Monday, January 24, 2022

Review

Home Review Page 10

Ibu, Jangan Lupa Jaga Kesehatanmu!

Pernah ada yang bilang gini,

“Enak ya jadi ibu rumah tangga di rumah lebih santai”

“Ngapain dong di rumah aja?”

Hmmm…menjadi ibu rumah tangga itu apakah hanya tinggal ongkang-ongkang kaki dan nonton TV?

Coba yang bilang begitu sini main ke rumah dan lihat realitanya hehe.

Nggak maksud ngajak berantem kok. Enggak. Tapi saya cuman mau meluruskan saja, bahwa seorang ibu rumah tangga itu juga bekerja lho. Hanya saja di ranah domestik.

Apalagi yang memilih nyambi bekerja atau berbisnis dari rumah. Seperti saya yang memutuskan jadi freelancer content writer. 

Mulai sedari pagi hingga malam waktu istirahat hanya hitungan beberapa jam. Tidak seperti zaman masih single yang habis salat subuh bisa tidur lagi, kalau sekarang? Ya jangan harap.

Saya harus menyiapkan sarapan buat si kecil dan suami. Lalu lanjut mengurus Akmal memandikan, menyuapi sarapan, mengajaknya jalan-jalan, dan bermain . Belum lagi urusan domestik yang rasanya nggak selesai-selesai ya hehe. Nyapu, ngepel, mencuci piring, dan beberes mainan Akmal yang baru aja diberesin eh lima menit kemudian udah berantakan lagi.

Untuk urusan domestik ini saya dan suami berbagi pekerjaan. Sebab di rumah tidak ada mbak ART. Suami biasanya kebagian menyapu halaman, membuang sampah, dan kalau nggak buru-buru berangkat kerja dia yang kebagian mandikan Akmal. Kalau saya kerjakan sendiri semua ya jelas bisa senewen lah, saya bukan powerpuff girl haha.

Belum lagi kerjaan saya sebagai freelancer yang dituntut segera selesai sesuai deadline yang diberikan oleh klien. Tentu saja mengerjakannya nggak semulus yang terlihat di Instagram. Ada banyak intermezzonya. Sesekali si kecil bosan main sendiri lalu narik-narik lengan bundanya yang lagi serius mengetik tulisan padahal ya belum selesai. Atau terkadang saya sambi nggoreng ikan. Ya segitu multitaskingnya agar kerjaan cepat kelar.

Aktivitas tersebut berlangsung terus setiap hari.

Beberapa waktu lalu saking kelelahannya saya jadi ngedrop. Badan menggigil, disertai batuk pilek. Eh nggak lama berselang si Akmal juga ikutan pilek 🙁

Kata dokter sih batuk pilek adalah cara tubuh mengeluarkan virus yang ada dalam tubuh. Selain itu bisa juga sebagai alarm bahwa tubuh kita diminta istirahat sejenak untuk recharge energi. Kalau bahasa Islamnya sakit adalah sebagai cara penggugur dosa.

Rasanya jelas nggak enak banget. Saya jadi pingin rebahan aja di kasur. Tapi si Akmal juga ikutan rewel karena kondisinya yang juga kurang fit.

Emang ya kesehatan itu salah satu invenstasi masa depan untuk terus produktif.

Ini menjadi pengingat saya untuk lebih memperhatikan kesehatan. Pasalnya memang akhir-akhir ini saya kurang minum air mineral, minim makan buah-buahan serta terlalu banyak mengonsumsi fastfood. Padahal dengan aktivitas yang banyak harusnya saya mengimbanginya dengan menambah asupan yang bergizi, olahraga dan cukup minum air mineral.

Untuk mengatasi batuk pilek dan badan yang menggigil itu saya memilih cara alami dulu. Salah satunya dengan membuat minuman rebusan jahe. Agar terasa agak manis saya tambahkan satu sendok madu di dalamnya. Rebusan jahe ini sudah resep yang diwariskan Ibu sejak saya kecil. Beliau memang penganut pengobatan alami selama masih bisa menggunakan bahan-bahan alam.

