Thursday, December 2, 2021

Review

Home Review

Paxel, Siap Antar Paket Luar Kota dalam Sehari

Salah satu kegelisahan konsumen online shop dan juga penjual adalah lamanya pengiriman paket, terutama untuk yang beda kota. Kadang dikirim hari ini, eh baru bisa sampai dua atau tiga hari kemudian. Apalagi jika paketnya itu berupa makanan yang mudah busuk. Sudah lama pengirimannya, nggak bisa dimakan pula kalau sudah tiba. Kan sedih yak 🙁 . Siapa nih yang pernah begini?

Nah, kegelisahan itu dijawab sama PaxelWah, apaan tuh?

Jadi, Paxel adalah sebuah perusahaan jasa pengiriman. Beruntung saya bisa kenalan sama Paxel saat gathering blogger di Coworking Space Satu Atap Surabaya Kamis (14/2) kemarin. “Kita menjawab problem pasar. Salah satu permintaan konsumen maunya barang datang cepat. Maka hadirlah Paxel,” ujar Djauhari Zein Executive Advisor Paxel.

Menurut Djauhari layanan ekspedisi makin menjamur namun tidak diimbangi beberapa hal. Misalnya, kualitas pengemasan barang. Kerapkali beberapa layanan delivery mengemas barang ala kadarnya. Hal ini pernah terjadi saat saya mengirim sepatu dagangan ke luar kota.

Djauhari Zein Executive Advisor Paxel, saat memberikan keterangan mengenai filosofi Paxel.

Setelah sampai di tangan customer saya mendapat komplain Dia mengirim bukti foto paket yang kotaknya telah rusak dan hampir hancur. Pesan pendek yang lugas dan nyelekit dari customer jelas membuat shocked. Pasalnya, saya menggunakan jasa pengiriman yang sudah lama berkecimpung di dunia logistik. Namun, keinginan agar barang mendarat dengan selamat malah di luar ekspektasi. Hal tersebut membuat saya trauma meggunakan layanan ekspedisi dari perusahaan tersebut.

Kelebihan Paxel

Sistem Sameday

Hadirnya Paxel membawa angin segar bagi mereka pengguna layanan jasa pengiriman barang yang pengennya cepat, rapi dan profesional. Perusahaan ini mengedepankan layanan barang cepat dengan sistem sameday. Antar hari ini sampainya pun hari itu pula. Jadi, kalau mau kirim barang antar kota, misalnya Surabaya-Jakarta akan sampai pada hari yang sama.

Packaging Rapi

Yang unik dari Paxel salah satunya terlihat langsung di packagingnya. Setiap paket akan dibungkus rapi dengan balutan kertas dan isolasi ungu, khas warna Paxel. Selain itu ada kutipan-kutipan menarik yang disisipkan dalam kemasan paket kita. Menariknya, setiap kali kita mengirim paket dengan ala kadarnya, tim kurir Paxel akan dengan cekatan membungkus menggunakan kotak. Sehingga pengirim tak perlu cemas dengan kondisi barangnya nanti.

Harga Flat

Penentuan harga tidak berdasar jarak maupun berat paket. Namun berdasar ukuran paket yang akan kita kirim. Di aplikasi Paxel sendiri nantinya ada beberapa pilihan untuk jenis paket yang akan dikirim. Mau kirim sepatu, baju, kamera bahkan frozen food akan ada kategorisasi dimensi sendiri. Yakni ada ukuran small, large dan medium. 

Ada Tambahan Saldo Referral

Saat kamu mengunduh aplikasi Paxel dan ada temanmu yang juga mengunduhnya dengan memasukkan kode nama referralmu, maka nanti saldomu akan bertambah Rp 50.00. Lumayan kan untuk pengiriman paket selanjutnya bisa gratisan hehe.

Tidak Ada Cancel (Selama Area Masih Terjangkau Kurir)

Pernah sebel sih gegara saat saya pesan makanan lalu di cancel sama drivernya lantaran hujan deras dan jarak rumah saya jauh. Nah, di Paxel ini meski kondisi gimana pun tidak ada tuh yang namanya cancel. Bahkan jika si kurirnya datang terlambat maka saldo kita akan dikembalikan.

Selain nilai-nilai yang menguntungkan untuk konsumen tersebut, Djauhari menungkapkan Paxel juga memberikan nilai berhaga bagi para Hapiness Hero, sebutan untuk kurir mereka. Di Paxel, para Hero yang paling banyak berjasa demi barang cepat sampai. Sehingga mereka diberi kesempatan untuk belajar agar tidak sekadar menjadi pengantar barang tapi juga dididik kelak agar bisa mnejadi seorang entrepreneur. “Saya ingin membangun karyawan yg kelak bisa berdaya juga jadi entrepreneur dan profesional,” ujar Djauhari

Hero adalah sebutan kurir di Paxel. Ciri khas mereka memakai atribut jaket ungu kuning agar mudah dikenali.

Meski menawarkan beberapa kelebihan, namun tentu ada pula kekurangan dari Paxel ini. Diantaranya;

Kekurangan Paxel

Belum Menjangkau Semua Area

Paxel memang terbilang perusahaan ekspedisi baru. Sehingga masih menjangkau area tertentu seperti Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Solo, Semarang, Yogyakarta dan Denpasar. Makanya pas saya coba di daerah Sidoarjo kemarin si aplikasinya menolak huhu. Saya sih berharap semoga kelak Paxel melebarkan ekspansinya ke seluruh daerah di Indonesai. Lumayan banget lho kalau pengiriman ke luar kota bisa menghemat waktu. Sangat cocok untuk mereka yang punya online shop. 

order saya belum menjangkau area Sidoarjo

Bagaimana Penggunaan Paxel?

Sebenarnya mudah saja. Yang paling utama tentu saja install terlebih dahulu aplikasi Paxel di Google Playstore. Jika sudah unduh, bisa mengikuti step by step di bawah ini ya:

  1. Klik create shipment pada pojok kanan bawah di aplikasi. Lalu, masukkan alamat lengkap pengirim dan penerima. Jangan lupa ya masukkan kode pos alamat penerima. Dan pastikan alamat penerima maupun pengirim sudah terjangkau kurir Paxel.
  2. Pilih ukuran paket yang akan dikirim. Di aplikasi ada beberapa pilihan small, medium dan large. Tinggal menyesuaikan saja. 
  3. Selanjutnya, isi dengan lengkap data penerima pada kolom detail informartion.
  4. Kemudian akan  ada pilihan tipe barang dan selanjutnya informasi harga. Terakhir, tinggal tekan tombol create shipment. 

Kalau pun belum memiliki credits Paxel silakan masukkan kode referal saya; ZAHRAFIRDA, nantinya akan masuk saldo Rp 100.000 bagi kamu yang baru pertama kali mengunduh aplikasi Paxel.  Bagaimana? Mudah kan? Yuk segera dicoba!

 

Mengenal Islamic Montessori [Review Buku]

Saya mendengar istilah metode Montessori sejak Akmal umur 10 atau 11 bulan. Waktu itu Akmal mulai aktif-aktifnya kesana ke mari dan rasa keingintahuannya sangat besar.

