Siang itu terik sekali di luar. Waktu yang tepat buat ngadem di dalam ruangan yang sejuk. Supaya tidak hanya sekadar berteduh, saya pun memilih ruang baca anak di perpustakaan umum kota Malang agar nongkrongnya lebih berfaedah.

Saat memasuki ruang baca anak bersama Akmal, saya disambut rak-rak buku yang ditata berderet-deret. Tidak tampak debu maupun binatang aneh-aneh yang menempel pada buku-buku, rak maupun dinding. Sungguh rapi dan bersih! Dinding-dindingnya berwarna-warni, terlukis gambar tiga dimensi dengan berbagai karakter tokoh kartun. Langit-langitnya juga dihiasi dengan berbagai prakarya buatan tangan. Saya serasa memasuki sebuah taman kanak-kanak.

Bayangan saya tentang perpsutakaan anak yang pengap, bau, kotor dan suram sirna sudah! Iya lho dulu zaman SD, perpustakaan di sekolah adalah tempat kedua yang paling malas dan ogah saya kunjungi setelah kamar mandi 🙁

Di sisi kanan sebelah pintu masuk terdapat ruang menonton. Saat saya ke sana kebetulan sedang ada kunjungan dari sebuah TK di Malang, anak-anaknya sedang menonton tontonan edukatif. Kalau nggak salah nonton sebuah dongeng rakyat. Akmal yang baru saja lepas dari gendongan saya segera saja ikut nimbrung dengan anak-anak tersebut.

Setelah bosan dengan tontonan tersebut, saya ajak Akmal ke ruang bermain. Seru deh di ruang baca ini juga tersedia ruang khusus buat balita, semacam playground gitu.

Ruangannya nggak terlalu besar, tapi cukup buat menyalurkan energi anak-anak kinestetik macam Akmal, yang duduk sebentar saja sudah gatal mau ke sana ke mari. Sebab di dalam ruang bermain ini ada fasilitas ayunan, perosotan, jungkat-jungkit mini dan kuda-kudaan. Ada juga mainan yang melatih motorik halus seperti balok, puzzle, boneka tangan serta beberapa mainan motorik lain yang saya nggak tahu namanya hehe.

Koleksi bukunya pun beragam. Nggak monoton sebatas majalah anak atau buku pelajaran sekolah. Terbagi beberapa rak yang ditata sesuai dengan kategori. Misalnya, kategori fiksi anak, buku referensi sains, buku agama untuk anak-anak, kesenian dan rekreasi, pendidikan moral kewarganegaraan dan masih banyak beberapa kategori lain. Saya menemui beberapa bacaan semasa saya kecil, seperti majalah Bobo, karya-karyanya Enid Blyton, Roald Dahl, detektif Conan, dan masih banyak lagi. Waaah, ke sini berasa nostalgia!

dilengkapi fasilitas bermain buat balita

Akmal saya pilihkan board book yang bergambar kumpulan dinosaurus dan majalah Bobo. Tunjuk gambar sana sini dan teriak-teriak heboh waktu buka halaman bagian hewan-hewan. Sesekali sok serius membolak-balik halaman padahal ngerti isinya apa juga enggak haha.

Dia seneng banget di ruang baca ini, ditambah pas ke sana kemarin ada banyak teman-temannya yang memeriahkan seluruh ruangan. Anak-anak itu tampak antusias sekali! Ada yang sahut-sahutan cerita sama teman sebelahnya, ada yang narik-narik baju gurunya untuk diambilkan buku kesukaannya, ada juga yang rebutan buku lantaran masing-masing anak pengen baca buku yang sama dan Akmal termasuk di dalamnya! Haha jadinya heboh deh perpustakaannya.

(sok) serius

Nggak hanya buku anak-anak, ada pula koleksi buku bayi dan balita. Saya menemukan buku bayi yang saat ini lagi ngehits di kalangan buibu se-media sosial, yakni buku “Halo Balita!”. Buku yang harganya ngalah-ngalahi harga tas bundanya hehe. Lumayan deh saya nggak jadi beli, baca aja di sini. Sebab mengajak anak ke perpustakaan sesungguhnya adalah cara lain untuk berhemat belanja buku anak hahaha.

Hanya satu sih yang disayangkan, buku-bukunya nggak boleh dipinjam dan dibawa pulang 🙁 Jadi harus dibaca di sini. Mungkin karena buku anak-anak mahal kali ya atau ada alasan yang lain saya juga nggak tahu, lupa nanya hehe. Kalau ke sini lebih enak pas weekdays karena pengunjung di akhir pekan meningkat jadi lebih ramai. Kalau sepi kan bacanya jadi lebih tenang.

anak-anak TK yang sedang berkunjung sibuk sendiri-sendiri.

Ini adalah kali pertama mengajak Akmal ke perpustakaan. Sejak bayi memang sudah mengenalkan buku ke dia. Harapannya kelak dia mencintai baca buku seperti pak Habiebie atau Bung Hatta. Muluk sekali ya haha. Tapi namanya mimpi nggak apa kan tinggi-tinggi, asal disertai dengan aksi.

Maka dari itu saya membiasakannya baca buku sejak dini. Mau tidur baca buku, sambil makan saya usahakan kasih buku daripada tontonan Youtube, bangun tidur kadang-kadang dia minta dibukakan buku. Mengajaknya ke perpustakaan adalah salah satu cara lain agar suasana membacanya variatif, biar dia nggak bosan aja sih.

So far alhamdulillah anaknya senang dan anteng diajak ke sini. Sebelumnya sudah saya briefing dulu di rumah. Saya bilang “nanti kita ke perpustakaan ya. Asyik deh tempatnya banyak buku bergambar, macam-macam bukunya. Ada tempat bermain. Nanti di sana ketemu teman-teman! Kamu di sana bakalan happy!”. 

minta tolong ya, Nak ini perrpustakaan bukan warung kopi! haha. Mohon jangan ditiru hehe.

Bahkan Akmal sempat tidur lho di sini kurang lebih ada lah satu jam. Haha. Kecapean main dan baca buku bikin Akmal tepar XD. Perpustakaan umum Malang ini rasanya bakalan jadi salah satu list destinasi “wisata” murah meriah yang akan sering dikunjungi, mengingat ruang baca anaknya sungguh kids friendly. 

Kalau buibu pernahkah mengajak anak-anak ke perpustakaan? Di kotamu ada ruang baca anak juga nggak? Cerita dong!

 

*Tambahan Info

Jam Buka Layanan Perpustakaan Umum kota Malang:

  • Senin – Jumat : 08.00 – 20.00 WIB
  • Sabtu – Minggu : 09.00 – 20.00 WIB
  • Libur Nasional : Tutup

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here