Setelah resign dari salah satu kantor media cetak di Surabaya saya memutuskan untuk bekerja dari rumah. Membangun blog kembali dari awal sebab blog yang lama sudah terlalu usang dan berdebu, juga terlalu alay hehe. Saya pun menjadikan blog pribadi ber-TLD (top level domain). Sehingga blog saya akhirnya jadi salah satu sumber penghasilan passive income saat ini. Alhamdulillah.

Namun, saya akui memang belum maksimal mengoptimalkan blog agar menjadi pundi-pundi uang. Saya belum berani mengukuhkan diri menjadi fulltime blogger. Masih freelance blogger. Lha wong nulis aja masih hangat-hangat tahi ayam. Kadang hari ini semangat nulis tapi lima hari kemudian vakum. Ya kapan suksesnya dong kalau begitu hmmm. Padahal kalau beneran serius, saya bisa saja menjadikan blog sebagai sumber penghasilan utama. Seperti yang dialami sama Teh Ani Berta, founder komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB).

Beruntung sekali Minggu (5 Mei) lalu saya bisa ketemu langsung sama Teh Ani di Galeri Indosat Ooredoo, Malang. Menyerap sebanyak-banyaknya ilmu yang dibagikan sama Teh Ani dan tiga founder komunitas ISB lainnya yakni Riri Restiani, Dama Vara dan Liswanti Pertiwi. Selain GRATIS, ilmu-ilmu yang dibagikan ‘daging’ banget! Saya merasa tidak menyesal datang meski harus melewatkan waktu bareng keluarga hehehe. Dan tentu saja sudah dapat izin dari suami. Itu juga penting dong!

Teh Ani mengawali cerita saat dia memilih resign sebagai accounting selama 13 tahun dan memutuskan jadi freelancer. WOW! 13 tahun lama lho, pasti keputusan yang tidak mudah, batin saya. Namun nyatanya Teh Ani bahagia dengan keputusannya dan melanjutkan passion menulisnya lewat blog. Menulis apa saja yang ingin beliau bagikan, menulis hal-hal yang bermanfaat.

Dari sana Teh Ani ‘digandeng’ oleh para agensi dan beberapa brand untuk berkolaborasi dengannya lewat promosi di blog. Tak hanya itu, Teh Ani rajin banget mengikuti lomba blog dan langganan juara. Blog pribadinya pun makin tenar. Tak berhenti di situ, perempuan berdarah Batak dan Sunda itu melebarkan sayap jadi content writer buat perusahaan-perusahaan gede, jadi consultant media, dan jadi speaker di beberapa event. Lihat profilnya di sini deh, saya aja terrrrngiler-ngiler. Buanyak banget prestasinya!

Jangan Nunggu Job Datang, Buatlah Job Sendiri

Menurut Teh Ani seorang ibu rumah tangga macem saya ni bisa juga jadi seorang freelancer profesional. Tapi ya gitu, “Jangan nunggu job datang tapi buatlah “job” sendiri. Dan jangan lupa gali potensi lain,” begitu kata beliau. Saya terrrjleb jleb sih. Secara kan selama ini nunggu job dari beberapa komunitas, apply, nunggu lagi kira-kira terpilih apa enggak, dst. Ya kalau gitu kapan cairnya invoice, kapan dong rekening bisa sampe Rp 50 juta per bulan. Ketinggian WOY! Hehe. Itu mimpi saya sih. Cuman kadang kebanyakan mimpi action nya entar-entar hehe.

Ani Berta
Teh Ani saat memaparkan tips-tips jadi seorang freelancer

Oke. Balik lagi.

Jadi menurut Teh Ani, seorang freelancer itu memang bekerjanya tidak terikat waktu, tidak di satu perusahaan dan bisa fleksibel. Tapi harus diingat bahwa

seorang freelancer harus punya disiplin diri. Ya karena kita bekerja untuk diri sendiri, jadi bos sendiri, jadi karyawan juga, dan mengatur semuanya sendiri.