Bundanya sering kehabisan ide mau ngajak main apa lagi yang mengandung unsur edukasi. Lalu mencoba browsing sana sini lewat media sosial dan menemukan banyak bertebaran tagar Montessori di rumah.

Saya pun kepo-kepo apa sih Montessori ini. Oh, ternyata metode pengasuhan anak yang digagas sama Maria Montessori, si foundernya yang seorang dokter juga pengamat pendidikan. Lebih lengkapnya browsing sendiri aja ya haha.

Dan menurut saya oke juga kalau diterapkan ke Akmal. Saya memang belum sampai taraf serius yang ikut coursenya atau bahkan kuliah khusus metode Montessori. Karena pas tahu harganya bikin saya menangis di pojokan kamar #lebay. Ya nanti deh kalau ada rezeki lebih saya pengen banget bisa belajar serius metode ini.

Ada beberapa poin yang bikin saya kepincut sama metode ini.

Misalnya poin tentang Follow the Child. Kita sebagai orangtua kerapkali memaksa keinginan kita (saya aja kali ya hehe) ke anak. Kamu tuh harusnya begini nggak gitu, kamu baiknya baca buku ini bukan itu, dst…dst. Selain kecewa karena anak nggak tertarik untuk melakukan apa yang kita mau, berpengaruh juga kan sama psikis mereka.

Baca juga dong : Mengenalkan Buku Sejak Bayi 

Untuk itu Montessori mencoba melakukan observasi dan mencoba menelaah apa sih sebetulnya yang menjadi ketertarikan dan kesukaan anak.

Misalnya ni maksa anak main playdough tapi ternyata panci dan perkakas dapur lainnya lebih menarik buatnya. Yaudah kasih ajalah itu buat mainan mereka. Mungkin dia anggap itu perkakas dapur adalah alat musik untuk menciptakan mahakaryanya, toh hitung-hitung mengasah kreativitasnya.

Tapi ya nggak serta merta mengikuti semua keinginan anak. Tentu saja tetap ada batasan-batasan yang harus anak ikuti sesuai dengan prinsip dan norma yang dipegang oleh keluarga. Namun bukan juga melarang anak melakukan ini dan itu.

Intinya sih kita harus memberikan ruang bagi anak untuk memilih. Kegiatan apa yang ia ingin lakukan? Media bermain mana yang ingin ia eksplorasi? Kita harus meyakini bahwa apa yang ia pilih memang yang sedang dibutuhkannya saat itu.

Selain itu metode Montessori juga mengembangkan lima aspek dalam pendekatan pendidikan ke anak-anak.

Yakni, aspek practical life, sensorial, language, mathematicsdan culture.

Sebenarnya mengembangkan kelima aspek ini bagus untuk tumbuh kembang anak-anak tapi saya merasa seperti ada yang kurang. Sedari awal sih saya merasa kalau metode ini ‘kering’ sama hal-hal berbau spiritual, ya mungkin karena pengaruh foundernya dari Barat sana sih.

Hingga saya menemukan sebuah akun di Instagram namanya @islamicmontessori_ sebuah komunitas Indonesia Islamic Montessori Community (IIMC) yang diprakarsai oleh Zahra Zahira. Oh, ternyata ada toh komunitas yang concern pada metode Montessori tapi berbasis Islam. Semakin excited saat Ms Zahra membuat buku berjudul Islamic Montessori.

Isi Buku Islamic Montessori

Buku terbitan anakkita ini terbagi menjadi dua seri, yakni yang diperuntukkan buat anak usia 0-3 tahun dan untuk usia 3-6 tahun. Mengingat Akmal saat ini masih 23 bulan jadi saya beli yang untuk usia 0-3 tahun dulu.

Di buku ini dijelaskan kembali soal Filososfi Montessori yang sesungguhnya serta cara Ms Zahra menggabungkan nilai-nilai Islami dalam metode Montessori. Ada 10 filosofi Montessori yang diingatkan kembali dalam buku ini, seperti:

  1. Absorbent Mind: Tahapan di mana anak-anak mudah sekali menyerap informasi dari mana saja. Anak-anak menyerap informasi di lingkungan sekitar melalui pancaindra, penyerapan bahasa, pengembangan motorik, kognitif dan kemampuan sosial. Maka sudah seharusnya sebagai orangtua memberikan teladan yang baik, yang sesuai nilai-nilai Islam agar membentuk akhlak yang baik.
  2. Sensitive Periods : Tahapan di mana anak menunjukkan ketertarikan yang kuat terhadap benda atau aktivitas tertentu. Misalnya, Akmal lagi suka banget sama yang namanya hewan kuda. Di manapun ada suara gemerincing dia teriak kegirangan menyebut Kuda! Kuda! padahal ternyata yang lewat becak. Nah, dari sini kita bisa sisipkan bahwa hewan tersebut ciptaan Allah lho. Kita sebut-sebut keagungan dan kehebatan Allah dalam penciptaan macam-macam hewan termasuk kuda.
  3. Prepared Environment : Kita bisa menyiapkan lingkungan yang kondusif untuk pembelajaran anak-anak. Misalnya menyiapkan rak mainan atau buku yang sesuai tinggi badannya. Agar terbiasa mandiri mengambil material kegiatan yang telah disiapkan.
  4. Follow the Child: Seperti yang saya ungkap sebelumnya, Follow the child berarti memberikan kesempatan anak untuk melakukan apa yang dia mau dan butuhkan, sehingga akan menumbuhkan rasa percaya dirinya. Tentu dengan memerhatikan nilai-nilai yang dianut dan tidak sebebas-bebasnya juga.
  5. Individual Differences: Setiap anak itu unik dan istimewa. Dalam metode ini menyediakan pendidikan yang mengakomodasi anak-anak sesuai dengan keminatan mereka masing-masing.
  6. Concrete to Abstract : Anak usia 0-6 tahun lebih mudah menerima informasi yang konkret baru abstrak. Misalnya mengenalkan buah rambutan, berikan saja wujud aslinya lalu jelaskan teksturnya, baunya, rasanya.
  7. Hands-on Learning : Anak belajar melalui seluruh inderanya. Anak belajar menyentuh apa pun dan merasakannya sendiri.
  8. Control of Errors: Lingkungan dan material yang disetting dengan konsep Montessori memiliki kontrol kesalahan sehingga anak dapat menemukan cara dalam memecahkan masalah tanpa intervensi orang dewasa.
  9. Freedom with Limits: Ini mirip Follow the Child sih menurut saya. Anak boleh melakukan apa yang dia mau, bebas eksplorasi tetapi dengan batasan-batasan tertentu. Jika membahayakan dirinya ya harus dilarang dan diberitahu.
  10. Respect the Child : Kita sering menganggap anak-anak itu makhluk yang nggak ngerti apa-apa, jadi kerapkali meremehkannya. Padahal sebenernya mereka ya hanya beda ukuran tubuh kok sama orang dewasa. Mereka juga berhak dihargai dan dipercaya. Kalau saya pikir-pikir lagi ini tuh selaras lho sama ajaran teladan Rasulullah yang sangat menghargai anak kecil. Menganggap mereka, mendengarkan mereka bahkan memberikan anak-anak pilihan-pilihan.