Belakangan saya tahu ternyata jahe memang banyak banget ya manfaatnya, diantaranya:

  • Meningkatkan imun tubuh
  • Mengatasai rasa mual, kembung dan masuk angin
  • Mengatasi sakit migrain
  • Mengontrol gula darah
  • Menjaga kesehatan tekanan darah
  • Melegakan tenggorokan

Selama beberapa hari minum air rebusan jahe tubuh saya berangsur baik. Tenggorokan saya yang tadinya radang agak mendingan namun belum sembuh total.

Hanya saja merebus air jahe secara tradisional ini memang kurang praktis. Saya harus mengupas jahe terlebih dahulu, apalagi bentuknya yang agak bergelombang itu. Agak memakan waktu lama. Padahal kerjaan saya menumpuk, bayi saya menunggu minta diajak main dan disuapin.

Saya pun memutuskan untuk mencari ekstrak minuman sehat yang mengandung jahe.

Saat mampir ke supermarket dekat rumah dan segera menuju ke bagian minuman ekstrak. Saya telusuri dengan teliti hingga akhirnya menemukan produk minuman sehat dari herbadrink. Dan beruntung ternyata ada herbadrink yang sari jahe. Segera saya comot dan bayar ke kasir lalu bawa ke rumah untuk diseduh.

Sesampai di rumah saya segera merebus air hangat untuk menyeduh herbadrink sari jahe tersebut.

Hmmm…aroma jahe segera menguar dari cangkir saya. Selagi masih hangat sedikit demi sedikit saya sruput minuman tersebut. Sensasi khas rasa jahe terasa banget di lidah dan menghangatkan tenggorokan saya. Rasanya juga pas dan tidak terlalu manis.

Senang sekali sekarang sudah ada herbadrink sari jahe yang lebih praktis, tinggal diseduh, bersih dan tanpa endapan karena diproduksi dengan teknologi tinggi. Sari jahe Herbadrink ini juga sugar free sehingga aman dikonsumsi seluruh keluarga. Selain sari jahe ada juga varian lain seperti sari temulawak dan lidah buaya.

Sekali lagi menjaga kesehatan itu super penting. Sebab ia investasi masa depan. Coba bu kalau kita sakit-sakitan, siapa dong yang mengurus anak dan suami kita? Jadi bu, jangan lupa jaga kesehatanmu! 🙂

 

Promosi Produk Pakai Jasa Influencer? Emang Ngaruh?

Beberapa hari lalu saya berdiskusi dengan adik saya, Bila. Kami membahas tentang rencananya mengembangkan lini bisnis rumahan miliknya, Alulla Bride.

Adik saya menjalankan bisnis sepatu handmade untuk pernikahan. Sepatu-sepatunya bisa disewa, bisa juga dibeli. Usaha ini sudah berjalan kurang lebih 3 tahun terakhir.

Menurut Bila, bisnis Alulla sudah mulai settle. Dalam arti kunjungan customer ke galeri makin ramai, jumlah sepatu yang disewa maupun dibeli juga meningkat. Bahkan dia merasa butuh tenaga baru untuk menambah jumlah produksi.

“Tapi aku maunya enggak stuck di sepatu wedding aja,” katanya. “Aku punya rencana juga produksi sepatu yang bisa dipakai casual, yang buat dipakai sehari-hari lah.”

“Produknya siap? Yang nge-produksi juga sudah siap?” tanya saya.

“Tim yang bikin sepatu sekarang sudah siap. Masalahnya bukan di situ, sih,” jawabnya.

“Terus apa, dong?” tanya saya lagi.

Bila menjawab panjang lebar. Tapi inti dari jawabannya, sebagai bisnis yang sangat bergantung dengan pemasaran online, tim Alulla butuh upaya riset dan memilih strategi digital marketing yang tepat. Apalagi ini buat promosi lini bisnis yang boleh dikatakan beda dari produk yang selama ini sudah ada meskipun brand masih sama. Dan dia merasa di titik itulah Alulla belum siap.

