Thursday, September 23, 2021

Blog Competition

Home Blog Competition

Indonesia Lebih Sehat dengan Sarapan

Pentingnya Sarapan

“Sarapan dulu, nanti lemes di sekolah!”

Sebuah kalimat yang selalu meluncur dari ibu setiap kali saya mau berangkat sekolah (kala itu). Meski bukan “orang kesehatan”, Ibu adalah perempuan paling bawel soal ini. Beliau pasti uring-uringan kalau anak-anaknya ogah atau lupa sarapan. Buat Ibu, sarapan adalah hal penting untuk mengawali hari kita.

“Makan roti sama minum susu aja nggak apa. Yang penting perutnya keisi,” kata ibu (lagi) setiap kali saya menolak sarapan dengan alasan nggak sempat. Sebenarnya bukan nggak sempat sih, tapi lebih ke malas. Haha.

Ternyata sarapan ini penting banget, lho! Menurut para ahli dalam jurnal Circulation, sebuah jurnal kesehatan dari American Heart Association, ada kaitan antara sarapan dengan risiko penyakit jantung. Dalam jurnal itu disebutkan bahwa mereka yang melewatkan sarapan memiliki risiko lebih besar terkena penyakit jantung. Serem, ya!

 Dampak Nggak Sarapan

Masih berdasarkan jurnal itu, mereka yang nggak sarapan ternyata memiliki risiko kenaikan berat badan lebih besar. Lho, perut nggak keisi kok malah kena risiko kelebihan berat badan? Why? Ternyata kondisi perut yang kosong dari pagi sampai siang membuat kita jadi balas dendam makan banyak di siang hari.

Sarapan juga membuat kita lebih siap melakukan aktivitas. Perut yang terisi membuat kita jadi lebih konsentrasi dalam menjalani hari. Sebab, lambung akan terisi kembali setelah 8 – 10 jam kosong selama tidur semalaman. Nah, saat inilah kadar gula menurun sehingga pasokan energi ke otak kurang ketika meninggalkan sarapan. Kalau ini emang bener sih.

Pernah suatu kali saya skip sarapan saat berangkat sekolah (waktu itu masih SMA). Pas banget itu hari Senin dan wajib upacara. Matahari mulai terik saat kami berbaris dan harus mendengar ceramah guru.

Saya yang nggak sarapan saat itu mulai merasa pusing, perut keroncongan dan berakhir maag saya kumat. Aaaaah… sumpah deh seharian itu jadi bad mood di kelas. Alhasil, saya jadi nggak konsentrasi belajar di kelas, malah harus berbaring di UKS. Makanya, bilang sama Dilan, yang berat itu bukan rindu, tapi nahan laper perut keroncongan sampe keliyengan gegara nggak sarapan! Berat ini, mah. Hehehe.

Sejak saat itu saya nggak mau melewatkan sarapan. Pun ketika sudah menjadi seorang ibu. Kalau sehari aja skip sarapan, buyarlah yang namanya good mood. Secara kan ya saya harus mengurus bayi dan rumah 24 jam seharian. Nah, kalau paginya perut keroncongan biasanya bawaannya uring-uringan haha. Nggak bagus juga dong buat saya, anak dan keluarga. Itulah kenapa saya biasakan juga sarapan ke anak dan suami. Meski sesuap dua suap yang penting ada asupan makanan di pagi hari.

Kalau pun nggak sempat buat sarapan, saya usahakan makan roti ataupun minum susu, salah satunya Energen di pagi hari. Untuk yang satu ini, saya biasa stok di rumah. Jaga-jaga kalau pagi hari udah lapar berat tapi belum sempat masak. Tinggal seduh dengan air hangat, seruput, sedap deh.

Kenapa Energen?

Selain karena praktis, ternyata banyak banget kandungannya yang bermanfaat buat tubuh. Misalnya oat yang mengandung serat tinggi. Makanan satu ini dapat membantu mengurangi kolesterol. Selain itu melancarkan pencernaan dan bagus buat jantung.

