Ceritaku

Puasa Tetap Fit Meski Sedang Hamil

Assalamualaikum bloggers!

Alhamdulillah ya masih dipertemukan Ramadhan tahun ini.  Tahun ini adalah tahun pertama saya menjadi calon seorang ibu dan menanti makhluk kecil dalam perut. Dan syukur alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk berjumpa dengan bulan penuh berkah ini.

Lalu adakah yang sedang hamil? Masih galau antara ingin berpuasa atau tidak?

Sebenarnya tidak ada larangan untuk ibu hamil maupun menyusui dalam menunaikan ibadah puasa. Asal, tidak ada masalah dengan kondisi fisik ibu dan sang janin. Tapi, kalau ragu kondisi akan membahayakan janin maka lebih baik tidak usah ya, buibu.

Dalam Islam saja Allah memberikan banyak hadiah dan keringanan, termasuk puasanya ibu hamil dan menyusui. Mereka yang khawatir berpuasa saat hamil boleh saja kok mengganti di hari lain. Karena kondisinya disamakan dengan orang yang sedang sakit.

Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (Qs. Al Baqarah[2]:184)

Sumber: https://muslimah.or.id/256-antara-qadha-dan-fidyah-bagi-ibu-hamil-dan-menyusui.html

Beberapa langkah juga perlu diperhatikan bagi ibu hamil yang ingin tetap berpuasa dan tetap fit saat melakukan ibadah ini.

1. Konsultasi ke Dokter

Sebelum memutuskan untuk berpuasa, saya melakukan riset. Maksudnya banyak membaca artikel-artikel yang berkaitan dengan puasa  bagi ibu hamil, lalu bertanya sana sini untuk memastikan bagaimana puasa yang aman saat hamil.

Bertanya dan konsultasi ke dokter kandungan atau bidan juga penting. Supaya kita tahu bagaimana kondisi ibu dan janin jika nanti berpuasa. Alhamdulillah saat saya konsultasi, bidan menyatakan kondisi saya termasuk sehat dan tidak masalah jika ingin berpuasa. Meski saat diperiksa tensi saya sempat rendah hehehe. Tapi alhamdulillah saya mencoba tetap puasa dan tidak merasa pusing ataupun mual. Pun dengan kondisi janin, syukur alhamdulillah kondisi semuanya sehat.

Kalau ada indikasi yang mengkhawatirkan jangan diteruskan dan nekat untuk puasa, ya! Ambil saja ‘hadiah’ yang diberikan Allah khusus buat ibu hamil 😉

2. Selektif Pilih Menu

Selama hamil kita nggak boleh kan sembarangan makan. Asupan gizi wajib diperhatikan termasuk saat berpuasa. Menurut para ahli ibu hamil membutuhkan 2.500 kalori, dengan komposisi 50% karbohidrat, 30% protein, dan 20% lemak. Selain itu jangan lupa makan makanan yang mengandung vitamin, asam folat, kalsium dan zat besi.

Selama sahur dan berbuka saya berusaha sebisa mungkin untuk memenuhi kandungan-kandungan tersebut. Jadi, selain makan nasi, harus lengkap ada lauk yang mengandung lemak dan protein seperti ikan, daging, tempe, tahu. Untuk vitaminnya bisa dari buah, sayur maupun suplemen tambahan dari dokter. Jangan sampe ya saat sahur maupun berbuka cuman makan mie instan doang 😀

3. Makan Tetap Tiga Kali

Nah, meskipun puasa biasanya cuman makan saat sahur dan berbuka, tapi khusus ibu hamil makanlah tetap tiga kali. Saat sahur, berbuka setelah maghrib, lalu yang ketiga menjelang tidur malam atau selesai shalat tarawih.

Saya mencoba menerapkan ini hasilnya alhamdulillah badan terasa tetap fit. Kalau buibu merasa eneg makan agak malam, mungkin bisa dikurangi porsinya. Atau, mengganti jenis karbohidrat seperti nasi dengan jenis makanan lain. Roti, kentang atau gandum misalnya. Pokoknya saya mah sebanyak mungkin ngemil. Hehehe. Apalagi lapar selalu datang saat tengah malam menjelang. Masa bodo sama yang namanya diet :D. Yang penting ibu kenyang, bayi tenang haha.

