitu 7 mg per hari.

Pertama kali mengenalkan MPASI pada Akmal saya membuatkannya makanan yang mengandung protein, lemak, zat besi, kalsium, vitamin, mineral serta makanan-makanan yang mengandung bahan-bahan alami dan memiliki nutrisi lengkap (baik makro maupun mikronutrien).

Waktu itu saya membuatkannya sup nasi ikan ditambah parutan wortel. Karena baru perkenalan makanan maka saya memberikannya dengan tekstur yang lembut, namun tidak terlalu encer. Respon awal tentu saja tidak langsung lahap habis tapi ada adegan dilepeh dikit-dikit hehehe. Tidak mengapa wong baru pertama kali kenalan sama makanan.

Selain makanan utama yang bernutrisi, saya juga memberikan Akmal camilan yang bergizi. Camilannya tentu saja nggak sembarangan, ya. Yakni yang mengandung salah satunya zat besi dan kalsium.

Zat besi penting banget untuk pembentukan hemoglobin darah dan mencegah anemia. Sementara kalsium sangat bermanfaat untuk pembentukan tulang dan gigi. Kalsium juga dibutuhkan untuk otot, jantung, saraf, dan organ tubuh lainnya sehingga dapat berfungsi dengan baik. Misalnya saya berikan  buah-buahan yang ada kandungan zat besi dan kalsiumnya seperti pisang, alpukat, apel, buah naga atau sesekali keju.

Memilihkan camilan untuk Akmal harus selektif karena harus menyesuaikan tekstur dan usianya. Saya pilihkan yang mudah dipegang dan lumer saat dimakan. Saat sudah bisa menjimpit makanan saya pilihkan Milna Nature Puffs Organic

Kelebihan Milna Nature Puffs Organic

Siapa sih bunda-bunda yang nggak kenal sama Milna?

Si ahlinya makanan bayi selama lebih dari 30 tahun, kini menghadirkan Milna Nature Puffs Organic, camilan sehat berbahan organik yang dirancang juga untuk menstimulasi sensor motorik si kecil.

Senang sekali saat tahu Milna Nature Puffs Organic ini dibuat dengan bahan-bahan organik. Tidak mengandung pengawet, tanpa pemanis buatan, tanpa penguat rasa apalagi pewarna sintetis. “Milna Nature Puffs Organic mengandung 95% bahan makanan organik. Dibuat dari beras hasil metode agrikultur ramah lingkungan, non GMO (genetically modified organism) yang terjamin kualitas nutrisinya. Milna Nature Puffs Organic juga bebas gluten, kaya zat besi dan tinggi kalsium,” jelas Christofer Samuel Lesmana, Business Unit Head for Baby and Kids Food Category KALBE Nutritionals.

Ada 3 varian rasa Milna Nature Puffs Organic: Cheese, Banana, Apple&Mix Berries

Selain bernutrisi, Milna Nature Puffs Organic ini juga bebas gluten. Bunda-bunda yang anaknya alergian, insya Allah aman nih memberikan camilan Milna Nature Puffs Organic. Selain itu memiliki tekstur yang lembut dan mudah lumer di mulut.

Rasanya ada apa aja nih?

Ada tiga varian rasa yakni Cheese, Banana dan Apple&Mix Berries. Kesukaan Akmal tentu saja yang Cheese hihi.

Selain itu camilan sehat Milna Nature Puffs Organic ini cocok banget menstimulus sensor motorik si kecil. Bentuk hatinya yang mungil menyesuaikan dengan ukuran tangan anak sehingga leluasa untuk mencubit dan mengambil benda kecil di sekitarnya. Dari sini anak belajar mengembangkan panca indera juga lho. Kalau kata Akmal sih “jajan Love nya lucuk bunda” hehehe.

sumber foto: WWCOMM

Kata Head of Medical KALBE Nutritionals dr. Muliaman Mansyur, pemberian makanan kecil yang sesuai dengan tangan atau dikenal dengan finger food adalah cara yang dianjurkan untuk mendukung koordinasi antara mata dan tangan, mengembangkan kemampuan menjepit dan mencengkeram, serta keterampilan mengunyah. “Stimulasi ini juga dapat membantu meningkatkan konsentrasi, fokus, perhatian si kecil di kemudian hari,” papar dr. Muliaman.