Nggak hanya mengandung oat dan susu, di dalam Energen juga mengandung telur serta kaya vitamin dan mineral. Dan, yang paling penting varian rasanya beragam. Ada rasa coklat, vanilla, kacang hijau, dan jahe. Kalau saya sih suka semuanya. Hehehe.

sumber: www.mayora.com

Resep Sarapan Kilat Mudah dan Bergizi dengan Energen

Biasanya alasan utama melewatkan sarapan adalah karena nggak sempat masak. Nah, Energen juga gampang diolah dan disajikan dengan berbagai cara, lo. Berikut ini beberapa resep yang biasanya saya buat kalau lagi ribet (malas). Hehehe. Selamat mencoba!

 

Smoothies Banana Chocoberry

 

Bahan

 

  • 1 sachet Energen rasa coklat
  • 1-2 buah pisang
  • 3-4 buah strawberry
  • 1 sendok makan nutella
  • Es batu secukupnya (optional)

 Cara membuat

  • Blender semua bahan jadi satu. Sajikan selagi dingin.

 

Steamed Apple Oat

 

Bahan

  • 4 sdm oat
  • 1 butir telur
  • 1 sdm margarine cair
  • 1 apel, diparut
  • Sejumput keju (optional)

 

Cara  membuat

  • Kocok telur, masukkan semua bahan kecuali topping. Lalu, aduk hingga rata.
  • Masukkan ke dalam cetakan, taburi dengan topping.
  • Kukus kurang lebih 20 menit
  • Sajikan

Bisa hidangkan bersama Energen rasa vanilla atau cokelat. Sesuai selera

Nah, gimana resepnya? Gampang banget, kan? Meski mudah dan praktis tapi tetap bergizi, lho. Yuk dicoba dan jangan lupa sarapan, ya! Ada yang punya resep sarapan simple lainnya? Mari kita sharing!

 

sumber:

  1. https://www.femina.co.id/health-diet/baca-4-alasan-pentingnya-sarapan-sehat-sebelum-jam-9
  2. https://www.huffingtonpost.com/2012/10/16/health-benefits-breakfast_n_1968248.html
  3. https://www.huffingtonpost.com/ornish-living/health-benefits-breakfast_b_7506696.html

Bijak Pilih Kosmetik dengan Cek KLIK!

Tahun ini saya dan keluarga mudik ke rumah mertua di Caruban, Jawa Timur. Sebelumnya suami sudah berangkat duluan naik kereta api. Sementara saya bareng dengan bapak, ibuk dan adik-adik  dan tak lupa si bayi, dengan mobil pribadi. Kami berangkat H+2 dari Sidoarjo melalui jalur pantura. 

Selama delapan jam perjalanan, macet jadi persoalan yang nggak jarang bikin bete. Hawa yang panas membuat kami jadi cepat keringatan. Alhasil, baju cepet basah, rambut lepek, kulit jadi pliket, dan ujung-ujungnya muka jadi cepat kusam. Aduh, ini sebuah persoalan yang bikin sebal sebagian perempuan. Ya, nggak buibu? Hehe.

Ditambah lagi, selama di kampung mertua hampir setiap hari si bocah main di luar rumah panas-panasan. Main di sawah,  di lapangan bola, ngejar ayam, main layangan, dan banyak lagi. Nemeni dia beraktivitas di luar rumah tentu membuat saya mandi keringat setiap hari. Pulang-pulang muka saya beneran lengket semua, deh. Hihi.

main-main di sawah saat mudik
foto: dokumentasi pribadi

Kosmetik Wajib Saat Travelling!

That’s why meski sedang dalam perjalanan, soal merawat diri tetap nggak boleh ketinggalan, dong! Minimal bawa beberapa kosmetik dasar selama travelling. 

Kalau saya, sih, kosmetik yang enggak ketinggalan dibawa seperti facial soap, lipbalm, moisturizer, lipmatte, deodorant dan sunblock. Beberapa “senjata” ini wajib dibawa selama perjalanan, supaya jalan-jalannya tetep cantik dan segeeerrr hehehe. Nggak hanya itu, seharian aktivitas di luar dan seringnya terkena paparan sinar matahari kita perlu melindungi diri salah satunya ya dengan skincare macam sunblock.

beberapa kosmetik yang wajib dibawa saat travelling
foto: dokumentasi pribadi

Dalam pemilihan #kosmetikamanmudik, saya termasuk yang picky. Nomor satu buat saya adalah aspek kehalalannya. Kalau nggak ada label halalnya, say bye aja, deh.

