Suatu hari Akmal saya ajak jalan-jalan sore sekitar komplek rumah. Lalu di tengah perjalanan kami menemukan botol susu yang dibuang sembarangan di sisi badan trotoar.

“Ini apa nda?”

“Itu botol susu, nak. Ada yang buang sembarangan,” saya menjawab sekenanya bahkan memintanya untuk kembali melanjutkan perjalanan kami.

Tapi tiba-tiba Akmal kembali ke botol susu tadi, memungutnya dan berjalan mencari tempat sampah, lalu membuangnya.

“Ini dibuang sini ya nda,”

Masya Allah. DEG! Saya langsung merasa tertampar. Saya yang tadinya bodo amat sama botol susu yang tergeletak di pinggir jalan itu langsung merasa malu, diingatkan lewat anak saya sendiri. Sebuah aksi kecil yang membuat saya melihat ke belakang akan nasihat yang pernah saya lontarkan padanya, “Kalau habis minum susu kotaknya dibuang ke tempat sampah ya,” sambil saya tunjukkan tempat sampah di dapur. Rupanya Akmal merekamnya dengan baik.

Saya jadi merenung bahwa untuk tumbuh seimbang, menjadi cerdas saja itu nggak cukup ya. Tapi rasa peduli, empati, emosi , sosial dan spiritual anak juga perlu terus diasah. Salah satunya ya melalui contoh-contoh kecil dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Roslina Verauli, psikolog anak mengungkapkan bahwa dengan empati dan rasa peduli, si kecil mampu merasakan apa yang dirasakan orang lain. “Dengan mengembangkan rasa peduli, si kecil mampu memiliki perilaku prososial, yaitu perilaku membantu orang lain tanpa pamrih. Hal inilah yang perlu diasah sejak dini seiring dengan kemampuan daya pikir si kecil, agar si kecil mampu menyikapi sebuah permasalahan serta memberikan solusi yang tepat dan penuh empati,” tuturnya.

Mengasah aspek sosial, spiritual dan emosional anak bisa juga melalui permainan yang seru.

Senang sekali kemarin bisa mengajak Akmal bermain di wahana edukatif dan interaktif di Bebeland Surabaya. Sebuah arena bermain yang memiliki 10 wahana permainan edukasi dalam 3 area besar, yaitu BebeTown, BebeSea, dan BebeForest.

Setiap permainan di Bebeland dirancang dengan alur cerita “masalah – solusi”, dimana si kecil dilatih untuk mengasah rasa pedulinya terlebih dahulu, sebelum kemudian diajak melatih daya pikirnya untuk cepat tanggap memberi solusi yang berguna bagi sekitarnya. Dan semua permainan di Bebeland sudah direkomendasikan oleh Roslina Verauli, psikolog anak profesional.

Misalnya seperti permainan Light The City.

Di permainan ini ceritanya sebuah kota sedang mati listrik. Lalu bagaimana agar bisa menyala kembali?

Akmal diberi tantangan mengayuh sepeda untuk menyalakan kembali listrik kota yang sedang padam. Awalnya dia bingung sih hehe, lalu diberi instruksi sama tim Bebelac sehingga Akmal mau mengikuti arahan. Dia senang sekali bisa bermain Light The City ini. Permainan ini ada di salah satu area BebeTown.

Fix The Gears

Masih di area BebeTown, di wahana ini Akmal diberi tantangan untuk menyusun gears agar jam kota yang rusak bisa digunakan kembali. Gears yang disediakan harus dipasang sesuai dengan ukurannya. kalau sudah dipasang semua nanti  jam kota kembali bisa diputar. Ditandai dengan burung yang keluar di atas jam. Di bagian ini Akmal sampai minta diulang dua kali, tapi ya kan harus gantian sama yang lain hehe.

Rescue The Cat

Ceritanya anak-anak diminta untuk menyelamatkan kucing yang terjebak di atas pohon. Ini wahana yang paling digemari anak-anak dan antriannya paling panjang haha. Anak-anak harus melewati rintangan wall climbing, menyelamatkan kucing di atas lalu turun ke bawah melalui prosotan. Seru banget!

Awalnya Akmal excited menunjuk-nunjuk wahana ini, tapi karena terlalu lama mengantri dia jadi bosan. Alhasil sampai di dalam dia hanya mau bermain di bawah, di bagian mandi bolanya hehe.