Di mana bisa beli Milna Nature Puffs Organic? 

Nggak perlu khawatir bun, karena produk ini sudah bisa ditemukan di mana-mana kok. Di toko general trade, modern trade maupun di e-commerce Official Stores Milna. 

Semangat memberikan nutrisi terbaik untuk si kecil ya bun. Semoga keluarga sehat selalu! 🙂

 

Mengenal Islamic Montessori [Review Buku]

Saya mendengar istilah metode Montessori sejak Akmal umur 10 atau 11 bulan. Waktu itu Akmal mulai aktif-aktifnya kesana ke mari dan rasa keingintahuannya sangat besar.

Bundanya sering kehabisan ide mau ngajak main apa lagi yang mengandung unsur edukasi. Lalu mencoba browsing sana sini lewat media sosial dan menemukan banyak bertebaran tagar Montessori di rumah.

Saya pun kepo-kepo apa sih Montessori ini. Oh, ternyata metode pengasuhan anak yang digagas sama Maria Montessori, si foundernya yang seorang dokter juga pengamat pendidikan. Lebih lengkapnya browsing sendiri aja ya haha.

Dan menurut saya oke juga kalau diterapkan ke Akmal. Saya memang belum sampai taraf serius yang ikut coursenya atau bahkan kuliah khusus metode Montessori. Karena pas tahu harganya bikin saya menangis di pojokan kamar #lebay. Ya nanti deh kalau ada rezeki lebih saya pengen banget bisa belajar serius metode ini.

Ada beberapa poin yang bikin saya kepincut sama metode ini.

Misalnya poin tentang Follow the Child. Kita sebagai orangtua kerapkali memaksa keinginan kita (saya aja kali ya hehe) ke anak. Kamu tuh harusnya begini nggak gitu, kamu baiknya baca buku ini bukan itu, dst…dst. Selain kecewa karena anak nggak tertarik untuk melakukan apa yang kita mau, berpengaruh juga kan sama psikis mereka.

Baca juga dong : Mengenalkan Buku Sejak Bayi 

Untuk itu Montessori mencoba melakukan observasi dan mencoba menelaah apa sih sebetulnya yang menjadi ketertarikan dan kesukaan anak.

Misalnya ni maksa anak main playdough tapi ternyata panci dan perkakas dapur lainnya lebih menarik buatnya. Yaudah kasih ajalah itu buat mainan mereka. Mungkin dia anggap itu perkakas dapur adalah alat musik untuk menciptakan mahakaryanya, toh hitung-hitung mengasah kreativitasnya.

Tapi ya nggak serta merta mengikuti semua keinginan anak. Tentu saja tetap ada batasan-batasan yang harus anak ikuti sesuai dengan prinsip dan norma yang dipegang oleh keluarga. Namun bukan juga melarang anak melakukan ini dan itu.

Intinya sih kita harus memberikan ruang bagi anak untuk memilih. Kegiatan apa yang ia ingin lakukan? Media bermain mana yang ingin ia eksplorasi? Kita harus meyakini bahwa apa yang ia pilih memang yang sedang dibutuhkannya saat itu.

Selain itu metode Montessori juga mengembangkan lima aspek dalam pendekatan pendidikan ke anak-anak.

Yakni, aspek practical life, sensorial, language, mathematicsdan culture.

Sebenarnya mengembangkan kelima aspek ini bagus untuk tumbuh kembang anak-anak tapi saya merasa seperti ada yang kurang. Sedari awal sih saya merasa kalau metode ini ‘kering’ sama hal-hal berbau spiritual, ya mungkin karena pengaruh foundernya dari Barat sana sih.

