Sebelum hamil saya sudah bertekad untuk mengabadikan masa-masa hamil lewat foto. Pengen gitu punya foto ala-ala maternity shoot seperti ibu-ibu muda yang bertebaran di media sosial (tipikal gampang terpengaruh :D). Rasanya gemas sendiri melihat foto-foto kehamilan yang diatur sedemikian rupa.

Tapi, setelah riset soal harga ternyata maternity shoot di studio lumayan mahal bok! Secara semua perlengkapan ada mulai dari kamera, lighting, hingga kostum. Tentunya difoto dengan fotografer profesional. Dengan perlengkapan segitu ada yang memasang tarif hingga jutaan rupiah. Yaaaah, saya sih jadi mikir-mikir. Mending kan budget-nya dibuat beli perlengkapan bayi dan biaya persalinan (emak-emak perhitungan :D).

Alhasil, saya memutuskan untuk melakukan maternity shoot bersama suami. Selain lebih murah tentu suasana akan lebih mesra. Hehehe.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat ingin mengambil foto kehamilan dengan low budget. 

  1. Tentukan waktu mengambil foto. Ini penting karena sangat mempengaruhi kualitas hasil foto. Kalau kata para fotografer pro waktu terbaik memotret adalah pagi dan sebelum matahari terbenam. Istilahnya golden hour. Oya, ini kalau konsepnya di luar ruangan ya. Waktu pagi biasanya kira-kira dimulai jam 6 – 10 pagi. Pada waktu ini foto akan terlihat bagus karena mendapat cahaya alami dari matahari. Sementara kalau sore berkisar jam 3-5 sore. Sebaiknya hindari memotret jam 12 siang karena selain panas terik, hasil fotonya jadi kebanyakan cahaya.
Lokasi: Taman Tugu Malang
Waktu: Kira-kira jam 7 pagi
Taken by: suami

2. Pilih Lokasi. Pengambilan gambar bisa indoor atau outdoor. Kalau malas keluar rumah dan keluar biaya jajan bisa kok memanfaatkan properti yang ada di rumah. Kalau di dalam ruangan saya sih suka pakai background yang polos dan minim properti. Jadi fotonya terlihat elegan dan nggak norak. Bisa memakai background tembok yang bersih atau seprai berwarna netral seperti putih.

Bisa juga menggunakan konsep siluet. Kalau foto di luar terlalu terang dan banyak cahaya, mengambil gambar dari dalam adalah ide yang oke. Pengambilan gambar bisa di dekat jendela.

Lokasi: Rumah
Waktu: kira2 jam 10 pagi
Taken by: suami

Kalau bosan suasana di rumah bisa juga memanfaatkan fasilitas publik seperti taman, alun-alun,museum atau bahkan lapangan sekitar komplek perumahan. Lumayan kan tidak perlu keluar biaya banyak. Hehehe. Asal gambar diambil pada saat yang tepat, seperti jam 6-10 pagi, agar mendapat cahaya matahari yang cukup.

3. Kostum. Saya memilih pakaian yang tidak terlalu banyak motif di area perut, supaya lebih terlihat gitu. Hehhe. Selain itu jangan lupa kenakan pakaian yang nyaman dan berbahan adem. Karena bumil kan memproduksi banyak keringat jadi tidak mengganggu saat proses pengambilan foto.

4. Banyak Angle.  Pengambilan gambar tidak musti selalu dari depan. Bisa dicoba dari berbagai arah. Misalnya dari samping atau bahkan dari atas. Nggak musti sambil berdiri aja, bisa sambil tiduran kalau pengambilan gambarnya di dalam rumah, sambil masak atau baca buku. Pokoknya be creative! 😀

(dari atas)
Lokasi: Taman Tugu Malang
Waktu: Kira-kira jam 7 pagi
Taken by: suami

5. Properti Foto. Selain angle, properti foto juga menjadi salah satu daftar yang melengkapi maternity shoot kita. Properti ini bisa membantu saat sedang mati gaya! Misalnya, bisa menggunakan perlengkapan bayi seperti sepatu, kaos kaki, baju, atau buku bayi. Bisa juga yang nggak berhubungan dengan baby stuff seperti bunga.

Lokasi: Alun-alun kota Malang
Waktu: kira-kira jam 8 pagi
Taken by: suami

6. Lakukan Sebulan Sebelum Due Date. Saya mengambil gambar ini pada saat usia kehamilan 8 bulan. Bisa juga sebelumnya. Intinya jangan terlalu dekat sama waktu hari perkiraan lahir ya! Karena semakin membesar perut kita semakin kelelahan dan proses pemotretan butuh tenaga juga dong. Hehehe.

Untuk memberikan touch  yang sempurna, mengedit foto setelah pemotretan juga diperlukan. Bisa menggunakan aplikasi seperti Photoshop. Karena saya masih gaptek urusan editing foto pakai Photoshop jadilah saya pakai aplikasi edit foto di Instagram dan Vsco. Yang terpenting adalah lower your expectation! Terkadang foto yang kita inginkan hasilnya nggak sesuai kan sama realitanya. Apalagi fotografernya amatiran. Haha. (semoga suami nggak baca). Tapi ya nggak apa-apa wong namanya buat senang-senang so dibawa have fun aja!

Segitu aja deh tips dari saya yang mau maternity shoot tanpa keluar biaya banyak. Ada yang mau menambahkan?

12 COMMENTS

  1. Nice tips mba, kalo saya kemarin foto box aja cz suami engga mau maternity photoshoot di studio hehe yg penting ada kenang-kenangan ya.. sehat selalu ya mba dan baby

  2. Zaman saya hamil enggak kepikiran buat foto hehe. Jadi, nyesel. Hanya punya foto satu dua ala kadarnya. Masa nunggu momen hamil supaya menebusnya. Tapi kalau disuruh hamil lagi pikir2 hahaha.

    Btw bagus ide dan tipsnya. Semoga persalinannya lancar ya mbak 🙂

  3. wkwkkwkw jadi inget hamil dulu mbakkk daku bangettt…
    cuma waktu dulu sering ada masalah.. mana perut gendutnya baru keliata pas 7bulan.. jadi potonya cuma seuprit2 doang.. semoga hamil ke2 besok banyak poto perut gendutnya.. jadi kangen n masa hamil hehhehe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here