Selain itu enggak asal. Misalnya mentang-mentang pernah dipake sama artis A atau selebgram B dengan iming-iming dapat memutihkan wajah, kita langsung cuusss ikutan pake . Enggaak, jangan sampe ya gara-gara ikutan mereka tapi nggak memerhatikan aspek-aspek penting untuk kesehatan kita. Alih-alih pengen tampil cantik, eeeh enggak taunya kosmetiknya bermasalah dan berbahaya.  

sumber foto: twitter BPOM

Eits, jangan salah lho buibu…Ternyata kosmetik yang memiliki bahan berbahaya masih beredar di pasaran. Termasuk beberapa merek luar negeri yang masuk ke Indonesia ternyata ada juga, lho, yang dipalsukan.

Seperti yang dilansir viva.co.id , beberapa produk kosmetik luar negeri seperti Barbapapa, Animate Vitamin E, Egg White, lipstik Kylie, Cherveen, dan lain-lain rupanya belum memiliki izin edar di pasaran. “Produk kosmetik ilegal ini diperkirakan akan diedarkan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kosmetik ilegal ini terbukti mengandung substansi yang tidak boleh ada di dalam kosmetik,” ujar Penny Lukito, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Berdasarkan data dari BPOM sepanjang tahun 2016, menemukan 9.071 jenis atau sekitar 1,4 juta kemasan kosmetika impor ilegal dengan nilai keekonomian mencapai lebih dari Rp. 77,9 miliar.

Kemudian, tahun 2017 dari Januari hingga Oktober  BPOM berhasil mengamankan sekitar 1 juta lebih kosmetik ilegal dengan rincian 756.495 kosmetik impor ilegal dan 491.667 kosmetik lokal ilegal dari seluruh wilayah Indonesia (berita lengkapnya di sini). Duh, ngeri yaaa.

sumber: twitter BPOM

Apa Sih Bahaya Bahan-bahan Kosmetik Ilegal?

Maka dari itu penting banget mengetahui bahan-bahan yang terkandung dalam kosmetik yang mau kita beli. Berikut ini bahan-bahan yang perlu kita waspadai:

1. Merkuri, biasa terkandung pada krim dan bedak ilegal. Merkuri mengandung logam berbahaya yang bisa menyebabkan alergi atau iritasi pada kulit dan flek hitam yang sulit hilang.
2. Timbal, biasa terkandung dalam pada produk kosmetik ilegal untuk mata dan bibir. Juga mengandung logam berbahaya yang bisa menyebabkan kanker kulit.
3. Arsen, biasa terkandung pada bedak dan lipstik ilegal. Arsen juga mengandung racun yang bisa menyebabkan kanker kulit.
4. Rhabdomin, zat pewarna yang biasa terkandung pada lipstik ilegal. Juga berpotensi menyebabkan kanker pada kulit bibir.
5. Silicon, asam lemak (isopropopil isostearate) coconut oil & lanolin. Keempat bahan ini bersifat komedogenik, atau menyumbat pori-pori kulit. Kalau memakai kosmetik yang terlalu banyak mengandung bahan ini, wajah akan timbul jerawat karena pori-pori yang tersumbat.

tips agar aman dari kosmetik ilegal

Pilih Kosmetik Aman dengan Cek KLIK!

Selain jago dandan, sebagai perempuan juga harus jago nih dalam pemilihan kosmetik yang aman. Jeli dan teliti saat membeli wajib kita terapkan agar selamat dari kosmetik ilegal. Enggak mau kan kena dampak kosmetik yang mengandung bahan-bahan berbahaya tersebut. Hiiiy, jangan sampe deh!

Nah, untuk memastikan komsetik tersebut aman, BPOM memberikan solusi jitu sebelum membeli kosmetik. Yakni dengan resep #CekKLIKBPOM. Apa itu KLIK?

foto: dokumentasi pribadi Sebelumnya download aplikasi cek BPOM di google playstore

1. Kemasan

Sebelum membeli produk kosmetik pastikan dan cek kemasan kira-kira masih layak nggak untuk dipakai. Kalau sekiranya ada yang lubang atau bagian kemasan robek, sebaiknya jangan dibeli, ya. Bisa jadi sudah terkontaminasi dan kemasannya lama. Tentu saja ini nggak layak dipakai.