Hingga saya menemukan sebuah akun di Instagram namanya @islamicmontessori_ sebuah komunitas Indonesia Islamic Montessori Community (IIMC) yang diprakarsai oleh Zahra Zahira. Oh, ternyata ada toh komunitas yang concern pada metode Montessori tapi berbasis Islam. Semakin excited saat Ms Zahra membuat buku berjudul Islamic Montessori.

Isi Buku Islamic Montessori

Buku terbitan anakkita ini terbagi menjadi dua seri, yakni yang diperuntukkan buat anak usia 0-3 tahun dan untuk usia 3-6 tahun. Mengingat Akmal saat ini masih 23 bulan jadi saya beli yang untuk usia 0-3 tahun dulu.

Di buku ini dijelaskan kembali soal Filososfi Montessori yang sesungguhnya serta cara Ms Zahra menggabungkan nilai-nilai Islami dalam metode Montessori. Ada 10 filosofi Montessori yang diingatkan kembali dalam buku ini, seperti:

  1. Absorbent Mind: Tahapan di mana anak-anak mudah sekali menyerap informasi dari mana saja. Anak-anak menyerap informasi di lingkungan sekitar melalui pancaindra, penyerapan bahasa, pengembangan motorik, kognitif dan kemampuan sosial. Maka sudah seharusnya sebagai orangtua memberikan teladan yang baik, yang sesuai nilai-nilai Islam agar membentuk akhlak yang baik.
  2. Sensitive Periods : Tahapan di mana anak menunjukkan ketertarikan yang kuat terhadap benda atau aktivitas tertentu. Misalnya, Akmal lagi suka banget sama yang namanya hewan kuda. Di manapun ada suara gemerincing dia teriak kegirangan menyebut Kuda! Kuda! padahal ternyata yang lewat becak. Nah, dari sini kita bisa sisipkan bahwa hewan tersebut ciptaan Allah lho. Kita sebut-sebut keagungan dan kehebatan Allah dalam penciptaan macam-macam hewan termasuk kuda.
  3. Prepared Environment : Kita bisa menyiapkan lingkungan yang kondusif untuk pembelajaran anak-anak. Misalnya menyiapkan rak mainan atau buku yang sesuai tinggi badannya. Agar terbiasa mandiri mengambil material kegiatan yang telah disiapkan.
  4. Follow the Child: Seperti yang saya ungkap sebelumnya, Follow the child berarti memberikan kesempatan anak untuk melakukan apa yang dia mau dan butuhkan, sehingga akan menumbuhkan rasa percaya dirinya. Tentu dengan memerhatikan nilai-nilai yang dianut dan tidak sebebas-bebasnya juga.
  5. Individual Differences: Setiap anak itu unik dan istimewa. Dalam metode ini menyediakan pendidikan yang mengakomodasi anak-anak sesuai dengan keminatan mereka masing-masing.
  6. Concrete to Abstract : Anak usia 0-6 tahun lebih mudah menerima informasi yang konkret baru abstrak. Misalnya mengenalkan buah rambutan, berikan saja wujud aslinya lalu jelaskan teksturnya, baunya, rasanya.
  7. Hands-on Learning : Anak belajar melalui seluruh inderanya. Anak belajar menyentuh apa pun dan merasakannya sendiri.
  8. Control of Errors: Lingkungan dan material yang disetting dengan konsep Montessori memiliki kontrol kesalahan sehingga anak dapat menemukan cara dalam memecahkan masalah tanpa intervensi orang dewasa.
  9. Freedom with Limits: Ini mirip Follow the Child sih menurut saya. Anak boleh melakukan apa yang dia mau, bebas eksplorasi tetapi dengan batasan-batasan tertentu. Jika membahayakan dirinya ya harus dilarang dan diberitahu.
  10. Respect the Child : Kita sering menganggap anak-anak itu makhluk yang nggak ngerti apa-apa, jadi kerapkali meremehkannya. Padahal sebenernya mereka ya hanya beda ukuran tubuh kok sama orang dewasa. Mereka juga berhak dihargai dan dipercaya. Kalau saya pikir-pikir lagi ini tuh selaras lho sama ajaran teladan Rasulullah yang sangat menghargai anak kecil. Menganggap mereka, mendengarkan mereka bahkan memberikan anak-anak pilihan-pilihan.

