Pernah ada yang bilang gini,

“Enak ya jadi ibu rumah tangga di rumah lebih santai”

“Ngapain dong di rumah aja?”

Hmmm…menjadi ibu rumah tangga itu apakah hanya tinggal ongkang-ongkang kaki dan nonton TV?

Coba yang bilang begitu sini main ke rumah dan lihat realitanya hehe.

Nggak maksud ngajak berantem kok. Enggak. Tapi saya cuman mau meluruskan saja, bahwa seorang ibu rumah tangga itu juga bekerja lho. Hanya saja di ranah domestik.

Apalagi yang memilih nyambi bekerja atau berbisnis dari rumah. Seperti saya yang memutuskan jadi freelancer content writer. 

Mulai sedari pagi hingga malam waktu istirahat hanya hitungan beberapa jam. Tidak seperti zaman masih single yang habis salat subuh bisa tidur lagi, kalau sekarang? Ya jangan harap.

Saya harus menyiapkan sarapan buat si kecil dan suami. Lalu lanjut mengurus Akmal memandikan, menyuapi sarapan, mengajaknya jalan-jalan, dan bermain . Belum lagi urusan domestik yang rasanya nggak selesai-selesai ya hehe. Nyapu, ngepel, mencuci piring, dan beberes mainan Akmal yang baru aja diberesin eh lima menit kemudian udah berantakan lagi.

Untuk urusan domestik ini saya dan suami berbagi pekerjaan. Sebab di rumah tidak ada mbak ART. Suami biasanya kebagian menyapu halaman, membuang sampah, dan kalau nggak buru-buru berangkat kerja dia yang kebagian mandikan Akmal. Kalau saya kerjakan sendiri semua ya jelas bisa senewen lah, saya bukan powerpuff girl haha.

Belum lagi kerjaan saya sebagai freelancer yang dituntut segera selesai sesuai deadline yang diberikan oleh klien. Tentu saja mengerjakannya nggak semulus yang terlihat di Instagram. Ada banyak intermezzonya. Sesekali si kecil bosan main sendiri lalu narik-narik lengan bundanya yang lagi serius mengetik tulisan padahal ya belum selesai. Atau terkadang saya sambi nggoreng ikan. Ya segitu multitaskingnya agar kerjaan cepat kelar.

Aktivitas tersebut berlangsung terus setiap hari.

Beberapa waktu lalu saking kelelahannya saya jadi ngedrop. Badan menggigil, disertai batuk pilek. Eh nggak lama berselang si Akmal juga ikutan pilek 🙁

Kata dokter sih batuk pilek adalah cara tubuh mengeluarkan virus yang ada dalam tubuh. Selain itu bisa juga sebagai alarm bahwa tubuh kita diminta istirahat sejenak untuk recharge energi. Kalau bahasa Islamnya sakit adalah sebagai cara penggugur dosa.

Rasanya jelas nggak enak banget. Saya jadi pingin rebahan aja di kasur. Tapi si Akmal juga ikutan rewel karena kondisinya yang juga kurang fit.

Emang ya kesehatan itu salah satu invenstasi masa depan untuk terus produktif.

Ini menjadi pengingat saya untuk lebih memperhatikan kesehatan. Pasalnya memang akhir-akhir ini saya kurang minum air mineral, minim makan buah-buahan serta terlalu banyak mengonsumsi fastfood. Padahal dengan aktivitas yang banyak harusnya saya mengimbanginya dengan menambah asupan yang bergizi, olahraga dan cukup minum air mineral.

Untuk mengatasi batuk pilek dan badan yang menggigil itu saya memilih cara alami dulu. Salah satunya dengan membuat minuman rebusan jahe. Agar terasa agak manis saya tambahkan satu sendok madu di dalamnya. Rebusan jahe ini sudah resep yang diwariskan Ibu sejak saya kecil. Beliau memang penganut pengobatan alami selama masih bisa menggunakan bahan-bahan alam.

Belakangan saya tahu ternyata jahe memang banyak banget ya manfaatnya, diantaranya:

  • Meningkatkan imun tubuh
  • Mengatasai rasa mual, kembung dan masuk angin
  • Mengatasi sakit migrain
  • Mengontrol gula darah
  • Menjaga kesehatan tekanan darah
  • Melegakan tenggorokan

Selama beberapa hari minum air rebusan jahe tubuh saya berangsur baik. Tenggorokan saya yang tadinya radang agak mendingan namun belum sembuh total.

Hanya saja merebus air jahe secara tradisional ini memang kurang praktis. Saya harus mengupas jahe terlebih dahulu, apalagi bentuknya yang agak bergelombang itu. Agak memakan waktu lama. Padahal kerjaan saya menumpuk, bayi saya menunggu minta diajak main dan disuapin.

Saya pun memutuskan untuk mencari ekstrak minuman sehat yang mengandung jahe.

Saat mampir ke supermarket dekat rumah dan segera menuju ke bagian minuman ekstrak. Saya telusuri dengan teliti hingga akhirnya menemukan produk minuman sehat dari herbadrink. Dan beruntung ternyata ada herbadrink yang sari jahe. Segera saya comot dan bayar ke kasir lalu bawa ke rumah untuk diseduh.

Sesampai di rumah saya segera merebus air hangat untuk menyeduh herbadrink sari jahe tersebut.

Hmmm…aroma jahe segera menguar dari cangkir saya. Selagi masih hangat sedikit demi sedikit saya sruput minuman tersebut. Sensasi khas rasa jahe terasa banget di lidah dan menghangatkan tenggorokan saya. Rasanya juga pas dan tidak terlalu manis.

Senang sekali sekarang sudah ada herbadrink sari jahe yang lebih praktis, tinggal diseduh, bersih dan tanpa endapan karena diproduksi dengan teknologi tinggi. Sari jahe Herbadrink ini juga sugar free sehingga aman dikonsumsi seluruh keluarga. Selain sari jahe ada juga varian lain seperti sari temulawak dan lidah buaya.

Sekali lagi menjaga kesehatan itu super penting. Sebab ia investasi masa depan. Coba bu kalau kita sakit-sakitan, siapa dong yang mengurus anak dan suami kita? Jadi bu, jangan lupa jaga kesehatanmu! 🙂

 

2 COMMENTS

  1. iya bener sekali seorang ibu harus ekstra dalam menjaga kesehatannya, karena sebababnya harus mementingkan segala urusan sebaik mungkin agar kesehatannya terkendali. apalagi pekerjaan seorang ibu itu sangat begitu banyak sekali, mulai dari mencuci, merapihkan rumah, membersihkan halaman, dan pekerjaan lainnya. maka dari itu harus rajin-rajin menjaga kesehatannya agar tidak terjadi sesuatu yang di inginkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here