Bedanya Montessori dengan Islamic Montessori?

Kalau yang saya tangkap dari buku ini, penerapan filosofi dan material antara Montessori dengan Islamic Montessori ya sama saja.

Yang membedakan adalah ada penambahan nilai-nilai Islami yang ditanamkan dalam konsep Islamic Monetssori. Penulis menambahkan aspek spiritual dalam metode Montessori. Sehingga dalam praktiknya anak diajak untuk tidak lupa hubungan dengan Allah.

Misalnya, untuk melatih aspek practical life dalam memulai segala sesuatu bisa menanamkan pada anak untuk selalu mengawalinya dengan bacaan Basmallah. Mau menyapu baca basmallah, mau memakai baju baca basmallah, dst.

Baca juga dong: Mengenalkan Anak ke Masjid 

Dilengkapi Contoh Aktivitas Montessori Sesuai Usia Anak

Buku yang diterbitkan fullcolour ini juga dilengkapi contoh-contoh aktivitas dengan metode Montessori. Tentu disesuaikan dengan usia anak. Dan juga ada beberapa contoh aktivitas Islamic Studies. 

Contohnya, mendengarkan kisah-kisah nabi, membacakan Al-Quran, mengenalkan alam semesta lewat gambar, dll. Yang saya suka contoh-contoh kegiatannya mudah banget diterapkan di rumah. Nggak perlu bingung mau beli mainan ini itu karena beberapa contohnya bisa pakai benda-benda yang ada di rumah.

buku islamic montessori

Hanya saja ((menurut saya lho ya)) aktivitas Islamic Studies yang dicontohkan kalah banyak sama contoh aktivitas lain yang menonjolkan motorik, kognitif serta sensoris. Jadi kita improvisasi sendiri kali ya. Gapapa lah ya itung-itung mengasah kreativitas ibunya buat cari ide aktivitas lain.

review buku islamic montessori

Intinya, saya suka sih sama buku ini. Lumayan sebagai referensi dan panduan untuk merancang aktivitas yang seru buat anak. Tanpa melupakan nilai-nilai Islami yang ingin kita ajarkan ke anak.

Buibu sudah baca buku ini belum?

 

ASUS VivoBook 15 A516: Senjata Tangguh Buat yang Terus Berjuang di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 belum juga berlalu di Indonesia. Bahkan beberapa waktu terakhir, kondisinya justru memburuk. Sedih rasanya tiap hari membaca berita jumlah orang yang terjangkit virus bandel ini malah makin banyak.

Di sisi ekonomi, pandemi ini membawa dampak yang tak kalah serius. Dari berita di televisi, media sosial, sampai obrolan warung kopi, tak sedikit yang menyampaikan gelombang PHK. Banyak pelaku usaha yang menutup bisnisnya karena rugi.

Saya dan keluarga pun mengalami dampak pandemi ini. Seperti yang dialami oleh kebanyakan orang, usaha yang dijalankan suami di bidang website dan layanan konten digital nggak berjalan lancar sejak pandemi Covid-19 melanda.

Saya bersyukur banget, di saat banyak orang kehilangan pekerjaan, saya justru mendapatkan pekerjaan baru. Saat saya mulai mengajar, suami sendirian mulai merintis kembali usahanya di kota pahlawan, membuka jasa pembuatan website dan konten media sosial.

Nah… Sebulan terakhir kami juga mencoba merintis usaha minuman. Di Surabaya yang panasnya benar-benar nggak nyantai ini, kami melirik usaha es kelapa muda alias es degan. Berbekal modal tak seberapa, kami menyewa sebuah stand di beranda rumah makan di bilangan Kampus Unesa.

Setelah berjam-jam melototin channel-channel kuliner di youtube sebagai bekal bereksperimen bikin racikan es kelapa muda aneka varian rasa, kami memberanikan diri membuka lapak. Suami bikin materi branding sendiri mulai dari menyusun nama, bikin logo, sampai mendesain kemasan. Tak ketinggalan rajin-rajin bikin konten promosi di Facebook, Instagram, dan Twitter. Syukurlah, usaha ini bisa jalan selama sebulan terakhir.

Di masa-masa pandemi ini kami memegang prinsip: kalau coba membuka satu pintu rejeki, pintu rejeki yang sebelumnya sudah terbuka sebisa mungkin jangan ditutup. Maka ketika usaha minuman ini dimulai, pekerjaan kami berdua tetap mesti berjalan.

Di masa-masa pandemi ini kami memegang prinsip: kalau coba membuka satu pintu rejeki, pintu rejeki yang sebelumnya sudah terbuka sebisa mungkin jangan ditutup.

Saya mengajar sedari pagi sampai sore sambil momong si bocah (untungnya sekolah membolehkan para pengajar membawa momongan). Dan di sela-sela waktu berdagang menunggu lapak, suami mengotak-atik hape atau laptopnya, mengerjakan pesanan website dan konten serta berburu klien.

Sebagai pengajar, setiap hari saya mesti browsing, menyusun bahan ajar, membuat laporan, dan aneka tugas guru lain yang membutuhkan laptop. Suami, apalagi. Dia mesti utak-atik website, membuat konten, dan mengikuti kursus online. Pekerjaannya malahan lebih lekat dengan perangkat laptop.

Sayangnya laptop yang kami miliki cuma satu biji. Ini gara-gara laptop suami ketumpahan air dan seketika mati total kurang lebih setengah tahun yang lalu. Makanya kami pakai laptopnya bergantian.

Kadang-kadang kondisi ini merepotkan banget. Kadang laptop dipakai suami ketika saya sedang diburu deadline menyusun materi sekolah. Sebaliknya, pas suami kena tenggat bikin konten, laptop masih saya pakai buat menyusun laporan. Duh, repoot …

Saya dan laptop ASUS VivoBook kesayangan. Si laptop sudah butuh adik baru.

Belum lagi laptop Asus VivoBook Max kesayangan saya sudah hampir penuh kapasitasnya. Maklum, sudah lama jadi senjata kami sehari-hari. Meskipun umurnya lebih tua daripada anak saya, laptop ini awet, bandel banget!

Aahh… andai saja ada satu benda yang bisa memudahkan pekerjaan saya dan suami di hari-hari ini, tentu ia adalah sebuah laptop.

Laptop yang lama biar saya pakai sendiri, kalau punya laptop yang baru biar dipakai suami. Pekerjaannya membutuhkan laptop yang lebih mumpuni baik untuk menggarap website, membuat konten grafis, maupun untuk mengolah data yang butuh kapasitas lebih besar.

Sebagai ASUSmania saya iseng-iseng buka website official-nya ASUS, nih. Terus nemu kalau ada produk ASUS yang kece banget namanya ASUS VivoBook 15 A516. Jujur aja, habis baca-baca spesifikasi dan review-review-nya, saya kepincut seketika.

