Waktu kecil saya pernah dapat julukan anak jago kandang. “Ah, kamu mah beraninya di rumah aja, di luar melempem”. Label itu bahkan masih terlontar dari beberapa anggota keluarga dekat hingga sekarang punya anak.

Padahal sesungguhnya saya tipikal observer atau istilah lainnya slow-to-warm-up. Cailah. Artinya, saya butuh waktu untuk kenal sama orang yang baru saya jumpai. Saya amati dulu seperti apa orangnya? Apakah saya bisa nyaman ngobrol dengannya? Apakah orang ini bisa dipercaya nantinya?

Saya tipikal yang belum bisa seterbuka orang-orang yang pembawaannya easy going, yang sekali ketemu orang langsung kayak udah kenal sepuluh tahun. Pembicaraan langsung lancar kayak air terjun. Belum hehehe. Tapi kalau sudah merasa nyaman sama orang tersebut saya bisa curhat dan terbuka bahkan buka-bukaan *eh* hehehe.

Dan karakter ini sepertinya nurun ke anak lanang saya, Akmal. Setiap kali saya ajak playdate dengan teman yang juga punya anak sebaya Akmal, atau mengajaknya ke playground, Akmal tidak serta merta main sama teman-temannya. Diajak kenalan pun dia diem dulu, lihatin temennya baru mau salaman. Kalau nggak mau ya saya juga nggak maksa sih.

Dia lebih memilih asyik sendiri, mencari permainan dan berimajinasi sendiri. Eh tapi giliran kita mau pulang, dia malah mulai akrab dan berujung nggak mau pulang. Kalau sudah kenal dan merasa nyaman, biasanya Akmal nggak sekadar mau salaman tapi malah ngajak ngobrol dan ketawa-ketawa.

Gara-gara ini Akmal jadi kecipratan dapet label serupa. “Owalah anak kamu jago kandang ya”. Sedihnya yang bilang begini adalah anggota keluarga terdekat. Tapi suami berusaha mengadem-ademkan hati, “Nggak apalah santai aja, masih panjang kok waktunya. Dia perlu pembiasaan (di lingkungan baru) aja kok,” ujar suami.

Berbagai Trik Agar Anak Percaya Diri

Saya dan suami akhirnya sepakat untuk membiasakan Akmal di lingkungan selain keluarganya. Misalnya, menyempatkan silaturahmi ke teman-teman kami yang juga memiliki anak.

  • Berkenalan dengan orang baru ini menjadi salah satu pembiasaan agar Akmal lebih familier dengan banyak jenis orang, selain ayah dan bundanya. Tentu saja nggak sekali dua kali, butuh berkali-kali. Akmal pun nggak langsung “cair” sama orang baru. Kecuali kalau menurut dia orangnya perhatian banget sama Akmal. Misalnya disapa dulu, diajak salaman, diajak ngobrol terus, dipancing buat cerita, lambat laun Akmal mau main sama mereka.
  • Membebaskan Eksplorasi selama tidak membahayakan. Saya dan suami percaya anak yang kurang percaya diri dan minder sebabnya karena sering dilarang melakukan ini-itu. Jadi, selama itu bisa mengasah eksplorasinya ya saya bolehin aja. Naik-naik tangga? Boleh aja asal didampingi. Main air kran setelah mandi? Yaweslah nggak apa nanti bisa ganti lagi kok. Main bola di lapangan penuh pasir? Oke aja nanti bajunya di laundry kan bisa haha. Tapi kalau udah merambah hal-hal yang berbahaya seperti mau mainan gunting atau pisau ya BIG NO NO!
  • Mendorongnya melakukan sesuatu sendiri terlebih dulu. Tidak mencoba memberikan bantuan terlebih dahulu. Misalnya, membiarkannya minum susunya sendiri di gelas. Menyendok makanannya di mangkok. Membuka celana sendiri meski belum sempurna. Atau meletakkan bukunya sendiri di rak. Kalau terlihat frustasi karena nggak bisa maka baru saya menawarkan bantuan padanya.