Bedanya Montessori dengan Islamic Montessori?

Kalau yang saya tangkap dari buku ini, penerapan filosofi dan material antara Montessori dengan Islamic Montessori ya sama saja.

Yang membedakan adalah ada penambahan nilai-nilai Islami yang ditanamkan dalam konsep Islamic Monetssori. Penulis menambahkan aspek spiritual dalam metode Montessori. Sehingga dalam praktiknya anak diajak untuk tidak lupa hubungan dengan Allah.

Misalnya, untuk melatih aspek practical life dalam memulai segala sesuatu bisa menanamkan pada anak untuk selalu mengawalinya dengan bacaan Basmallah. Mau menyapu baca basmallah, mau memakai baju baca basmallah, dst.

Baca juga dong: Mengenalkan Anak ke Masjid 

Dilengkapi Contoh Aktivitas Montessori Sesuai Usia Anak

Buku yang diterbitkan fullcolour ini juga dilengkapi contoh-contoh aktivitas dengan metode Montessori. Tentu disesuaikan dengan usia anak. Dan juga ada beberapa contoh aktivitas Islamic Studies. 

Contohnya, mendengarkan kisah-kisah nabi, membacakan Al-Quran, mengenalkan alam semesta lewat gambar, dll. Yang saya suka contoh-contoh kegiatannya mudah banget diterapkan di rumah. Nggak perlu bingung mau beli mainan ini itu karena beberapa contohnya bisa pakai benda-benda yang ada di rumah.

buku islamic montessori

Hanya saja ((menurut saya lho ya)) aktivitas Islamic Studies yang dicontohkan kalah banyak sama contoh aktivitas lain yang menonjolkan motorik, kognitif serta sensoris. Jadi kita improvisasi sendiri kali ya. Gapapa lah ya itung-itung mengasah kreativitas ibunya buat cari ide aktivitas lain.

review buku islamic montessori

Intinya, saya suka sih sama buku ini. Lumayan sebagai referensi dan panduan untuk merancang aktivitas yang seru buat anak. Tanpa melupakan nilai-nilai Islami yang ingin kita ajarkan ke anak.

Buibu sudah baca buku ini belum?

 

Tampil Wangi dan Mewah dengan Vitalis Body Wash

Kalau ada yang bilang ibu rumah tangga itu enak bisa santai, enggak juga kamu salah.

Sejak pagi sudah bangun untuk beberes rumah, menyiapkan sarapan untuk anak-anak dan suami, lalu lanjut masak buat siang.

Belum lagi ditambah anter jemput anak sekolah, apalagi kalau anaknya lebih dari satu. Eh masih ada cucian numpuk, setrikaan belum terjamah, anak satunya rewel minta ditemani main, lalu customer bolak balik protes lantaran barang pesanannya belum juga sampai (calling for ibu-ibu bakul online), pas nggoreng ikan gosong karena anaknya tetiba kejedut kaki meja, belum kelar masak eh hujan deres, berhenti lah bentar masaknya lari terbirit-birit ke jemuran ngangkutin cucian. Malamnya beberes mainan yang paginya diberantakan lagi haha.

Itu kalau anaknya baru satu sih. Kalau dua sampai enam? Plus tanpa ART? Wah saya salut banget yang bisa menjalaninya.

Baca juga ya: Mengurus Rumah Tanpa ART Itu…

Urusan domestik dan anak yang nggak kelar-kelar terkadang membuat penat dan ngos-ngosan. Rasanya sampai lupa sama diri sendiri. Bahkan kadang-kadang sampe lupa mandi hehe. Mandi pun kadang-kadang masih suka digandolin anak. Baru lima detik di kamar mandi dari luar terdengar suara, “Bundaaaa…ngapaainnn? Aku mau masuk!” 

Saat anak tidur atau ada suami yang gantian jaga adalah waktu yang pas buat mandi berlama-lama tanpa terburu-buru.