SSD terkini, teknologi setara PC modern, 100% Office slengkap dan asli, Intel® Core™ 10th Gen series, dan fitur-fitur keren lainnya.

Kalau nggak percaya, coba deh baca review singkat dari timnya ASUS ini:

“Komputer masa kini memiliki tampilan berbeda karena mereka memang berbeda. Dengan solid-state drive (SSD) dan teknologi terkini, Anda mendapatkan kecepatan, keamanan, ketahanan, dan desain yang cantik. Kami telah melakukan jajak pendapat, dan hasilnya, orang-orang lebih senang saat bepergian dengan PC modern.”

“Nikmati semua manfaat dengan PC yang lengkap – PC sudah termasuk Office Home & Student 2019. Aplikasi Office versi lengkap (Word, Excel dan PowerPoint) memberikan semua fungsi yang dibutuhkan dan diharapkan oleh penggunanya. Penggunaan aplikasi Office seumur hidup dapat memastikan Anda untuk selalu memiliki akses ke fitur yang Anda kenal dan sukai. Dilengkapi dengan 100% aplikasi Office asli, software juga akan terus mendapatkan pembaruan keamanan yang rutin untuk melindungi perangkat, program dan data Anda.”

“Laptop dengan prosesor Intel® Core™ 10th Gen series ke atas didesain untuk performa dan mobilitas. Dengan efisiensi yang tinggi serta dimensi thin and light, laptop menawarkan peningkatan performa dan produktivitas untuk penggunanya. Konektivitas WiFi generasi terbaru juga memungkinkan transfer data 3x lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.”

SSD terkini, teknologi setara PC modern, 100% Office lengkap dan asli seumur hidup, Intel® Core™ 10th Gen series, dan fitur keren seterusnya… dan seterusnya… Gimana nggak keren, coba?

Penggunaan aplikasi Office seumur hidup dapat memastikan kita selalu memiliki akses ke fitur yang disukai. Dilengkapi dengan 100% aplikasi Office asli, software juga akan terus mendapatkan pembaruan keamanan yang rutin untuk melindungi perangkat, program dan data kita.

Jadi ASUS VivoBook 15 A516 ini cocok banget buat kebutuhan bekerja ataupun nge-game: kinerjanya oke, visualnya nggak kalah kece.

Tren laptop saat ini memang tampil dengan layar monitor yang lapang untuk memenuhi kebutuhan para pekerja grafis lebih lega bekerja, atau para gamers yang merasakan sensasi visual yang lebih optimal. Nah, ini laptop sudah mumpuni banget buat perkakas suami bikin website, bikin grafis, atau ngedit konten instagram. Soalnya selain dengan layar super lebar 15 inchi, didukung pula oleh prosesor Intel® Core™ i5 generasi ke-10 dengan RAM 8GB, dan grafis diskrit NVIDIA® MX330.

Fakta bahwa pada laptop ini sudah ditanamkan Office Home & Student 2019 100% asli dan terus mendapatkan pembaruan tentu meringankan kita yang pengen memiliki aplikasi office yang orisinil. Nggak perlu keluar duit sudah dapat aplikasi ori. Di masa-masa pandemi begini memang mesti berhemat, kan?

Huaaa… baru baca ini aja sudah kebayang kerennya, kan? Kalau kata anak otomotif, dapur pacu laptop ini sudah mewah banget di kelasnya.

Rasio layar dengan body 83%. Ukuran layarnya 15,6 inchi. Sudut tampilan alias wide viewing angle-nya sampai 178°.

 

Kalau kata anak otomotif, dapur pacu laptop ini sudah mewah banget di kelasnya.

RAM 8GB tentu sudah cukup besar untuk dipakai buat pekerjaan apapun. Mau ngetik, mau nge-grafis, sepertinya bisa enteng. Dan kartu grafis MX330 dari pabrikan NVIDIA® bikin performa laptop ini makin bertenaga.

Soal desain penyimpanan data, ASUS sudah bikin opsi dobel. Kita bisa memilih SSD PCIe® hingga 256GB dan HDD hingga 1TB. Jadi kalau mau garap kerjaan ketik atau baca data bisa dibawa ngebut, menyimpan data super besar juga nggak bikin kalang kabut.

Hmmm… jadi kebayang data-data yang masih berserakan di flash disk gara-gara nggak muat disimpan di laptop.

Soal desain penyimpanan data, ASUS sudah bikin opsi dobel. Kita bisa memilih SSD PCIe® hingga 256GB dan HDD hingga 1TB.

Saya jadi paham kenapa ASUS menyediakan dua pilihan penyimpanan itu. Jadi kalau mau menikmati aneka macam aplikasi, kita bisa install di SSD. Tapi kalau mau menyimpan foto high res, video, atau musik yang biasa dipakai buat suami bikin konten website, bisa ditaruh di HDD. Bener-bener win win solution banget pokoknya!

Salah satu kendala saya kalau lagi ngelaptop adalah ini mata nggak bisa tahan berjam-jam di depan monitor. Maklum, mata saya minus. Suami juga akhir-akhir ini suka ngeluh matanya sering perih kalau berlama-lama melototin monitor. Makanya pas baca kalau ASUS VivoBook 15 A516 sudah pakai teknologi NanoEdge Display, saya makin mantab jadikan laptop ini perkakas idaman.

Kalau ada yang belum paham, saya mau sedikit jelaskan teknologi ini. Jadi kalau monitor sudah pakai NanoEdge display, artinya  makin banyak bezel (istilah untuk frame pada bagian luar perangkat laptop) yang masuk ke dalam sasis yang makin langsing. Gampangnya, nih, pemakai laptop bakal makin dimanjakan dengan kualitas ketajaman gambar dan kekayaan warna.

Bukan itu saja. Salah satu fasilitas yang ada di teknologi NanoEdge Display kepunyaan ASUS VivoBook 15 A516 ini adalah lapisan anti-silau matte. Catet, ya… anti-silau alias anti-glare. Ini sih bisa bikin makin betah di depan laptop tapi nggak bikin mata jadi perih.

ASUS VivoBook 15 A516 ini punya ukuran 15,6” full high definition (FHD). Luasan layarnya gede banget, 83% kalau dibandingkan dengan keseluruhan body. Dan wide viewing angle sampai 1780

Itu baru teknologi display-nya, ya. Kalau dari dimensi layarnya, si ASUS VivoBook 15 A516 ini punya ukuran 15,6” full high definition (FHD). Luasan layarnya gede banget, 83% kalau dibandingkan dengan keseluruhan body. Dan wide viewing angle sampai 1780 (nonton drakor jejeran 5 orang yang paling ujung kayaknya masih nangkep, hehe…)

Kalian sudah pasti tahu kalau ASUS dikenal jadi laptopnya anak muda. Kesannya bisa dipakai kerja di mana saja, tetap gesit, tapi juga stylish. Nah, ASUS VivoBook 15 A516 ini juga makin meneguhkan kesan itu.

Itu karena dengan ukuran yang lebar, bobotnya yang cuma 1,8 kg, enteng dibawa ke mana-mana.