4. Konsumsi Kurma

Konsumsi kurma saat sahur dan berbuka bikin tubuh jadi fit

Buah favorit Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam ini wajib ada saat bulan Ramadhan. Hehe. Pasalnya banyak banget manfaat yang ada di dalam buah kurma. Di dalam buah kurma banyak sekali mengandung vitamin. Misalnya, vitamin B kompleks yang dapat membentuk sel darah merah, sehingga bisa mencegah anemisa saat bumil berpuasa. Kurma juga bisa menjadi tambahan energi selama puasa karena banyak mengandung serat. Intinya, buah nabi ini insyallah bermanfaat 😉

Saya biasa mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil saat sahur maupun berbuka. Misalnya, 3,5 atau 7 biji. Sesuai selera.

Selain mengonsumsi kurma secara langsung, kita juga bisa memodifikasinya. Caranya dengan merendam buah kurma di dalam air atau yang biasa disebut air nabeez. Air nabeez atau bahasa kerennya infused water buah kurma ternyata sudah digemari Rasulullah sejak dulu.

Caranya juga gampang banget. Kita tinggal merendam kurma dalam air sejumlah ganjil, boleh 3,5 atau 7 biji. Bisa direndam selama lebih kurang 8 jam untuk konsumsi sahur atau berbuka. Jadi kalau mau berbuka rendam saat pagi hingga sore. Sementara kalau buat sahur direndam saat malam harinya menjelang tidur.

Selama 10 hari berpuasa saya menerapkan cara ini. dan alhamdulillah hasilnya badan terasa segar dan terus fit juga nggak lemes. Selain itu rasa kenyang juga terasa awet, dan ini yang paling penting. Secara bumil suka laper hehe.

Air nabeez: Rendam buah kurma selama 8 jam. Bisa dimasukkan kulkas supaya lebih segar. 

5. Tetap Olahraga

Ini juga penting yaa buibu! Puasa bukan penghalang untuk tidak olahraga. Jadi jangan mager! Hehe. Karena dengan tetap berolahraga menjaga tubuh tetap bugar dan segar. Minimal olahraga yang ringan seperti jalan kaki atau senam yoga untuk ibu hamil.

Setiap pagi saya berusaha meluangkan waktu setidaknya 15-30 menit untuk jalan pagi. Selain (katanya) bisa membantu melancarkan kontraksi untuk persiapan lahiran nanti, rasanya memang tubuh jadi lebih segar. Saya juga jadi nggak mudah mengantuk. Jadi, seharian bisa aktivitas dengan berkualitas.

Oya, hindari TIDUR setelah shalat subuh! Pas awal-awal puasa saya coba tidur setelah shalat subuh dan rasanya nggak enak banget di badan. Badan malah pegel dan lemes. Jadi, mending langsung olahraga setelah shalat subuh 😉

Yuk, ibu-ibu jalan-jalan pagi bersama perut yang semakin membuncit 😀

Jadi buibu jangan ragu untuk tetap puasa meski sedang hamil. Selama dokter menyatakan kondisi sehat dan tidak ada masalah dengan janin yuuuk tancap gas! Tapi, kalaupun kondisi tidak memungkinkan ya jangan dipaksa. Yang penting ibu dan si bayi sehat 😉 . Semangat dan selamat puasa buibu!

 

10 Comments

  1. Tahun kemarin gak puasa soalnya habis melahirkan secara sesar, jd butuh asupan buat mempercepat kesembuhan jahitan.
    Bersyukur menyusui kali ini bisa full puasa
    Semoga lancar hingga lahiran ya mbak

    1. Alhamdulillah semangat busui 🙂 smoga puasanya lancar juga

  2. Alhamdulillah saya sekarang hamil 8 bulan dan bisa puasa dengan lancar mbak.. Setuju kalo asupan gizi harus terpenuhi biar fit saat puasa

    1. Alhamdulillah smoga lancar dan selalu sehat ya mbaa.. semangat! 😉

  3. Alhamdulillah ya Mba. Qadarallah, saat hamil saya gak bisa berpuasa karena mual dan muntah yang keseringan.

    1. Alhamdulillah mba masih diberi kesempatan.. smoga lekas sehat ya mba, ibu dan debay juga sehat 🙂

  4. Sehat selalu ya mba, tahun ini saya ga puasa karena nifas abis lahiran dan sedang menyusui^^

    1. Terimakasih doanya mba 🙏
      Semangat mengASIhi ya mbaa.. moga2 taun depan bisa ketemu bulan ramadhan 🙂

  5. Selamat ya mbak atas kehamilannya. Semoga bayi dan ibu selalu sehat. Saya dulu sukak kurma di jus dengan susu segar. Kenyang lbh lama

  6. Wah hamil. Selamat ya mbak. Emang selama dokter bilang sehat, gak apa-apa kok puasa. Eman strong. ^^/

Leave a Reply

Required fields are marked*