Setiap penghujung tahun orang-orang berlomba-lomba membuat resolusi. Mereka merangkum peristiwa yang terjadi dalam satu tahun perjalanan ke belakang kemarin.

Saya kira sah-sah saja membuat catatan atau renungan atau katakanlah refleksi akhir tahun. Bukan sekadar buat gaya-gayaan tetapi untuk jejak memori dan sebagai sarana muhasabah. Agar ke depan dapat lebih baik memperbaiki diri.

Saya pun tak ingin ketinggalan. Meski banyak hal yang belum tercentang di tahun ini tapi rasanya perlu melihat kilas balik selama 2018 ini.

Jungkir Balik Jadi Ibu Baru

Tahun di mana saya menjadi full time ibu untuk Akmal. Sebuah pengalaman baru yang sungguh menguras tenaga, emosi, pikiran tapi juga bahagia dalam satu waktu. Di awal tahun 2018 masih mengalami yang namanya “jetlag” sebagai ibu rumah tangga. Bahkan baby blues sempat menghampiri. Padahal Akmal sudah menginjak usia 8 bulan.

Kumpulan foto di IG selama setahun. Kebanyakan tentang ngurusin Akmal hahaha

Kenapa Baby Blues? Ceritanya di sini: Baby Blues Pasti Berlalu

Sempat mengalami krisis kepercayaan diri lantaran merasa menjadi IRT adalah sebuah peran yang “tidak keren”. Hanya berkutat di rumah dengan urusan domestik yang tak kunjung usai, yang begitu-begitu saja. Bertemu bayi sehari dua puluh empat jam setiap hari. Jarang bertemu teman dan tak berpenghasilan. Sebuah kondisi yang membuat saya memiliki inferiority problem.

Perasaan itu tentu saja memengaruhi sikap saya terhadap Akmal dan suami. Saya jadi kurang menikmati peran sebagai ibu dan istri. Satu peran yang sangat berpengaruh dalam kehidupan keluarga. Saya nggak mau berlarut-larut. Saya ingin berubah. Salah satu upayanya bergabung dalam beberapa komunitas.

Serunya Gabung di Komunitas Blogger

Seperti Emak-emak blogger, Institut Ibu Profesional (IIP) dan Forum Lingkar Pena (FLP). Bagi seorang introvert macam saya, berkomunitas membawa pengaruh yang besar untuk diri ini.

Beruntung dipertemukan dengan teman-teman sesama blogger yang memiliki passion yang sama. Saya jadi terpacu untuk nulis di blog dengan versi serius. Sejak berniat me-monetize blog ini, saya mulai memerhatikan bagaimana tulisan saya nggak hanya sekadar postingan curhat tapi bagaimana agar juga bermanfaat. Mulai memerhatikan tampilan blog yang friendly, dan yaaah saya mulai peduli yang namaya pageview, domain authority, apa itu SEO, bagaimana menghadirkan tulisan dan foto yang menarik, belajar bikin infografis dan tetek bengek di dunia perbloggingan yang dulunya semua itu saya “bodo amat”.

Dari situ setidaknya membawa “hasil”. Blog saya akhirnya digandeng sama beberapa brand untuk kerja sama review produk mereka. Senangnyaaa 😊

Sebab dari kerja sama itu saya bisa nambah duit jajan hehe. Meski belum yang sampe jadi penghasilan utama dari blog, setidaknya saya jadi semangat buat nulis di blog karena eh ternyata bisa “menghasilkan” juga tho.

Dapat Endorse Plus Temen Baru!

Dapat produk gratis yang lumayan banget buat beberapa bulan 😁. Selain itu bisa dateng ke event-event blogger dan bertemu dengan teman-teman blogger dari beberapa daerah itu sungguh menyenangkan! Yang biasanya cuman komen-komen lewat media sosial dan blog, lalu ketemu langsung saat event rasanya seperti bertemu teman lama.

Saya juga jadi ketagihan ikut lomba blog. Memang nggak semua lomba saya ikuti tapi menyesuaikan dengan niche blog saya yang mostly ngomongin tentang parenting dan sesekali lifestyle.