Temukan dan Gali Potensi Diri

Jadi freelancer itu kerjanya by project. Misalnya kamu freelance blogger yang kerjaannya nulis, nulis dan nulis. Tapi kamu juga bisa gali potensi dirimu yang lain. Seperti yang dilakukan sama narasumber lain, Riri Restiani. Riri ini selain ngeblog, dia juga punya usaha di bidang handcraft, yakni bikin aksesoris dari kain flanel.

Jaman sekarang jadi blogger saingannya banyak. Maka cari juga sisi unik atau potensi diri yang lain, kembangkan tekuni! Misalnya, ngeblog sambil wirausaha, kata Riri.

Ada keuntungannya juga jadi blogger sekaligus entrepreneur. Menurut Riri jadi blogger dan juga punya usaha bisa ngereview produk sendiri dengan metode soft selling. Terbukti dengan promosi di blog jualannya jadi makin laris. Wuih, dobel-dobel deh keuntungannya.

beauty blogger

Jeli Terhadap Peluang

Sebenernya mirip-mirip sih sama poin pertama. Misalnya nih orang-orang lagi rame jadi influencer di media sosial. Kamu yang hobi nulis bisa ambil peluang buka jasa nulis caption. Atau lagi rame buibu yang melahirkan minta diabadikan momennya? Bisa juga buka jasa fotografer postnatal birth gitu atau jasa video lahiran. Promonya bisa lewat blog. Sambil mendayung dua tiga pulau terlampaui eaaa hehe.

Kerja Dua Kali Lebih Keras

Karena seorang freelancer itu nggak terikat sama suatu perusahaan maka ya harus kerja keras lebih banyak daripada yang lain. Saya sih masih level kerja santai, ya pantes aja jobnya dapetnya nggak deras-deras amat huhu. Makanya kita perlu mengubah mindset kalau seorang freelancer itu kerjanya santai. ENGGAK LAH. Harus diubah mindset itu! Makanya penting juga lho punya jam kerja meski bisa kerja di mana saja. “Buat jam kerja rutin tiap hari sesuai fleksibilitas dan kapasitas diri. Saya tetap menerapkan jam kerja 8 jam meski di rumah aja,” ungkap Teh Ani.

Misalnya freelancer blogger nih, dia harus mikir konten sendiri, bikin web sendiri, promoin blog sendiri, nulis, motret, meeting sama klien sendiri, bikin perencanaan kerja sendiri. Semua sendiri! Belum lagi saya yang ditambah kerjaan mengurus balita. Sejujurnya godaannya lebih buanyak! Mau ngetik baru dua paragraf, eh anak minta nyusu, mau motret produk eh anaknya ikutan ngacak-ngacak. Belum lagi urusan domestik macam masak, beberes, nyuci baju, de-el-el, maklum belum punya mbak ART atau nanny nih. Jadi ya terpaksa nulis blog di malam hari saat anak terlelap lebih lama.

Punya Rencana Kerja

Meski bisa kerja ‘semaunya’ dan di mana saja, seorang freelancer haruslah juga membuat rencana kerja. Tujuannya ya supaya kita tetap pada track yang mau kita jalani. Nggak dilooosss aja gitu loh.

Buatlah rencana kerja jangka pendek maupun panjang. Jangan hanya buat satu atau dua hari. Kalau bisa ya per bulan. -Ani Berta, founder komunitas ISB-

Menjadi freelancer tidak berarti juga leha-leha. Kata Teh Ani jadilah freelancer yang juga memiliki strategi layaknya pebisnis. Maka dari itu penting pula membuat proposal penawaran. “Perkaya diri dengan portofolio. Gali potensi diri yang bisa menjual dan paling penting adalah kejujuran. Kita harus punya attitude yang baik. Tidak perlu takut sama pesaing-pesaing yang instan,” tegas Teh Ani. Ada pula pesan Teh Ani yang menggedor-gedor pintu hati dan pikiran saya, yakni;

Tidak perlu ngoyo dengan besaran fee. Pentingkan jam terbang dulu. Nggak masalah dimulai dari job yang kecil. Asalkan masuk gak sama visimu. Nggak main terima aja. Ada hubungannya sama kredibilitas juga. kata Ani Berta

Disiplin Mengatur Keuangan

Ini penting banget! Setiap kali dapat job ngeblog duitnya dikemanain hayooo? Ditabung dulu atau langsung ludes buat nraktir temen? Kalau saya nggak tahan buat beli buku baru atau baju anak hehe. Pas banget kemarin Teh Liswanti  ngisi materi soal gimana manajemen keuangan untuk freelancer blogger

Setiap pengahasilan blogger itu nggak menentu. Beda-beda. Makanya perlu mengatur keuangan agar bisa mewujudkan tujuan keuangan kita apa, kata perempuan yang juga nyambi jadi konsultan keuangan itu.

