Edukasi

Fun Learning English In Class!

“Aduh, Miss aku nggak bisa bahasa Inggris!”

“Bahasa Inggris itu susah, Miss! Jadi males deh”

“Banyak yang belum aku ngerti kata-kata dalam bahasa Inggris!”

Kalimat-kalimat itu adalah sebagian celotehan yang meluncur dari murid-murid tempat saya mengajar di salah satu bimbel di Malang.  Rupanya, bahasa asing yang satu ini masih dianggap momok bagi sebagian siswa.Tak jarang di kelas mereka malah acuh dengan pelajaran satu ini. Mereka menganggap bahwa bahasa Inggris belum begitu penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara (lebay :D).

Maklum, sebagian siswa saya adalah anak-anak yang bersekolah di daerah kabupaten. Barangkali, hal ini juga dipicu oleh lingkungan serta dukungan dari keluarga mereka, yang notabene masih memegang teguh penggunaan bahasa Jawa. Berdasarkan hasil curhatan para siswa, bahasa Inggris masih dianggap nggak penting. Apalagi, melihat soal-soal bahasa Inggris yang harus mereka lalui menjelang UN nanti. Sungguh, saya pun sebagai guru bahasa Inggris merasa berkewajiban mengangkat beban ini (halah!)

Mindset yang bertebaran ini, kerap membawa pengaruh dalam keberlangsungan aktivitas belajar mengajar di kelas. Beberapa siswa terkadang memilih untuk sibuk dengan gadget masing-masing (yaaah lagi-lagi :/) atau bahkan ada lho yang malah ngobrol sendiri. Tapi, tentu ada juga yang memperhatikan. Jelas, ini tugas (berat) sebagai seorang pendidik.

Mengajar di kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak, akan sedikit berbeda saat mengajar secara privat (jelaslah!). Persoalannya, mengajar di kelas kita harus menghadapi anak-anak dengan berbagai jenis karakter dan latar belakang yang berbeda (fiuuuhh ngelap keringet).

Nah, sangat amat kebetulan saya kerap diberi kelas yang berisi anak-anak aktif dan banyak tingkah (ngelap keringetnya dobel).  Jadi, terkadang jika sudah masuk materi (apalagi berbau grammar) sudah bisa dipastikan mereka akan berontak, teriak dan membuat kelas sesak (ini sih gurunya yang lebay hehe).

Kalau sudah begitu, saya memberikan alternatif lain. Apa saja itu?

1. Sing a Song

singing-18382_960_720

Sepertinya, sudah sejak kecil kita akan sangat senang mendengarkan lagu. Joget mengikuti irama adalah reaksi bocah atau bahkan dewasa saat mendengar alunan musik.

Nah, saya beberapa kali memberikan materi bahasa Inggris dengan format menyanyikan sebuah lagu. Misalnya, saat mengajar anak-anak kelas 3-5 SD. Saya akan memberikan tema tertentu, misalnya part of body, fruit, atau number. 

Dengan cara ini, mereka diajak mengingat kata-kata bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan. Kadang, saya memberikan challenge ke siswa-siswa untuk maju ke depan kelas setiap kelompok. Memang sih, pada awalnya malu-malu. Tapi, toh dengan begitu mereka akan belajar percaya diri.

2. Listening Music

music-791631_960_720  Siapa sih yang nggak suka mendengarkan musik? Bahkan nenek-nenek pun masih aja mendengarkan musik keroncong kesayangan. Hehehe. Aktivitas ini biasanya saya berikan untuk siswa jenjang SMP-SMA. Karena, mereka relatif lebih tenang dibanding bocah-bocah. Hehehe.

Mendengarkan musik bahasa Inggris menjadi tantangan sendiri buat para siswa. Mereka harus mendengar seksama apa saja kosa kata yang terkandung dalam nyanyian. Biasanya, saya akan memberikan sebuah lirik yang sudah dikosongi beberapa bagian. Tugas mereka adalah mengisi bagian-bagian yang kosong itu saat musik diputar. Saat selesai, mereka akan saya tanya satu per satu apa saja sih lirik yang kosong tadi.

Well, cara ini cukup membuat mereka senang dengan menikmati bahasa Inggris. Setidaknya, mengusir penat selama mengerjakan soal-soal teks. Selain itu, menambah kosa kata bahasa Inggris dan memahami sebuah teks dalam bentuk lagu.