“Jangan sampai, kan, produknya bagus tapi pas dilaunching di Instagram malah minim respon. Mesti cari tahu banget kira-kira apa step yang tepat buat promosi online-nya,” ujarnya.

Diskusi kami belum tuntas. Tapi sejak diskusi itu saya jadi sering baca-baca tentang perkembangan digital marketing hari ini. Dari beberapa artikel yang saya baca, produk fashion mendominasi kategori produk yang dijual di dunia online. Bahkan ada begitu banyak barang impor menyerbu Indonesia. Bisnis pergudangan maju pesat, stok melimpah, tentu banyak pihak yang butuh banget supaya barangnya lekas dipasarkan. Di sinilah marketing jadi urusan yang makin penting.

Namanya juga era digital, jadi kalau ada bisnis mau berkembang mau enggak mau mesti memikirkan pemasaran produknya lewat online. Istilahnya digital marketing. Gampangnya, memanfaatkan semua lini media sosial di internet untuk membuka peluang lebih besar supaya produk kita terjual.

Banyak banget pilihan yang bisa dijalankan kalau kita ingin menjalankan digital marketing. Contohnya pakai Google Business, WhatsApp for Business, email marketing, masih banyak lagi strategi pemasaran yang bisa kita pelajari sendiri dan kita kerjakan secara online.

Dari semua strategi promosi di atas, akhir-akhir ini saya sering membaca tentang influencer marketing. Enggak bisa dipungkiri membaca tentang influencer marketing makin menarik karena kita seringkali jadi mengikuti kehidupan figur influencer-nya. Hehehe…

Tapi tenang, ini ilmu juga, kok. Dan saya akan sedikit berbagi di sini tentang influencer marketing dan manfaatnya untuk bisnis kita.

Strategi digital marketing banyak banget dan bisa dipelajari di internet. Tapi kadang popularitas figur publik yang kita kenal dengan istilah influencer memang punya pengaruh yang besar banget buat keberhasilan promosi.

Kalau target market kita adalah customer yang bersumber dari media sosial, jasa influencer marketing memang paling layak dijadikan pertimbangan. Namanya juga influencer, jadi mereka memiliki pengaruh di media sosial. Apa yang mereka ucapkan akan didengar dan apa yang mereka gunakan akan ditiru oleh follower dan para fans.

Kalau kita lihat Instagram, pasti sering melihat para artis endorse sebuah brand. Selain mendominasi layar kaca, mereka juga mendominasi layar handphone kita.

Media sosial memberi peluang sama besar kepada setiap orang. Makanya hari ini yang bisa menjadi influencer enggak cuma dari kalangan selebriti, tetapi juga dari kalangan blogger, youtuber, atau figur publik yang punya peran penting di komunitas tertentu. Kalau di media sosial, mereka biasanya punya ribuan, puluhan ribu, bahkan jutaan follower.

Mereka, para pengguna media sosial dengan ribuan pengikut ini bisa disebut influencer jika memiliki pengaruh besar untuk mendapatkan kepercayaan publik atau setidaknya orang-orang yang mengikutinya. Sesuai dengan namanya, bukan? Pengaruh adalah kekuatan seorang influencer.

Nah, mereka inilah yang bisa membuat trend setter. Ibaratnya, apapun yang mereka posting di facebook dan instragram, mereka cuit di twitter, atau mereka tayangkan di channel youtube, dengan gampang mengundang perhatian viewer. Makanya enggak heran kalau banyak pemilik bisnis yang bekerjasama dengan para influencer ini untuk memperkenalkan brand, promosi produk dan jasa.

Tapi apa sih yang penting dari menggunakan jasa influencer marketing? Kalau mau bikin trending topic di twitter bukannya lebih murah pakai jasa robot? Bikin IG kalau tekun belajar hashtag katanya juga bisa riding the wave, kan? Influencer, kan, sudah pasti mahal?