2. Label

Jangan lupa selalu baca informasi produk pada label kosmetik yang kamu beli. Pastikan segala informasi seperti komposisi kosmetik, anjuran penyimpanan, kegunaan kosmetik, dan informasi penting lainnya. Sebagai konsumen kita harus cermat, lho buibu!

foto: dokumentasi pribadi
Selanjutnya, masukkan nomor registrasi produk atau nama produk.

3. Izin edar

Pastikan kosmetik yang kita konsumsi telah memiliki izin edar dari BPOM Indonesia. Bagaimana caranya? Gampang, banget kok. Kita tinggal mengeceknya di laman BPOM dan masukkan nomor registrasi yang tertera pada kemasan kosmetik.

Kalau lebih mudahnya, kamu bisa juga mengeceknya melalui aplikasi cek BPOM. Saat ini BPOM telah menyediakan aplikasi khusus cek produk yang tinggal diunduh di google playstore. Caranya pun mudah banget, kamu tinggal memasukkan nomor izin edar BPOM yang tertera di kemasan produk dan nanti semua informasi mengenai produk yang mau dibeli akan muncul dengan lengkap. Jadi, nggak perlu ragu lagi soal keamanan produk yang mau kita konsumsi.

Produk yang memiliki izin edar dari BPOM akan muncul data-datanya di aplikasi.
foto: dokumentasi pribadi

4. Kadaluarsa

Nah,ini juga penting banget! Saat mau membeli produk apapun termasuk kosmetik, saya selalu mengecek tanggal kadaluarsanya. Jangan sampai kelewatan karena bisa jadi produk yang sudah kadaluarsa dapat mengalami perubahan komposisi kimia tertentu yang berbahaya buat kulit kita. Kalau sudah lewat sebaiknya jangan dibeli, ya.

Masih Ragu? Laporkan saja ke…

Selain di aplikasi dan website www.pom.go.id , BPOM juga menyediakan segala informasi mengenai produk yang telah terregistrasi melalui semua media sosialnya. Kita bisa mengecek semua informasi terkait melalui Instagram (@bpom_ri), Twitter (@bpom_ri), maupun Facebook (@bpom.official). Nah, kalau misal produk yang mau konsumsi belum juga ada di aplikasi maupun website, bisa banget mengadukan lewat Halo BPOM di 1500533.

sumber foto: twitter BPOM

Setelah mengetahui jurus #cekKLIKBPOM ini saya jadi wanti-wanti sama diri sendiri maupun ke keluarga sebelum membeli kosmetik. Terutama pada adik-adik cewek saya yang pada doyan ‘jajan’ kosmetik hehe. “Eh coba dicek dulu ada izin edarnya nggak? Kapan tuh tanggal kadaluarsanya? Harus jeli!,” bawel saya pada mereka hehe.

Zaman udah canggih begini, nggak boleh ada kata malas untuk cerdas teliti sebelum membeli produk baik kosmetik, obat-obatan, pangan maupun jamu. Yuk, ah jadi konsumen yang cerdas 😉

Btw, selain edukasi dan sosialisasi lewat Instagram, Twitter dan web resmi, BPOM ternyata juga bikin jingle cek KLIK, lho! Dan menurut saya ini menarik! Jinglenya bikin saya reflek ingin ikut nari hehe. Tujuan untuk mengedukasi jadi terkesan asyik dan nggak menggurui. Coba, deh simak videonya di bawah ini.

 

Yuk, Dukung Produk Lokal Agar Makin Mengglobal!

“Kapan ya, kita bisa merdeka?” tanya Nabila, adik saya suatu kali.

“Lho bukannya kita udah merdeka, ya? Merdeka soal apa, nih?” timpal saya sembari mengernyitkan dahi. Dia lantas mengungkapkan kerisauannya akan sikap teman-temannya yang lebih doyan belanja barang impor ketimbang bikinan lokal saat ia menawarkan brand sepatu lokal miliknya. Menurut mereka barang-barang impor lebih baik kualitasnya.

“Kadang heran kenapa mereka rela bayar lebih mahal buat beli produk impor, ya?” lanjutnya.