Dari sekian lomba yang saya ikuti, tahun ini alhamdulillah ((baru)) memenangi satu lomba, yaitu yang diadakan sama Qlapa. Hahaha nggak apa tahun depan perlu belajar lebih keras nih. Meski banyak nggak menangnya hehe, saya jadi belajar bahwa segala sesuatu itu butuh proses, konsistensi, sabar, ulet, skill yang perlu terus diasah serta kepasrahan kita pada Yang Maha Kuasa.

Baca Tulisan Tentang Qlapa : Dukung Produk Lokal Agar Makin Mengglobal

Saya sempat lho “ngedumel” karena “duh kenapa sih ya susah banget buat menangin lomba blog huhuhu”. Lalu diingetin sama suami soal visi awal untuk ngeblog buat apa. “Tulis aja dulu hal yang personal. Nggak cuman dilihat sekilas doang terus yang baca besok udah lupa. Apa yang ditulis dari hati nanti akan sampai ke hati juga”. Sebuah pesan yang buat saya bergumam “hmmm ya juga sih”.

Tahun ini saya juga ikut project nulis antologi buku dari Ibu Ibu Doyan Nulis (IIDN). Alhamdulillah jadi salah satu blogger yang lolos. Doakan tahun depan bukunya jadi ya hehe.

Belajar Bareng di Institut Ibu Profesional

Selain bergabung di komunitas kepenulisan, saya juga gabung di IIP. Pertama tahu IIP pun dari seorang teman lama sejak SMP. Saya tertarik karena programnya keren-keren! Allah semacam mudahkan dengan lancarnya saat pendaftaran online. Tinggal klak…klik…klak..klik isi form online, bayar, nunggu email balasan daaann… Alhamdulillah saya pun lolos jadi member IIP Batch 6. 

Saya belajar banyak di IIP terutama bagaimana mengubah mindset soal peran kita sebagai ibu, istri serta perempuan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Alhamdulillah akhirnya lulus juga hehe. Semoga ilmunya berkah dan bermanfaat. Terima kasih IIP dan ibu-ibu hebat yang inspiratif!

Menurut bu Septi Peni, founder IIP, bilang bahwa ketiga peran sebagai ibu, istri dan perempuan itu sepaket nggak bisa dipisah-pisah. Satu hal dari beliau yang melekat di pikiran saya hingga kini bahwa “Hanya ada satu status IBU. Yaitu, IBU BEKERJA. Yang satu memilih bekerja di ranah publik dan yang lain memilih bekerja di ranah domestik”. Mendengar pernyataan Bu Peni itu kepercayaan diri saya berasa naik lagi.

Selama tiga bulan kami diberi materi-materi yang bergizi dan tugas-tugas yang memacu untuk terus memperbaiki diri. Kadang semangat banget tapi kadang rasanya mau give up aja. Tapi alhamdulillah akhirnya saya bisa menyelesaikan dengan tuntas tugas-tugas nice homework (NHW) di IIP.

Bergabung di IIP ini semacam ikut training motivasi haha (perumpamaan yang kurang keren ya). Maksudnya, saya jadi terus terpacu dan terdorong biar nggak males-malesan untuk belajar dan terus belajar. Secara anaknya suka hangat-hangat tahi ayam. Intinya, di tahun 2018 ini saya jungkir balik belajar gimana menyeimbangkan diri menjadi ibu, istri dan perempuan yang bermanfaat buat sekitar.

Rencana 2019!

Ada beberapa rencana di tahun 2019, diantaranya:

  1. (Lebih) rajin nulis blog: Tahun ini nulis di blog masih suka molor. Kadang nulis, lalu jeda sampe dua mingguan vakum eh lalu baru nulis lagi. Makanya nggak banyak tulisan yang terposting padahal sebenernya udah banyak nge-draft dan ngelist mau nulis apa aja. Gitu mau pageviewnya tembus ratusan ribu. Huh ya ngimpi kaliii kalo nulis aja anget-angetan 😑. Ya minimal 3-4x seminggu bisa posting tulisan.
  2. (Serius) belajar SEO dan Fotografi: Saya sadar zaman sekarang ngeblog itu nggak cukup hanya mengandalkan tulisan curhat aja. Tapi supaya lebih menarik perlu ada “plekenik” yang lain macam foto, infografis dan tulisan ciamik. Pengen banget belajar SEO biar tulisan-tulisan di blog ini terindeks di one page google. Gapapa kan ya ambisius yang penting niat, konsisten dan ya aksi dong. Doakan saya yaa hehe.
  3. Rutin nulis jurnal tumbuh kembang Akmal: Baru nyadar pas kemarin ke puskesmas waktu vaksin si Akmal. Saya ditanyain sama bidannya si Akmal sudah vaksin apa saja? Dan saya jawabnya kagok dong karena LUPA Akmal udah vaksin apa saja. Lalu pas dicek buku KMSnya eh ternyata nggak diisi bagian kolom vaksinnya. Antara bidan yang sebelumnya lupa sama sayanya yang kurang peka. Huhu sungguh ibu yang pemalas :(. Padahal kata bu bidannya penting banget mengisi buku KMS. Tujuannya untuk memantau tumbuh kembang anak. Makanya tahun depan saya harus lebih peduli untuk urusan ini.
  4. NABUNG & HEMAT: Yaa nabung buat persiapan dana pendidikan. Cek ricek dana pendidikan anak zaman now itu bikin migrain yaa buuuk. Selain itu mau lebih melek finansial sih. Mau lebih rajin mencatat apa aja pengeluaran selama sebulan. Selama ini di loooossss aja :/ Harus lebih cermat segala pengeluaran buat apa, lebih rapi untuk pos-pos pengeluaran dan lebih rajin lagi nyari sponsored post dengan rate menggiurkan hahaha.
  5. KONSISTEN! Dari semua rencana di atas kuncinya sebenernya ya ini KONSISTEN woyyy! Kalau nggak konsisten ya mana bisa blog rame, mana bisa menghasilkan tulisan kece, kalau nggak konsisten nulis jurnal tentang Akmal ya mana tau perkembangannya, dst…dst.. Bismillah semoga saya bisa konsisten.

Perjalanan tahun ini bisa dibilang adalah proses pembelajaran dan pendewasaan diri versi saya. Belajar bagaimana menerima diri sendiri, bahasa zaman nownya self-acceptance. Belajar untuk tidak membanding-bandingkan diri dengan yang lain. Belajar lebih melihat diri ke dalam dan mengoptimalkan apa yang saya punya. Ya pada akhirnya istilah “urip iki sawang sinawang” itu menjadi mantra buat saya meski bagi sebagian orang terdengar klise. Selain itu, sejak hadirnya Akmal, saya jadi belajar mensyukuri hal sekecil apapun itu. Alhamdulillah ‘ala kulli hal. Semoga Allah mudahkan urusan kita di tahun depan dan masih diberi kesempatan untuk berbuat kebaikan-kebaikan meski dimulai dari diri sendiri. Aamiin.

 

21 COMMENTS

  1. Welcome to the club ya mbaaa hehe been there adakalanya ngerasa profesi ibu rumah tangga itu jenuh dan ga keren tapi dari passion kita nulis blog bisa dapet penghasilan dan temen temen baru itu rasanya bikin hidup lebih berwarna dan semangat yaa 🙂

  2. mba aku juga pengen banget belajar SEO dan juga aku sih pengen belajar fotografi target pisan hahaha setelah punya kamera jadi pengen gitu skill ini diasah sapa tahu ntar saingan sama Rio motret wkwkwk *mimpi di pagi hari 😀

  3. Hehe iyaaa yg paling susah konsisten ya mbak. Kalau dah konsisten insyaAllah target2 2019 terlampaui semua ya mbak 😀
    Kalau saya pengennya tahun 2019 naikin branding dan banyak postingan organik, moga tercapai hehe 😀

  4. No 5 jleb banget deh mba. Hehehe. Aku malah bercita-cita resign dan full di rumah. Seriusin blog dna mulai bikin vlog. Rajin nulis dan maksimalin blog aku. Skrg ngos2an banget ngerjain dua2anya. Dan skrg ak baru sadar klo passion aku buka jad wanita kantoran.

  5. Hai mbak. Udah sering komen di ig aku baru mampir blognya skrg. Keren ih udah bikin buku dan menang lomba aja. Aku masih sekedar menulis karna passion aja mbak. Mau monetize tp isinya blog aja masih acak2an bgt. Huhu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here