Nah, dari yang saya baca-baca, poin penting kalau kita memakai jasa influencer yang enggak bisa disamakan dengan strategi yang lain adalah soal brand awareness. Kalau pilihan target market sudah dibidik, tinggal senjata apa yang paling cepat dan tepat biar kena sasaran.

Kalau kita mau memasarkan produk medis, tentu kita “nitip” promosinya ke figur yang dikenal memiliki gaya hidup sehat, seorang ahli gizi yang punya follower puluhan ribu, misalnya.

Begitu juga kalau mau memasarkan produk mainan edukasi anak, tentu lebih strategis kalau menggunakan jasa dengan profil pasangan suami isteri yang sudah memiliki anak, dikenal harmonis, dan image positif lainnya.

Kalau dari yang saya pelajari beberapa hari ini, menggunakan jasa influencer marketing punya banyak keuntungan. Pertama tentu memperluas pangsa pasar. Follower yang aktif dari si influencer biasanya akan gampang berinteraksi dengan memberi like, share, dan komentar. Itu artinya informasi yang disebarluaskan dilihat dan dibaca para follower si influencer. Tentu produk yang dipromosikan berpeluang makin dikenal.

Kedua, produk yang dipromosikan si influencer akan jadi bahan pembicaraan dari satu orang ke orang yang lain. Istilahnya word of mouth alias getok tular kalau bahasa Jawa. Hehehe…

Percaya atau tidak, promosi ini sangat-sangat efektif. Orang makin terpengaruh jika mendengar langsung info yang disampaikan oleh si pemakai produk dan jasa. Apalagi si pemakai produk ini adalah orang yang dikenal.

Biasanya seorang influencer akan cenderung memakai produk dan jasa lebih dahulu sebelum menyampaikan rekomendasi kepada followernya. Hal ini tentu sangat menarik, sebab para follower seperti diberikan bukti nyata, bukan sekadar lips service semata. Jadi keuntungan ketiga adalah influencer akan lebih kuat membangun kedekatan konsumen dengan produk.

Nah, kalau dibaca poin-poin di atas, influencer marketing bener-bener bisa jadi faktor penting buat calon customer untuk mengambil keputusan membeli atau tidak sebuah produk dan jasa. Boleh dikata, influencer marketing itu bisa banget buat bikin branding awareness alias kesadaran merek dari sebuah layanan, bukan?

Gampangnya begini, kalau seorang influencer sudah bilang produk kita oke, terus followernya mencoba dan ternyata mereka juga merasa kualitas produk kita bikin happy dan enggak mengecewakan, tentu brand produk akan makin dikenal.

Setelah saya pikir-pikir, kerjasama dengan influencer marketing bisa jadi strategi yang paling oke buat produk-produknya si Alulla. Eh, tapi siapa, ya, yang mau jadi influencer buat produk sepatunya Bila?

Laman web digitalic.id yang perlu banget teman-teman kunjungi kalau lagi butuh dibantu soal digital marketing.

Saya baru saja membaca kalau para influencer ada yang bekerja sendiri, ada juga yang bergabung dalam sebuah agensi digital. Nah, dari sekian banyak agensi, coba deh teman-teman baca salah satu digital agency Indonesia yang namanya Digitalic. Soalnya dari web digitalic.id juga saya banyak dapat insight tentang digital marketing.

Produk-produk Digitalic banyak banget. Kalau soal digital marketing jangan tanya lagi, mulai dari manajemen konten sampai ads mereka siap. Bikin website, apps, desain grafis, bikin video, sampai copywriting, mereka juga siap. Dan ternyata Digitalic juga adalah sebuah agency influencer. Beneran banget perlu dicoba, nih.

Sudah dulu, ya, itu tadi sekilas tentang strategi digital marketing kalau pakai influencer. Moga-moga ada manfaatnya buat teman-teman. Sekarang karena sudah punya insight soal ini, saya mau balik diskusi bareng si Bila 🙂