Kegalauannya itu menyentil saya. Rasanya saya juga masih berada di tim yang lebih bangga ketika menggunakan produk bikinan luar negeri. Merasa naik kelas saat mengenakan barang-barang impor yang mereknya saja kadang susah dilafalkan. Apalagi kalau barang tersebut pernah dipakai artis A atau pernah dipakai selebgram B, wah berasa bangetlah kerennya. Hayo ngaku siapa yang pernah begini juga?

Keresahan Nabila bukan tanpa alasan. Pas saya browsing, ternyata memang bener ya produk impor menguasai pasar online hingga 94 persen, lho! WOW banget, kan? Yang bikin sedih, produk lokal di pasaran e-commerce penjualannya cuma berkisar 6-7 persen.

Bener juga kata Nabila. Kayaknya memang kita belum merdeka dari penjajahan belanja online produk impor! Hmmm …

Mengapa Harus Produk Lokal?

Kita sering berpikir bahwa barang impor otomatis kualitasnya lebih bagus ketimbang lokal. “Ah nggak juga! Sebenarnya produk lokal nggak kalah bagus kok,” sanggah Nabila.

Dia lantas menyodorkan produk sepatu lokal merek Alulla. Sepasang sepatu berwarna cokelat tua dengan aksen rumbai di atasnya menambah kesan eksotis dan unik. Sepatu berbahan kulit tersebut ternyata buatan pengrajin lokal dari Indonesia! Saya terkesan sebab garapannya nggak jauh beda dengan brand luar negeri. Pas saya coba pun nyaman saat dipakai. Apalagi harganya yang terjangkau. Duh, selama ini ke mana saja? Terlalu amazed sama produk impor malah lupa sama produk dalam negeri sendiri. Hiks!

Sepatu kulit produk lokal nggak kalah jauh lho kualitasnya sama produk luar!

Di balik sepatu kulit yang unik tersebut ada proses panjang yang melelahkan. Nabila yang memang handmade lover bercerita mulai dari bagaimana membuat desain sepatu yang oke, memilih bahan sepatu kulit yang berkualitas, mencari pengrajin lokal yang profesional, sampai mempromosikan kreasinya. Nggak jarang untuk membuat sepasang sepatu handmade waktu yang dibutuhkan cukup lama.

Proses mencari pengrajin ternyata nggak mudah lho

Udah sama-sama handmade, kualitas nggak kalah, masak masih juga pilih produk impor cuma gara-gara menang di merek doang? Merek lokal perlu juga dong kita dukung. Membeli produk lokal otomatis mendukung perekonomian nasional, bukan?

Kalau dari yang saya baca, kata Pak Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, industri kecil dan menengah (IKM) terbukti tangguh menghadapi tantangan dan krisis ekonomi. Selain itu IKM juga menyerap banyak tenaga kerja dan mampu mendistribusikan hasil-hasil pembangunan di Indonesia sehingga mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial di masyarakat kita sendiri.

Dalam pemilihan bahan sepatu kulit handmade juga harus selektif. Tidak asal.

See, membeli produk lokal ternyata nggak hanya berdampak pada konsumen tetapi juga perekonomian negara. Dengan begitu kita mendukung gerakan #MerdekaProdukIndonesia.

“Eh tapi ada satu hal lagi yang bikin aku galau, deh! Masih banyak yang belum tahu soal produk-produk lokal berkualitas ini. Termasuk produk sepatu lokal aku. Gimana ya?” keluh Nabila.

Hmmm…berarti soal promosi branding merek lokal ini sepertinya masih menjadi PR nih. Iseng-iseng saya browsing di internet dengan kata kunci produk handmade Indonesia. Dan… muncul situs Qlapa.com.

Apa Itu Qlapa?

Saat menjelajahi situs ini saya langsung nyeletuk “wih keren juga ini web!” Rasanya masih jarang ada sebuah situs yang menjual produk handamade lokal dengan beragam pilihan. Semacam one stop shopping, di Qlapa semua ada lho! Mulai dari kemeja batik, tenun, tas dan sepatu kulit, dompet, perhiasan, dekorasi rumah, bahkan produk perawatan dan kecantikan. Ribuan produk itu semuanya dari pengrajin lokal seluruh Indonesia.