Teh Lisna cerita berkat disiplin mengatur keuangan, dia bisa beli tanah dari penghasilannya selama ngeblog. Whuaaa lha saya duitnya nguap ke mana ya huhu.

Salah satu caranya emang kudu buat rekening lebih dari satu. Kalau bisa jangan dicampur antara rekening buat kebutuhan sehari-hari dengan rekening invoice job. Selain  itu disiplin mencatat pemasukan yang didapat, buatlah catatan pemasukan dan pengeluaran. Jangan lupa juga setelah invoice cair buatlah pos-pos keuangan. Buat apa saja?

  1. Yang pertama zakat : 5%
  2. Dana darurat : 10%
  3. Asuransi, Investasi : 40%
  4. Tabungan : 40%
  5. Gaya hidup : 5%

Jangan dibalik ya antara tabungan sama gaya hidup. Bisa-bisa nggak kaya-kaya #eh

Perkuat Personal Branding

Personal branding bukan melulu soal pencitraan. Tapi proses mengenal diri sendiri. Untuk mengenal proses diri sendiri itu butuh skala prioritas dan fokus diri. Misalnya yang dilakukan sama Teh Ani dengan memfokuskan diri pada bidang content writer. Kalau kamu punya skill lain ya monggo. Misalnya pinter dandan, ya tekuni itu sampai bener-bener expert. Suka gambar dan bikin doodle? Coba bikin banyak karya di bidang ini siapa tahu kan bisa menghasilkan duit. “Jangan sampe punya banyak keinginan tapi satupun nggak selesai. Fokus aja” tegas Teh Ani.

Kalau blogger bisa juga memperkuat branding dari konten blog itu sendiri. Dama Vara mengungkapkan ilmu soal gimana memperkuat branding di blog. Salah satunya dengan mempercantik tampilannya. Jaman sekarang kan banyak tuh aplikasi macam Canva, Pinterest, dll untuk memperkuat branding blog maupun medsos.

komunitas ISB

Yang terpenting jujurlah pada diri sendiri. Meski bertaburan influencer atau youtuber di jagad medsos jangan minder dan patah semangat untuk terus berbagi lewat tulisan duhai para blogger. “Masa depan dunia penulisan saya kira masih panjang kok. Karena lewat tulisan jejak kita akan terindeks di Google. Dunia literasi hingga kini masih terus ada. Misalnya untuk bikin tesis, riset atau sekadar mencari kata kunci kan juga tulisan yang terjejak. Semangat terus menulis!” gitu kata Teh Ani. Yesss semoga setelah ini nulisnya nggak hangat-hangat tahi ayam lagi. Dan lebih matang perencanaan kerjanya. Bismillah doakan ya!

4 COMMENTS

  1. Senang sekali bisa mampir ke sini. Dapat materi daging juga nih saya Mba. Saya pun sama seperti Mba. Resign demi mengurus keluarga dan memilih jadi freelancer untuk menambah pendapatan keluarga, pun nggak pake ART untuk penghematan.

    Ahhh intinya fokus pada kemampuan dan pengembangan diri ya.

    Terima kasih banyak sudah berbagi Mba.

  2. seandainya nanti aku memutuskan resign dr kerjaan skr, jd freelancer yg bisa mencari job melalui blog , pasti jd pilihanku yg pertama. slama ini blog buatku utk nyalurin hobi aja. blm tertarik utk cari duit walopun banyak tawaran . krn aku msh takut ga bisa kehandle mengingat kerjaan kantorku menuntut fokus yg tinggi :(.

    Nantilah, kalo sudah kuat niat utk resign, baru deh beralih fokus untuk menjadikan blog ato medsos ladang kerjaan berikutnya 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here