ASUS VivoBook 15 A516 punya dua pilihan warna yang kece dan stylish.

Pilihan warnanya nggak kalah keren, dong! Kita bisa memilih antara Transparent Silver dan Slate Grey. Kalau kata suami, sih, yang Slate Grey kelihatan kokoh dan manly.

Teknologi keyboard3 full-size dengan backlit pada laptop ini sempurna buat kalian yang suka bekerja di lingkungan yang minim cahaya

Sekarang soal keyboard, nih. Kan ada tuh yang biasanya suka kerja di ruangan yang lampunya diredupkan atau bahkan dimatikan. Nah, kalau pakai si ASUS VivoBook 15 A516, mau lampu kamar redup atau dimatiin kita betul-betul nggak perlu khawatir.

Soalnya teknologi keyboard3 full-size dengan backlit pada laptop ini sempurna buat kalian yang suka bekerja di lingkungan yang minim cahaya. Semua touch pad bisa menyala dalam gelap. Didesain secara ergonomis, konstruksi satu bagian yang kokoh dan key travel 1,4 mm bikin pengalaman mengetik kita makin nyaman. Duh, ngetik di laptop ASUS lawas ini aja enak banget, apalagi yang desainnya sudah baru ini, ya. Hmmm …

Teknologi keyboard3 full-size dengan backlit bikin semua sisi touch pad bercahaya. Jadi bisa tetap bekerja meskipun kita ada di dalam ruangan gelap atau minim cahaya.

ASUS VivoBook 15 A516 ini sudah dilengkapi port USB-C® 3.2. Jadi laptop didesain dapat diputar balik yang membuat menghubungkan perangkat semudah mungkin.

Kayaknya ASUS betul-betul memperhatikan kecepatan akses data. Memang sih, sekarang lagi jamannya kerja kapan saja di mana saja. Maunya kita, kan, kapan saja di mana saja tinggal colokin laptop. Hehe…

Nah… di seri ASUS VivoBook 15 A516 ini sudah dilengkapi port USB-C® 3.2. Jadi laptop didesain dapat diputar balik yang membuat menghubungkan perangkat semudah mungkin.

Teknologi ini juga bikin kecepatan transfer data sampai 10 kali lebih cepat dari koneksi USB 2.0 yang lama. Inget, ya… 10 kali!

Nggak perlu khawatir, semua jenis fasilitas colokan kayaknya sudah ditanamkan di laptop ini.

Ini juga mencakup port USB 3.2 Tipe-A dan USB 2.0, output HDMI, dan micro-SD reader. Jadi nggak perlu khawatir lagi kalau mau menghubungkan semua periferal, layar, dan proyektor. Semua disediakan dan lagi-lagi tinggal colok. Hehe…

Oke, kalau yang satu ini nggak kalah penting: ASUS VivoBook 15 A516 punya fitur peredam guncangan E-A-R® HDD. Buat yang laptopnya diisi data-data super penting, fitur ini bisa banget buat melindungi perangkat dari setiap benturan.

Memang laptop yang pakai HDD lebih rentan mengalami kerusakan fisik dibandingkan yang cuma pakai SSD. Jadi pelindungnya juga mesti didesain lebih aman.

ASUS VivoBook 15 A516 punya fitur peredam guncangan E-A-R® HDD. Buat yang laptopnya diisi data-data super penting, fitur ini bisa banget buat melindungi perangkat dari setiap benturan.

Bayangin kalau kena deadline kerjaan, sementara kita sedang perjalanan di dalam kereta, bis, atau mobil. Maunya buka laptop tapi khawatir kendaraan ngerem mendadak terus laptop bisa-bisa kepentok sisi jok mobil yang keras. Horor, kan? Tapi Kalau pakai teknologi peredam guncangan E-A-R® HDD, skenario mengerikan tadi kayaknya sudah nggak perlu ditakutkan.

O,ya… sasis ASUS VivoBook 15 A516 juga diperkuat pakai penahan logam di bawah keyboard. Kalau mau mengetik, nggak usah khawatir tuh hentakan jari kekencengan terus keyboard cepet rusak. Hehehe…

Fungsi lainnya, sasis yang kuat bikin engsel makin kuat. Jadi kalau mau membuka atau menutup laptop juga nyaman. Ibaratnya, kalau mau menutup laptop tinggal sekali sentuhan enteng saja.

Sekarang giliran keamanan login, nih. Jaman sekarang memang keamanan data jadi pertimbangan super penting. Nggak mau, kan, tiba-tiba ada yang iseng buka laptop kita terus mantengin isinya tanpa ijin. Pokoknya jangan, deh!

Jadi kalau mau buka si ASUS VivoBook 15 A516, pakai saja sensor sidik jari bawaan di touch pad atau di Windows Hello. Just touch to log in!

Semua laptop memang sudah difasilitasi pengunci. Tapi kalau mau lebih simpel cara mainnya, laptop ASUS VivoBook 15 A516 bisa dikunci pakai teknologi fingerprint censor. Makin keren, kan?

Jadi kalau mau buka si ASUS VivoBook 15 A516, pakai saja sensor sidik jari bawaan di touch pad atau di Windows Hello. Buat yang suka lupa password laptopnya sendiri, ini bikin gampang banget. Just touch to log in!

Cuma pakai sekali sentuhan jari, teknologi fingerprint censor akan mengenali sidik jari bawaan. Bisa dengan mudah membuka kuncian laptop alias bisa langsung log in.

Sudah, belum? Ya belum, lah!

Buat ASUSmania, tentu saja ASUS VivoBook 15 A516 sudah dilengkapi dengan MyASUS. Platform bawaan yang bikin ASUSmania gampang buat mengakses aneka aplikasi yang membantu kita memaksimalkan laptop atau PC desktop Anda. Tentu saja ada banyak banget unduhan aplikasi populer (yang gratis juga banyak hehe) dan penawaran eksklusif buat ASUSmania!

Soal harga, ASUS VivoBook 15 A516 dipatok dengan harga yang menarik banget. Ada 8 pilihan tergantung dengan pilihan prosesor, RAM, kapasitas penyimpanan, serta kualitas layar monitor.

Dengan semua fasilitas yang ditanamkan di seri ini, harga ASUS A516 termasuk worthed banget, lho.

Yang paling ekonomis, dengan fasilitas Windows 10 Home/Intel® Celeron® N4020 Processor/4G/256G PCIE+housing/HD/Office Pre-installed), ASUS mematok harga Rp 5.299.000.

sebagai laptop entri level dengan berbagai fasilitas yang mumpuni seperti di atas, harga ASUS VivoBook 15 A516 boleh dibilang layak beli alias worthed banget!

Sedangkan yang paling tinggi spesifikasi di seri ini, yakni dengan fasilitas Windows 10 Home/Intel® Core™ i5-1035G1 Processor/MX330/8G/1TB+256G PCIE/VIPS FHD/Office Pre-installed, dipatok pada harga Rp 11.099.000. Jujur saja, sebagai laptop entri level dengan berbagai fasilitas yang mumpuni seperti di atas, harga ASUS VivoBook 15 A516 boleh dibilang layak beli alias worthed banget!