Tampilan situs Qlapa di Hari Kemerdekaan. Ada banyak pilihan produk handmade, lho!

Yang bikin kesengsem barang-barangnya di sini tampak bagus-bagus dan keren! Salut nih sama tim Qlapa yang tidak asal dalam memilih produk-produk yang masuk. Jadinya kita nggak cuma gampang cari barang-barang yang menarik, tapi kualitasnya juga bagus karena dikurasi dengan baik oleh tim yang profesional.

Sistem pembeliannya pun gampang banget! Di Qlapa kita tinggal pilih aja produk yang diinginkan. Ada delapan kategori yakni produk untuk wanita, pria, anak, rumah & dekorasi, gadget & peralatan, kuliner, perawatan & kecantikan, serta perayaan & hadiah. Nggak perlu datang ke toko offline pengrajinnya, kita bisa langsung transfer pembayaran melalui credit card, transfer bank, atau Indomaret. Tinggal klak..klik..klak..klik dan duduk manis di rumah sembari menunggu pesanan datang.

Kalau ternyata transaksi batal sebelum produk dikirim gimana? Tenang aja, uang kita nantinya akan dikembalikan seratus persen. Tuh, simpel, aman, dan tidak perlu jauh-jauh belanja, kan?

Ada fitur filternya. Jadi kita bisa memilih produk sesuai spesifikasi yang diinginkan. Kece-kece, kan!

Bisa Jual Produk Kreasimu

Nggak hanya konsumen saja nih yang bisa menikmati kecanggihan Qlapa. Kalau kamu punya produk handmade yang menarik bisa banget jual produk kreasimu di sini!

Daftarin aja tokomu di Qlapa.com dengan mengisi data-data terkait tokomu. Nanti tim Qlapa akan menyeleksi produk yang didaftarkan sesuai dengan standar kualitas Qlapa.

Daftar buat berjualan di Qlapa gratis alias tidak dipungut biaya lho. Tim Qlapa cuma akan mengambil pembagian hasil penjualan sebesar 20 persen. Kalau tidak ada transaksi ya tidak ada pungutan biaya apa-apa.

Serunya jualan di sini, kamu bisa memperluas jaringan dengan sesama pengrajin produk handmade lokal dan mendapat prioritas utama untuk mengikuti program-program Qlapa. Wah, sudah nggak dipungut biaya eh dapet bonus edukasi dari tim Qlapa lagi. Canggih!

Sekarang saya jadi setuju sama tim di Qlapa yang bilang kurangnya dukungan dan konsumsi produk lokal bukan karena kurangnya kecintaan masyarakat terhadap produk lokal, tetapi disebabkan oleh kurangnya akses masyarakat akan produk lokal yang berkualitas dan menjawab kebutuhan pembeli. That’s why Qlapa memberikan solusi agar produk lokal Indonesia bisa berkembang baik skala nasional maupun internasional.

“Gampang ya ternyata berjualan di Qlapa. Mau coba ah daftar produk handmade sepatu ku di Qlapa!,” ujar Nabila menggebu-gebu saat saya ceritain soal kecanggihan Qlapa.

Jadi gimana kamu sudah dukung #MerdekaProdukIndonesia dari penjajahan belanja online?

Mulai sekarang mau lebih sering pakai produk lokal, ah.

 

*Sumber tambahan:

  1. Produk Impor Masih Kuasai Perdagangan di Online
  2. Mampukah Marketplace Indonesia Bendung Produk Impor?
  3. Perajin Sepatu Lokal Keluhkan Serbuan Produk Impor

Flash Blogging: Selamatkan Netizen dari Hoax

Menulis sudah menjadi hobi saya sejak kecil. Menulis cerita sehari-hari dalam buku diary, misalnya. Zaman berubah dan hobi ini saya salurkan melalui virtual diary, yakni blog. Saya mengenal blog sejak kuliah. Kala itu masih menulis soal cerita sehari-hari perkuliahan, travelling, puisi hingga cerita galau soal cinta. Hahaha… Intinya curhat.

Namun, setelah menikah tema tulisan semakin berubah. Tentang pengasuhan anak, keseharian sebagai seorang ibu newbie, intinya seputar keluarga dan lifestyle. 