Coral Savior

Ini permainan yang paling disukai Akmal. Akmal dan teman-temannya diberi tahu terumbu karang di laut mulai berkurang keberadaannya. Mereka diajak untuk membantu melestarikan tumbuhan laut dengan penanaman kembali terumbu karang.

Selain menstimulus motorik halus, di permainan ini Akmal juga belajar peduli dan bagaimana bersosialisasi dengan teman-temannya. Misalnya, saat dia harus bergantian menggunakan sekop pasir atau saling bekerjasama menanam terumbu karang.

Find The Way

Di wahana ini Akmal diberi tantangan untuk menyelamatkan si kancil yang sedang tersesat. Caranya dengan mengikuti arah kancil melalui layar interaktif. Nanti anak-anak membantu si kancil mencari jalan pulang dengan memencet tombol kanan atau kiri. Tapi sepertinya ini permainan yang cocok untuk usia 3 tahun ke atas ya. Karena Akmal belum terlalu mengerti waktu main ini hehe.

Helping Friends

Kali ini Akmal harus menyelesaikan misi membantu anak yang sedang terdampar di sebuah pulau. Akmal menyelamatkan temannya dengan mengendarai perahu.

Preserve The Turtle

Anak-anak diajak untuk menyelamatkan penyu yang baru menetas tapi mengalami kesulitan untuk pergi ke laut. Mereka membuat kreasi penyu sesuai dengan imajinasi masing-masing, lalu hasil karyanya akan disambungkan dengan sebuah layar yang diibaratkan pelepasan penyu ke laut. 

Setiap kali selesai bermain di satu wahana, anak-anak diberi sebuah badge yang ditempel di rompi mereka. Ini merupakan bentuk apresiasi kepada mereka karena sudah menyelesaikan “misi” tersebut.

Untuk anak-anak di atas Akmal, kira-kira 5 tahun ke atas ada berbagai macam eksperimen sains yang dipandu oleh kakak-kakak dari Bebelac. Selain itu ada juga masak-memasak dan mendongeng dari kak Nitnit. Anak-anak antusias sekali mendengarkan dongeng yang lucu itu.

Lalu sorenya ada meet n greet bersama Nussa dan Rara. Sayang banget Akmal nggak ikut karena siangnya dia sudah mengantuk haha. Alhasil kami pulang duluan deh.

Secara keseluruhan seluruh permainan di Bebeland ini bagus banget untuk mengasah semua aspek pada anak, mulai dari kemampuan intelektual, sosial hingga emosional. Rasa peduli dan empati itu bisa mendukung daya pikir anak. Dan kita sebagai orangtua memang kudu kreatif ya memberikan stimulasi yang seimbang untuk aspek-aspek tersebut. Supaya kelak anak-anak kita tumbuh menjadi anak hebat yang tanggap, peduli dan mudah bersosialisasi.

So, tungguin kehadiran Bebeland selanjutnya di kotamu ya. Selanjutnya akan hadir kembali Plaza Medan Fair pada 26-27 Oktober 2019. Info lebih detailnya bisa kunjungi situs Bebelac ya di bebeclub.co.id

 

 

 

39 COMMENTS

  1. Wah pinternya Akmal. Semoga Akmal menjadi anak yang sholeh ya dan terus punya empati yang tinggi sampai besar nanti. Amin. Ngomong-ngomong acada Bebeland ini seru banget kayaknya ya mba. Emaknya seneng dan anaknya juga jadi terstimulasi ama permainan di sana. Seruu nih

  2. Lagi-lagi saya kecewa karena belum bisa ngintip acara bebeland. Padahal sebelumnya udah mupeng banget pengen ajak anak-anak ke bebeland. Play groundnya itu loh keren banget

  3. beraktivitas bareng Bebeland membuat para anak-anak super betah dan ketika sampai rumah, hati mereka akan sangat hepi dan membuncah, sehingga tak jarang malah mau tidur dengan kita-kita ini.

  4. Lucuuu banget itu pada naik sepeda biar listrik kota nyala hahaha. Kayanya pada semangat yaa. Boothnya kreatif dan menggemaskan. Ada storytellingnya juga jadi ga cuman gitu-gitu aja. Keren nih Bebelac!

  5. Saya pernah lho mba, pas berhenti di gerbang sekolah menuju keluar. Kakak Kal melihat ada sampah kertas di jalan, lalu dia turun dari sepeda motor dan mengambil kertas tersebut lalu membuang ketempat sampah. Terharu, karena konsep yang kami ajarkan ke kakak Kal ternyata kena banget. Menjaga bumi hehe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here