Dengan segala macam keunggulannya, ASUS VivoBook 15 A516 sudah pasti bikin kepincut siapapun yang lagi cari laptop entri level.

Duh, nge-review laptop ASUS VivoBook 15 A516 bener-bener bikin saya makin kesengsem. Sudah nggak sabar rasanya punya satu lagi laptop yang bisa dibikin senjata andalan suami buat cari rejeki. Semoga lekas punya si ASUS VivoBook 15 A516 ini dan nggak lupa pandemi Covid-19 lekas pergi.

 

 

Spesifikasi Lengkap ASUS VivoBook 15 A516

Main Spec. ASUS VivoBook 15 (A516)
CPU Intel® Core™ i5-1035G1 Processor 1.0 GHz (6M Cache, up to 3.6 GHz)
Intel® Core™ i3-1005G1 Processor 1.2 GHz (4M Cache, up to 3.4 GHz)
Intel® Celeron N4020 Processor 1.1GHz (4M Cache, up to 2.8GHz)
OS Windows 10
Memory Up to 8GB DDR4 RAM
Storage 256GB PCIe® Gen3 x2 SSD
512GB PCIe® Gen3 x2 SSD
1TB HDD + 256GB PCIe® Gen3 x2 SSD
Display 15.6”, FHD (1920 x 1080) 16:9, Anti-glare
15.6”, HD (1366 x 768) 16:9, Anti-glare
Graphics NVIDIA® MX330
Intel UHD Graphics
Input/Output 1x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 1x USB 3.2 Gen 1 Type-C, 2x USB 2.0 Type-A, 1x HDMI 1.4, 1x 3.5mm Combo Audio Jack, Micro SD card reader
Camera VGA Web Camera
Connectivity Wi-Fi 5 (802.11ac), Bluetooth 4.1
Audio SonicMaster, Audio by ICEpower®, Built-in speaker, Built-in microphone
Battery 37WHrs, 2S1P, 2-cell Li-ion
Dimension 36.02 x 23.49 x 1.99 ~ 1.99 cm
Weight 1,8 Kg
Colors Transparent Silver, Slate Grey
Included Software: ASUS Splendid, ASUS Tru2life Video, ASUS AudioWizard
Warranty 2 tahun garansi global

 

  • Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS – 15 Inch Modern PC. Bigger Dream, Wider Screen Writing Competition bersama dewirieka.com
  • Referensi dan Foto-foto produk diambil dari https://www.asus.com/id/Laptops/For-Home/Everyday-use/ASUS-A516/

ASUS VivoBook Ultra A412, Laptop Mini Segudang Fungsi

Suatu hari pernah ada seseorang yang nyeletuk “enak banget kamu kerja di rumah, nulis-nulis doang dapet duit!” . Saya yang mendengar celotehan itu ingin sekali rasanya membuatnya supaya bungkam tapi saya enggak setega itu, jadi ya cukup ditanggapi dengan senyuman saja hehe.

Sejujurnya bekerja dari rumah tidak seratus persen menyenangkan. Percayalah! Ada kalanya rasa bosan itu datang. Selain itu masih harus mengurus keluarga dan rumah tanpa bantuan mbak ART. Sebagian besar waktu saya berada di rumah. Menulis artikel pesanan klien, menulis konten untuk blog, juga menulis di sebuah website parenting.

Ya, sejak resign dari profesi wartawan, saya memutuskan menjadi freelance writer, content writer untuk beberapa media online. Termasuk menerima job content placement di blog dan baru-baru ini saya menjalani bisnis online produk edukasi buku anak-anak.

Ilustrasi bekerja dari rumah. Padahal mah biasanya dasteran sambil momong anak hahaha

Jika bosan melanda, tak jarang saya membawa Akmal bermain di taman, playground atau perpustakaan kota. Setiap membawa Akmal kadang ada rasa ingin juga bawa laptop sekalian. Maksud hati supaya bisa sekalian nulis menyelesaikan deadline pesanan dari klien atau tiba-tiba mendapat inspirasi untuk menulis di lokasi playground.

Problem Mom Blogger

Tapi laptop yang biasanya saya gunakan itu beratnya nambahin beban di pundak. Padahal isi tas yang saya bawa hampir 90 persen adalah kebutuhan Akmal! Mulai dari mainan, camilan, tisu, popok, hingga baju ganti. Saya cuman numpang nitip dompet sama HP doang. Jadi kalau mau bawa laptop keluar rumah sambil ngajak Akmal, mikir-mikirlah saya.

Alhasil, ide-ide yang terlintas saya ketik di smartphone atau kalau kadung kelelahan ngikutin Akmal main menguaplah inspirasi entah ke mana.

Jadi inget sama suami yang hampir ke mana-mana selalu membawa laptop. Bahkan saat pulang kampung libur lebaran lalu laptop tak lupa dibawanya. “Ya nanti kalau tiba-tiba ada revisi kerjaan gimana?” katanya sambil sibuk utak-atik website depan laptop.

Nggak bisa dipungkiri di zaman serba digital ini laptop sudah menjadi sebuah kebutuhan. Apalagi bagi mereka yang bekerja di ranah industri kreatif seperti content creator, blogger, writer, desainer grafis, pebisnis bahkan mereka yang bekerja di ranah pemerintahan.

Keunggulan laptop sendiri tentu bisa memuat lebih banyak file, foto dan video. Dibanding smartphone yang memang memiliki kapasitas terbatas. Selain itu lebih leluasa editing video dan desain grafis karena memang kedua aktivitas ini memakan banyak memori ya. Bagi blogger macam saya sejujurnya lebih nyaman mengetik dari laptop ketimbang smartphone.

Cuman ya gitu membawa laptop ke mana-mana macam bawa dua kilo beras itu kan sungguh males ya, belum ditambah kerempongan bawa anak. Itulah kenapa saya senang sekali saat tahu bahwa kini ada ASUS Vivobook Ultra A412 yang mengklaim sebagai The World’s Smallest 14 inch Colorful Notebook! 

Berkenalan dengan Laptop Super Slim!

Waktu #ASUSGatheringMalang Sabtu (24/8) lalu saya semacam jatuh cinta pada pandangan pertama! Salah satu laptop warna biru dari ASUS Vivobook Ultra A412 ini merepresentasikan warna khas millennial benget.

asus vivobook ultra

Saat menyentuhnya dan mencoba mengangkat laptop ini memang seperti yang mereka klaim, ringan dan slim! Lalu saya coba untuk menyelipkannya ke dalam tas diantara popok, susu, mainan, camilan dan kebutuhan Akmal lainnya. Dan alhamdulillah muat dong! Saya nggak merasa ketambahan bawa beban dua kilo beras, bahkan sepetinya kurang dari itu.

Jadi penasaran apakah hanya itu keunggulannya?

Eh ternyata di balik kerampingan ASUS Vivobook Ultra A412 ini ada segudang keunggulan yang membuat SIAPA SAJA ingin segera memilikinya, termasuk ibu rumah tangga yang doyan ngeblog macam saya ini. Apa sajakah keunggulannya? Baca terus dong sampai tuntas! Hehe.