Mandi juga menjadi me time tersendiri. Apalagi jika sabun yang digunakan nggak hanya berfungsi sebagai pembersih tetapi juga memiliki keharuman yang berlimpah dan membuat kulit jadi halus. Dan itu ada di Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash.

vitalis bodywash
Tiga Varian Vitalis Body wash. Packagingnya yang travel friendly mudah dibawa ke mana-mana.

Sebelumnya saya tahu Vitalis itu ya merek parfum. Saya pernah memakai body scentnya varian Vitalis Blossom yang kemasannya berwarna pink. Wanginya feminim, glamor dan tahan lama.

Maka senang sekali saat Vitalis mengeluarkan produk terbarunya Vitalis body wash. Pas pertama kali tahu produk ini dari teman, saya langsung cari ke supermarket. Tambah senang karena ternyata harganya murah meriah hehehe #penting.

Varian Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash

Vitalis Body Wash ini hadir dengan tiga varian wewangian. Yakni, White Glow (warna pink), Fresh Dazzle (warna hijau) dan Soft Beauty (warna ungu).

Dari ketiga varian Vitalis Body Wash tersebut saya paling suka yang White Glow. 

vitalis bodywash white glow
Vitalis White Glow mengandung ekstrak licorice dan susu. Aroma fruity dari Cherry & Raspberry, disusul dengan wangi Marshmallow & Gardenia membuat kulit lembut dan tampil elegan.

Pertama kali menghirup aromanya manis, seperti ada unsur wewangian bunga, buah dan susu. Nggak salah sih karena ternyata yang varian ini mengandung aroma cherry dan raspberry. Wanginya yang lembut dan elegan berasal dari marshmellow dan bunga Gardenia.

Pas dicoba untuk mandi wanginya menyeruak ke seluruh ruangan kamar mandi. Bau-bau nggak sedap di kamar mandi musnah! Haha. Saya berasa #MandiParfum pakai Vitalis Body Wash yang pink ini.

Cairannya lembut, busanya berlimpah, dan wanginya menenangkan

Sensasi lembut dan segar terasa di kulit. Vitalis Body Wash White Glow bahannya diperkaya dengan ekstrak licorice dan susu. Cocok banget yang ingin kulitnya terlihat lebih cerah dan bersinar. Tapi saya baru pakai beberapa hari, jadi belum terlalu kentara hasilnya. Mungkin kalau saya mandi pakai varian ini setiap hari dalam waktu berbulan-bulan akan lebih terlihat hasilnya.

Vitalis Body Wash Fresh Dazzle punya kekhasan tersendiri. Varian ini memiliki aroma jeruk dan anti oksidan green tea. Wanginya segar dan tidak terlalu menyengat. Kalau seharian suntuk dan penat kerja, mandi pakai body wash ini langsung terasa menenangkan. Dosa-dosa jalanan segera luruh dan rontok. Hehe.

vitalis fresh dazzle
vitalis fresh dazzle

Fresh Dazzle memberikan manfaat skin refreshing untuk kulit terasa segar, halus  dan lembut.

Varian terakhir dari Vitalis Body Wash adalah Soft Beauty. Dari aromanya saya menebak kalau ini bahannya mengandung floral. 

Eh beneran dong ternyata ada ekstrak rose dan violetnya. Saat mandi pakai Soft Beauty kulit terasa lembut dan halus karena bahannya juga diperkaya dengan ekstrak Avocado dan Vitamin E.  Wanginya Tonka Bean & Sandalwood yang premium membuat saya merasa glamor.

vitalis bodywash soft beauty
vitalis bodywash soft beauty

Mandi dengan Vitalis Body Wash menjadikan momen mandi terasa lebih menenangkan dan rileks. Sabun ini akan menjadi sabun kecantikan favorit saya ke depannya. Karena harganya yang murah meriah membuat saya bisa tampil mewah tanpa merogoh kocek lebih dari budget hehe.

harga vitalis bodywash

Vitalis Body Wash bisa didapatkan di minimarket seperti Alfamart, Transmart atau beberapa marketplace seperti Blibli, Shopee, Tokopedia, Bukalapak dan Lazada.