Inspirasiku

Berawal Dari Iseng, Jadi Bisnis Menguntungkan

Salah satu elemen interior yang paling dibutuhkan adalah bantal. Selain sebagai penyangga pelepas penat, produk satu ini juga dapat mempercantik ruang tamu, kamar atau bahkan kantor. Apalagi, jika bantal tersebut memiliki motif dan warna yang unik. Melihat hal tersebut, Aini Hanifa menangkap peluang menjadikannya sebuah bisnis bantal unik.

Talky Pillow adalah brand bantal unik milik perempuan yang biasa disapa Aini tersebut. Bisnis yang bermula dari ketidaksengajaan  itu malah mendatangkan rezeki tidak hanya bagi diri Aini tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Aini mengaku, pembuatan produk bantal miliknya berawal saat dirinya masih berada di bangku kuliah. Saat itu dirinya mendapat tugas untuk memproduksi sebuah elemen interior yang kemudian harus dijual dan dipasarkan sendiri.

“Berhubung masih mahasiswa, kantong pas-pasan saya waktu itu nggak mampu kalau harus produksi furniture seperti teman-teman yang lain. Tapi saya ingat saya bisa menjahit jadi saya pikir elemen interior yang bisa dibuat dengan tangan sendiri ya bantal, produksi murah tapi menjual,” ungkapnya. Dia mengungkapkan, hanya membutuhkan modal sebesar dua ratus ribu rupiah saat pertama kali memulai projectnya.

Perempuan kelahiran Perancis, 27 Juli  tersebut mengaku pada awalnya tidak berniat untuk menyeriusi bisnis bantal buatannya. Namun, rupanya pesanan dari berbagai arah berdatangan. “Ternyata teman-teman saya pada suka sama desainnya. Mereka pun banyak yang pesan dan minta dibuatkan sesuai keinginan mereka,” tutur Aini. Hal itulah yang mengubah pikiran Aini untuk melanjutkan dan mengambangkan usahanya tersebut.

Lulusan Jurusan Desain Interior, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya tersebut semakin melebarkan sayap atas usaha bantal uniknya. Tidak hanya dari kalangan teman-teman sekitarnya, tetapi bisnis yang kini telah berjalan selama empat tahun itu sudah merambah hingga pasar internasional. Dia mengungkapkan, telah bekerja sama dengan beberapa mall di Singapura dan Korea. Selain itu, telah memiliki pelanggan tetap dari Sabang hingga Merauke.

Keunikan dari produk milik Aini ada pada desainnya. Para pelanggan dapat meminta desain secara custom dengan kata-kata maupun gambar ilustrasi wajah yang dapat di pesan secara satuan. Dia pun menjahit produknya sendiri. Kini, Aini telah memiliki beberapa pegawai. Anak ke dua dari tiga bersaudara itu mengatakan, usaha yang dia jalani untuk menciptakan lapangan pekerjaan karena cukup prihatin dengan tingginya jumlah sarjana yang menjadi pengangguran. “Selain itu supaya apabila nanti sudah berkeluarga saya bisa punya banyak waktu untuk mengurus keluarga, karena tidak perlu bekerja kantoran,” tegasnya.

Selain berbisnis, rupanya Aini juga doyan travelling. Dia mengaku hobi jalan-jalan baik sendiri maupun mengajak teman. Tapi siapa sangka, hobinya tersebut justru lagi-lagi mendatangkan rezeki. “Dulunya sekedar hobi saja yang nggak sengaja kini menjadi profesi sampingan yakni travel blogger dan fotografer. Siapa sih yang nggak bahagia kalau dibayar untuk melakukan sesuatu yang disukai?” cetusnya. Dari pengalamannya, Aini selalu meyakinkan teman-temannya untuk selalu melakukan apa yang mereka suka dengan sungguh-sungguh. “Karena menurut saya hidup tanpa passion itu hanya sekedar aktivitas pemenuhan kebutuhan minimal,” tegasnya.

Sibuk sebagai pengusaha muda tidak lantas melupakan Aini sebagai seorang muslimah sejati. Menurutnya, seorang muslimah sah-sah saja menjalani karir atau profesi yang dia tekuni. Asal, tetap menyadari kodrat wanita sebagai ibu dan istri. “Saya sadar penuh bahwa kodrat wanita muslim yang baik jika sudah menikah nanti adalah melayani keluarga. Tapi, tetap perlu bagi wanita untuk menjadi mandiri, berpendidikan tinggi, dan terus berkarya,” tuturnya.

Kesuksesannya menjalani bisnis diungkapkan Aini tidak lepas dari peran orangtua. Tetapi, Aini selalu meyakinkan dirinya dan melakukan keinginan kuat untuk mengubah keadaan yang tidak nyaman menjadi lebih baik. “Tentu diperlukan disiplin dari dalam diri untuk menyelesaikan langkah-langkah kecil setiap harinya untuk menuju tujuan yang besar” katanya.

Baginya kunci kesuksesan dalam berbisnis sejak muda adalah kemauan yang kuat dan jangan mudah menyerah. “Intinya, segera dimulai aja. Start small, with all your heart and what you have. Ikuti prinsip learning by doing dan yang penting konsisten aja,” tuturnya.

3 Comments

  1. JoO

    Kalo mau berusaha, apa aja emang bisa datengin berkah n rizki.
    Jadi ingat temen yang juga masih kuliah tapi sukses bisnis bantal dan asesoris dari kain perca.
    Great inspiration.

  2. Sangat menginspirasi

Leave a Reply

Required fields are marked*