Body Tipis, Ringkas dan Ringan!

ASUS Vivobook Ultra A412 termasuk laptop yang memiliki dimensi ringkas dan tipis. Laptop 14 inci ini memiliki panjang 32 cm dan lebar 21 cm. Yang membuatnya tampak lebih mungil dari laptop 14 inci lainnya adalah tebalnya yang hanya 1,9 cm dan bobotnya cuman 1,5 kg!

Sehingga sekilas kalau dilihat ia tampak seperti laptop 13 inci. Itulah kenapa dia mendapat gelar The World’s Smallest 14 inch Colorful Notebook! Laptop paling mungil di seluruh dunia!

Vivobook A412 ini memang laptop 14 inci, tapi dia lebih kecil 20 persen dari laptop seukurannya, imbuh Riandanu, ASUS Indonesia Technical PR saat #ASUSGatheringMalang kemarin.

Cocok banget nih buat mereka yang bekerja di mana saja, ke mana saja tanpa perlu ribet bawa laptop seberat sekarung beras. Cukup selipkan saja di tas selempangmu. Bahkan nggak memakan banyak ruang saat bekerja di meja bekerjamu.

 

Bodynya yang tipis itu terletak pada penggunaan teknologi modern

NanoEdge Display. Yakni bezel samping layarnya cukup tipis hanya 5,7 mm. Selain itu memiliki screen-to-body ratio 87 persen yang membuat dimensi body-nya dapat diperkecil.

Bahkan dengan bezel ultra ramping, kamera HD yang nyaman ditampung di bezel atas untuk videochat dengan keluarga dan teman di seluruh dunia. Nah, seru banget kan!

Ergolift Design

Keunggulan Vivobook Ultra A412 yang lain adalah Ergolift Design, yakni mekanisme yang membuat body utamanya terangkat dan membentuk sudut dua derajat. Posisi keyboard yang miring ini membuat aktivitas mengetik dan pengoperasian laptop jadi lebih nyaman saat digunakan. Pas banget kalau misalnya lagi ngetik mager bisa sambil selonjoran hehe.

ErgoLift Design juga membuat sistem pendingin di VivoBook Ultra A412 dapat bekerja lebih optimal. Bodinya akan sedikit terangkat sehingga membentuk rongga yang dapat memperlancar sirkulasi udara pada sistem pendinginan. Dengan sistem pendingin yang lebih baik, hardware di dalam ultrabook ini dapat bekerja lebih optimal.

Pre-Install Windows 10 Original!

Laptop saya yang lawas yang menemani saya sejak kuliah pernah ngambek lantaran banyak banget terserang malware alias virus. Alhasil saya harus install ulang ke gerai dekat kampus. Eh bukannya malah sembuh baru beberapa minggu kemudian harus “dirawat” lagi. Aduh sedih dan stress banget waktu itu, sebab saya lagi sibuk-sibuknya mengerjakan skripsi.

Usut punya usut ternyata windows yang diinstall adalah bajakan! Sehingga memudahkan virus menyerang “jeroan”nya laptop saya.

Kabar baiknya di Vivobook Ultra A412 kita bisa mendapatkan Pre-Install Windows 10 yang asli tanpa harus mengeluarkan duit tambahan, karena nggak perlu install ulang lagi. Bye bye deh windows install bajakan!

Login dengan Sensor Fingerprint

Kadang-kadang saya suka lupa deh password buat login ke windows. Nah, ini kan bahaya buat produktivitas kita. Untuk itu Vivobook Ultra A412 memberikan fasilitas fitur modern dengan menyediakan sensor fingerprint agar proses login jadi lebih cepat.

Fitur fingerprint ini bisa terintegrasi langsung dengan Windows Hello. Sehingga nggak perlu repot mengetikkan password saat masuk ke dalam akun Windows 10 di VivoBook Ultra A412 . Bonusnya membuat VivoBook Ultra A412 ini menjadi lebih aman. Jadi saya nggak merasa was-was deh kalau misalnya Akmal iseng pencet-pencet keyboard sembarangan. Hehehe.

Fast Charging dan Backlit Keyboard

Lagi buru-buru berangkat kerja dan mau bawa laptop eh tapi ternyata baterainya mau habis?

Tenang, tenang.

Di ASUS Vivobook Ultra A412 ini menyediakan teknologi fast charging. Jadi, si mungil kece ini hanya membutuhkan waktu 49 menit untuk mengisi baterai hingga 60 persen.

Berkat baterai polimer-lithium berkualitas tinggi inilah kamu bisa menggunakan Vivobook Ultra A412 sepanjang hari. Teknologi pengisian daya baterai yang keren ini membantu melindungi baterai dari pengisian yang berlebihan. Jadi menjaga baterai tetap dalam kondisi prima.

Kejutan lainnya adalah keyboard dari Vivobook Ultra A412 ini bisa nyala saat kita bekerja di tempat yang redup. Key caps-nya juga telah diuji hingga 10.000 ribu ketukan. Jadi nggak perlu khawatir tentang daya tahan!

Performa Tangguh

Meski desainnya minimalis dan ringkas, tapi si laptop mungil ini memiliki performa yang tak kalah tangguh dengan para pesaingnya. Ditenagai prosesor AMD Ryzen ™ 7 terbaru dengan diskrit Radeon ™ RX 540X membuat ultrabook mungil ini menjadi yang paling gesit yang ada saat ini.

Dengan penggunaan Intel® Core™ i7 terbaru kamu yang doyan desain memakai aplikasi macam Adobe Photoshop, Illustrator atau ngedit video nggak perlu khawatir ngelag atau tiba-tiba ngehang karena varian Intel ini mampu menghadirkan kecepatan pemrosesan hingga 4,6GHz pada konfigurasi 4 core dan 8 thread. Dan RAMnya bisa di upgrade hingga 8gb.

Nah, yang doyan berselancar di internet ASUS Vivobook Ultra A412 memfasilitasi dengan dual-band Wi-Fi 5 (802.11ac), jadi kamu bisa menikmati pengalaman online super cepat dengan kecepatan hingga 867Mbps.

Hadir dengan Pilihan 4 Warna

Yang pertama kali bikin jatuh cinta sih kalau saya karena warna-warna yang ditawarkan Vivobook Ultra A412 ini bikin mata segeeeerrr. Biasanya kan laptop pilihannya kalau nggak hitam ya silver.

Nah, dari ultrabook mungil ini menghadirkan empat pilihan warna-warni yang ceria khas millenial. Apa saja?

  • Transparent Silver
  • Slate Grey
  • Peacock Blue
  • Coral Crush

Kalau saya sih suka yang Peacock Blue karena netral tapi kesannya menenangkan hehe. Kalau kamu suka yang warna mana nih? Pilih sesuai dengan karakter kamu ya!

Gimana? Gimana?