Banyak sekali manfaat ngeblog yang saya rasakan. Salah satunya sebagai self healing. Terapi jiwa untuk mengobati kepenatan. Hehehe. Tak hanya itu, teman dari berbagai daerah juga saya dapat dari ngeblog.

Asyiknya menulis via blog itu suka-suka kita. Termasuk deadline-nya. Hehe… Nah, kerap kali hal ini nih yang membuat saya jadi keterusan (males) nulis. Maka dari itu penting banget meng-upgrade diri agar semangat menulis terus terpacu. Salah satunya mengikuti grup blogger atau workshop mengenai blogging. Seperti event Flash Blogging yang saya hadiri pada Jum’at, 2 Maret di Hotel Aria Gajayana, Malang.

Apa sih Flash Blogging?

Event ini sejenis kegiatan workshop menulis pada umumnya. Bedanya di soal waktu. Jika biasanya kita menulis sesuka hati (deadline-nya) berhari-hari, nah di event yang diadakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) ini kita diberi waktu sangat pendek. Cuma satu jam. Wah, ini sungguh menantang banget buat saya yang tipikal suka mengundur waktu.

Serunya, di Flash Blogging kali ini kita bisa ngobrol asyik soal blogging bareng Mbak Mira Sahid, Ketua Kumpulan Emak-Emak Blogger (KEB) dan Pak Andoko Darta dari tim Komunikasi Presiden.

Menurut Mbak Mira, ngeblog bukan sekadar sarana curhat, tetapi juga sebagai wadah menyampaikan gagasan dan informasi. “Kalau bisa sih nggak hanya curhat aja, selama kita menulis berikan persepsi baru dan buat tulisan kita itu berkarakter,” ujarnya.

 

Para peserta sedang serius mengikuti challenge menulis kilat

Menulis Ada Etikanya

Mbak Mira juga mengungkapkan, menulis di blog juga ada etikanya. “Blog memang bersifat personal tapi tetap perhatikan soal efek ke pembaca,” ujarnya.

Nah, ada beberapa poin yang perlu diperhatikan oleh para blogger menurut Mbak Mira:

  • Is It True? Artinya, apakah artikel yang kita buat berdasarkan fakta? Jangan cuma katanya dan katanya dst… Kan mulai banyak tuh berita hoax bertebaran. Nah, sebagai blogger kita tetap perlu menjaga kebenaran dari artikel kita. “Think before posting! Meski isinya curhat, kita perlu juga memberi insight yang benar kepada pembaca,” tutur perempuan pecinta kopi ini.
  • Is It Hurtful? “Tulisan kita sebaiknya tetap santun meski dengan gaya bahasa santai. Bawalah attitude kita selama offline ke online. Itu penting,” kata Mbak Mira. Jangan sampai dong saat di kehidupan sehari-hari kita ngomongnya dengan gaya baik-baik eeeh tapi saat di media sosial seperti blog malah bernada maki-maki bahkan menyulut api permusuhan. Aduh jangan, yaaaa. Sungguh nggak mendidik dan malah memperkeruh suasana.
  • Is It Illegal? Menulis di blog nggak murni isi curhatan aja. Terkadang kita memasukkan pula informasi dari berbagai sumber. Nah, yang perlu diperhatikan kita harus menyebutkan sumber tersebut. “Boleh aja kok menulis dari berita-berita dari media atau memasukkan beberapa kutipan tokoh-tokoh, asalkan jangan plek ketiplek, ya,”

Selain soal etika, disadari peran blogger kini makin penting dalam kemajuan Indonesia lewat teknologi informasi. Seperti yang disampaikan Pak Andoko Darta, blogger punya peran signifikan memerangi berita bohong yang isinya nggak bisa dipertanggungjawabkan.

“Sekarang banyak sekali berita hoax yang tidak jelas sumbernya. Maka peran blogger ini penting agar meminimalisir berita yang tidak jelas. Maka menulis yang benar,” tuturnya.

Intinya, dengan ngeblog ternyata kita bisa ikut memajukan Indonesia di zaman now. Tapi jangan sampai lupa dengan etika-etikanya, ya. Ngeblog iya, ikut mencerdaskan netizen juga iya 🙂 

 

Ujung-ujungnya selfie 😀