  • Membacakannya buku. Saya juga belum observasi lebih dalam sih apakah kelak membacakannya buku bisa meningkatkan tingkat kepercayaan diri anak. Tapi setelah diamati, rutin membacakannya buku bisa menambah kosa kata Akmal. Dia jadi suka menceritakan kembali isi buku yang baru saja dia baca. Meski beberapa kata saya belum paham maksudnya lantaran dia masih cadel tapi saya tetap meresponnya dan memujinya. Dengan begitu dia bisa PD aja bercerita dan ngobrol sama orang.

Trik Agar Anak Tambah Percaya Diri: Belajar Bahasa Inggris

Yap! Secara ya bahasa Inggris ini sudah dipelajari jutaan orang di dunia bahkan sudah masuk kampung-kampung di Indonesia. Saat ini Akmal baru saya kenalkan beberapa kosa kata dalam bahasa Inggris. Seperti warna, hewan dan angka. Itupun belum semua. Meski begitu orangtua mana sih yang nggak kepengen anaknya bisa fasih bahasa selain bahasa Indonesia, yakni bahasa Inggris.

Selain mengenalkan bahasa Inggris melalui buku cerita bisa juga dengan mengantarkannya ke lembaga bahasa Inggris. Salah satu lembaga bahasa Inggris yang kompeten ya English First. Selain sudah berpengalaman selama 30 tahun mendukung pendidikan di Indonesia dengan menawarkan kursus bahasa Inggris, perjalanan pendidikan ke luar negeri, serta pertukaran akademi dan budaya, di EF juga banyak banget program untuk anak-anak.

Misalnya program EF Life Club. EF Life Club merupakan kegiatan extrakulikuler  yang penting dan merupakan bagian dari pengajaran komprehensif oleh EF. Dengan tema kegiatan yang beragam, anak dapat melakukan berbagai macam aktivitas yang seru sambil meningkatkan kemampuan berbahasa Inggrisnya.

Selain itu ada juga ada program Holiday Academy. Di program EF.ID/bestholiday ini minat dan bakat anak diasah lebih mendalam sekaligus mempertajam kemampuan bahasa Inggrisnya. Selain itu dibikin sesuai dengan usia anak. Ada lima program di Holiday Academy ini;

  • Storytellers. Program ini diperuntukkan anak usia 3 – 7 tahun. Anak mempraktekkan bahasa Inggris melalui kegiatan menyenangkan, seperti bercerita.
  • Phonics. Kalau anak bunda usia 4 – 7 tahun dan ingin lebih mengenal bunyi kata atau kalimat bahasa Inggris dengan tepat, nah di sini kelasnya!
  • Reading Science. Nah ini buat anak bunda yang suka observasi dan berhubungan dengan sains. Diperuntukkan buat anak usia 9-13 tahun. Di kelas ini anak bisa melakukan berbagai eksperimen dan sains dalam bahasa Inggris
  • Writer’s Guild. Program untuk usia 11-13 tahun ini dirancang untuk mengasah kemampuan memahami teks ilmiah dan membuat berbagai macam tulisan.
  • On Stage (untuk anak usia 9-17 tahun) merupakan program yang dapat mengasah kemampuan anak dalam mendengar, berbicara sekaligus meningkatkan kepercayaan dirinya melalui bermain peran.

Gimana bunda seru banget kan programnya? Saya aja ngiler pengen Akmal bisa segera ikutan, tapi karena usianya belum dua tahun jadi saya nabung dulu deh hehe.

bahasa inggris untuk anak

Buat bunda-bunda yang buah hatinya sudah usia 3 tahun ke atas bisa banget dicoba pengalaman seru belajar bahasa Inggris di EF ini. Apalagi ada diskon menarik di periode April – Mei ini hingga Rp 2,45 juta beserta merchandise eksklusif! #AkuBisa jago Inggris dengan seru di EF.

Bunda-bunda bisa langsung mengunjungi EF.ID/amazingapril untuk pendaftaran kelas reguler EF buat ananda. Belajar bahasa Inggris di tempat yang tepat dan pada ahlinya Insyallah bisa makin meningkatkan kepercayaan diri anak. Saya juga merasa selama belajar bahasa Inggris di kampus dulu jadi merasa lebih pede saat ngobrol sama wong bule hehe. Kapan lagi bisa ikutan program-program seru di EF dengan para native speaker, suasana belajar yang menyenangkan dan berbagai eksperimen yang menarik? Yuk buruan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here