Pantaslah jika laptop yang dibanderol dengan harga mulai dari Rp 7.599.000, meski minimalis tapi segudang keunggulannya! Haduuu saya aja ngiler banget lho ini. Mau bisikin pak suami dulu ah siapa tahu tertarik juga. Hehe.

Secara lho ASUS ini salah satu perusahaan multinasional sekaligus produsen motherboard, PC, monitor, kartu grafis, dan router terbaik di dunia. Nggak diragukan lagi lah ya kualitas dari produk-produk yang mereka keluarkan, ya termasuk ASUS Vivobook Ultra A412 yang terbaru ini!

Yuk, segera deh nabung buat meminang si laptop paling mungil dan berwarna di dunia ini!

Kembangkan Startup di Daerah 3T Bersama Dayamaya

Siapa nih yang sedang merintis Start Up?

Eiits, bukan drakor yang lagi hits itu lho ya. Tapi beneran usaha rintisan yang bisa memberikan manfaat dan dampak nyata untuk masyarakat. Namun memang tidak semua orang dianugerahi dan punya kesempatan untuk memulai usaha rintisan.

Karena apa? Ya memang prosesnya itu enggak mudah. Kok bisa-bisanya saya bilang begini? Karena saya menyaksikannya sendiri yang terjadi pada suami.

Dulu dia pernah bikin sebuah Start Up di bidang pertanian tuh sama teman-temannya. Programnya membantu para petani untuk sama-sama maju membantu petani menjajakan hasil dagangannya melalui sebuah website. Website tersebut  dibuat untuk memasarkan produk petani agar lebih dikenal luas oleh masyarakat.

Namun seiring berjalannya waktu usaha rintisan tersebut enggak bertahan lama. Beberapa kendala menjadikan start up tersebut jadi mandeg di tengah jalan.

Salah satunya disebabkan karena masih kurang meleknya para petani akan literasi digital. Bisa jadi juga karena hambatan sinyal di daerah pedesaan ya. Sehingga menyebabkan mereka jadi menganggap bahwa dunia digital itu tidak begitu urgent.

Sebenarnya program yang bagus tapi jika kurang didukung sama fasilitas yang memadai sangat disayangkan juga, ya.

Tapi jangan sedih dan kecewa dulu buat kamu yang ingin mengembangkan start up, UMKM atau bahkan komunitas dari daerah yang susah sinyal atau dikenal dengan sebutan daerah 3T (terluar, tertinggal, terdepan). Sebab kini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) melaksanakan Program Dayamaya.

Apa itu Dayamaya?

Yakni program yang membantu pertumbuhan startup, komunitas, kelompok masyarakat, dan UMKM digital untuk diterapkan di daerah 3T.

Jika kamu pelaku usaha atau startup, pegiat komunitas dan perintis UMKM, program ini bisa jadi solusi untuk mengembangkan ekosistem ekonomi digital di daerah 3T.

“Melalui peran startup, komunitas, dan UMKM yang terlibat, kami harapkan dapat mempercepat kemajuan di daerah 3T. Saat ini sudah ada lima inisiatif, dari 18 yang terpilih pada tahun 2019, yang mulai berproses di masyarakat. Kami yakin dengan peran serta mereka, akan segera terjadi perubahan di daerah 3T menuju ke arah yang lebih baik,” kata Danny Januar Ismawan, Direktur Layanan TI untuk Masyarakat dan Pemerintah.

Tujuannya supaya masyarakat di daerah 3T memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan berdaya dimulai dari dunia maya. Nah, ini kesempatan buat kalian yang ingin menjadi penyebar kebajikan.

Zaman sekarang yang dibutuhkan itu kolaborasi bukan sekadar kompetisi. Maka Dayamaya ini tidak hanya bergerak di satu sektor tapi juga mengajak seluruh pegiat komunitas dan pelaku startup maupun UMKM di berbagai sektor. Misalnya, kesehatan, pendidikan, pariwisata, agribisnis, fintech, logistik dan e-commerce.

Dari beberapa sektor tersebut ada 3 inisiatif yang telah memberikan kontribusinya kepada masyarakat secara langsung diantaranya, Atourin, Cakap, dan Jahitin.

Atourin (atourin.com)

Kamu suka travelling?

Nah, Atourin ini salah satu perusahaan teknologi di sektor pariwisata yang memberikan layanan one-stop-solution kepada para wisatawan.

Contohnya seperti penyediaan informasi obyek wisata se-Indonesia, rekomendasi rencana perjalanan ke berbagai destinasi di Indonesia, dan jasa pemesanan pemandu wisata tersertifikasi.

Menurut Reza Permadi selaku Tim Operasional Atourin, pada tahun 2019 terdapat 10  pemandu wisata di Natuna sudah memiliki lisensi, lebih berani melakukan self branding, dan mulai memanfaatkan media sosial untuk melakukan promosi. Dengan ini diharapkan akan ada lebih banyak lagi pemandu wisata yang berlisensi.

“Di masa pandemi ini, salah satu satu program kami yaitu melakukan pelatihan secara daring bagi pemandu wisata se-Indonesia. Kami ajarkan bagaimana cara membuat tur virtual. Dengan pelatihan ini, diharapkan pemandu wisata dapat memanfaatkan internet untuk menghadirkan layanan virtual tour baik kepada wisatawan dalam negeri maupun mancanegara” kata Reza.

Cakap (cakap.com)

Selain Atourin, hadir pula Cakap yang concern dalam bidang bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Sebagai platform aplikasi pembelajaran online Cakap telah menyelenggarakan digital assessment di Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menggunakan standarisasi CEFR (The Common European Framework of Reference for Languages).

Program melibatkan peserta setingkat pelajar SMA sebanyak 250 orang, kegiatan ini dilakukan secara daring melalui ruang belajar digital dalam sebuah kelas online yang diisi oleh guru bahasa Inggris asing (ESL Teacher).

Untuk menjadi peserta dapat  mendaftar dengan mengakses website resmi Cakap. Sejauh ini sudah ada beberapa daerah yang mendaftar yaitu Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Sulawesi Utara dan Bangka Belitung. Sulawesi Utara dan Kalimantan Selatan sebagai daerah terbanyak yang mendaftar menjadi peserta.

Peserta akan mendapatkan akses kelas webinar, materi pembelajaran dalam bentuk ebook, akses video pembelajaran, kuis untuk evaluasi dan mengukur kemampuan bahasa Inggris selama program, pendampingan oleh guru profesional dan lokal fasilitator, serta mendapatkan sertifikat penyelesaian di akhir program.

Jahitin (jahitin.com)

Jika diantara kalian seorang penjahit maka belajar di Jahitin Academy adalah pilihan yang tepat. Jahitin Academy memberdayakan SDM dengan meningkatkan skill para penjahit di Provinsi NTT, khususnya di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.

Mereka mengolah limbah kain tenun menjadi cushion pillow. Selain itu mempertemukan para penjahit untuk mengerjakan orderan 5000 masker.

Progran Dayamaya memberikan kesempatan bagi siapapun pelaku usaha, startup, UMKM serta pegiat komunitas untuk sama-sama menyebarkan kebajikan dan berjuang Berdaya Bersama.