3. Game

scrabble-243192_960_720

Permainan selalu nggak pernah gagal dalam mencairkan suasana di kelas. Baik siswa SD hingga SMA menyukai kegiatan satu ini. Saya kerap menyisipkan kegiatan ini untuk mengusir kebosanan siswa atau saat saya memang lagi mati gaya. Hhehehe.

Tapi, game ini disesuaikan dengan jenjang kelasnya. Ada banyak sekali permainan edukatif yang bisa kita lakukan dalam kelas untuk meningkatkan minat siswa belajar bahasa Inggris.

  •    Board Game:

Permainan ini bisa dilakukan anak SMP/SMA. Temanya pun macam-macam, bisa disesuaikan. Misalnya, ambil tema tentang comparison. Saya membuat tiga tabel di papan tulis. Kolom paling kiri memuat seluruh kosa kata adjective. Lalu, kolom tengah dikosongi dengan memberikan sebuah clue tambahan ~er. Dan, kolom paling kanan, diberi clue tambahan kata more. 

Tugas mereka harus mengisi di kolom manakah yang tepat saat sebuah adjective berada di posisi kolom ~er ataukah kolom more. Mereka dibagi dalam dua kelompok. Lalu, diadu kelompok manakah yang paling cepat mengisi kolom. Cara ini cukup menyenangkan dalam mempelajari grammar. 

  • Whisper

Permainan bisik-bisik tetangga ini juga cukup menyenangkan. Tentunya dengan berkelompok juga. Setiap kelompok membentuk baris lurus menghadap papan tulis. Nanti, siswa yang paling belakang akan saya bisiki sebuah kalimat bahasa Inggris. Nah, selanjutnya mereka meneruskan ke teman-teman di samping mereka. Yang paling dekat dengan papan tulis harus segera menuliskan kalimat yang sudah saya bisikkan ke mereka.

Game ini selain belajar mengingat, juga latihan menulis yang benar dalam bahasa Inggris.

  • Collect Words

Kalau game yang satu ini bisa dilakukan berkelompok atau individu. Caranya, saya membagikan beberapa kertas yang telah berisi beberapa huruf. Bagi kelompok yang mendapat huruf, misalnya A,C,Z , maka tugas mereka harus mencari kata-kata bahasa Inggris dari ketiga huruf tersebut (sebanyak-banyaknya). Saya memberikan kebebasan untuk kata-katanya. Boleh nama binatang, angka, buah atau bahkan sebuah preposition/conjunction. 

Supaya lebih seru, beri waktu untuk membatasinya. Cara ini cukup efektif untuk mendorong siswa lebih kreatif dalam memikirkan kosakata Inggris.

4. Watching Movie!

Kalau aktivitas satu ini nggak selalu, ya. Tergantung sikon, hehehe. Menonton film bisa juga menjadi kegiatan yang seru saat di kelas. Tapi, saya memberikan tugas juga untuk mereka. Misalnya, memperlihatkan sebuah film/video dalam bahasa Inggris, lalu meminta mereka me-review film tersebut (tentunya dalam bahasa Inggris). Atau, meminta mereka mencari kata-kata sulit/asing yang belum mereka dengar, dan mengartikannya.

Well, itu hanya beberapa cara sih alernatif belajar bahasa Inggris di dalam kelas. Barangkali ada guru-guru/ibu-ibu yang mau berbagi pengalaman? 🙂

Foto: http://www.aroundyou.com.au

1 Comment

  1. Waktu sekolah, aku pun menganggap kalau belajar bahasa Inggris itu susah. Ternyata saya enggak bisa-bisa itu karena saya jarang praktik ngomong ya. Sekarang saya mulai belajar lagi bahasa Inggris, paling banyak lewat youtube (jadi subscriber channel youtubenya bule Inggris dan Amerika Serikat) dan baca buku. Nonton film atau drama berbahasa Inggris juga oke tuh Kak. Lebih oke lagi kalau enggak pakai subtitle bahasa Indonesia. Habis itu ikut-ikutan praktik ngomongnya, hehehe.
    Ternyata berbicara dengan bahasa Inggris itu enggak usah pakai aksennya mereka juga enggak apa-apa ya Kak, seperti kebanyakan orang Mumbai gitu kan pakai aksen daerahnya.

Leave a Reply

Required fields are marked*