Saya termasuk yang tipe mikir-mikir dan selektif kalau pengen beli buku anak. Ditimbang-timbang dulu mulai dari judulnya, isi ceritanya, bisa buat usia berapa sampai berapa, hingga siapa penulisnya. Soalnya buku anak-anak kan mahal-mahal buk! Udah mahal kadang-kadang nggak semua buku bisa dibaca hingga anak agak besar. Jadi ya cuman buat pas bayi doang.

Waktu hamil saya udah kepo buku bayi melalui media sosial, Instagram misalnya. Banyak banget seliweran buku bayi yang harganya, menurut saya, selangit. Sampai jutaan lho.

Memang sih ada beberapa penjual yang membuat sistem arisan untuk membeli buku di mereka, tapi kalau dihitung dengan menyesuaikan budget keluarga tetap aja menurut saya mahaaal. Sebulan arisannya dibanderol mulai dari Rp 250.000 – Rp 400.000.

Sejak Akmal lahir pun saya beli buku nggak langsung yang se-rak buku gitu. Toh, anaknya belum bisa lihat gambar secara sempurna (kala ituuu). Buku pertama Akmal yang jenisnya buku bantal. Karena ngeri disobek dan diemut-emut, jenis buku bantal berbahan kain ini sungguh aman buat bayi. Harganya pun lumayan terjangkau, per buku cuman Rp 25-40 ribu.

Waktu Akmal 6 bulan. Bukunya masih yang jenis board book, touch book, dan lebih banyak gambar.

Lagipula si Akmal kalau udah suka sama gambar di salah satu buku, ya itu mulu yang minta dibacain. Jadi mikir “ohh kayaknya belum perlu dibeliin buku yang macam-macam, yang harganya selangit itu. Hehe”. 

Nah, makanya waktu kemarin ada sale gede-gedean di Big Bad Wolf (BBW) yang diadakan di Jatim Expo Surabaya, saya nggak buru-buru langsung datang pas hari pertama pameran buka.

Saya pantau dulu lewat Instagramnya BBW seperti apa suasananya, apa aja buku yang dijual, seberapa sih budget yang perlu dipersiapkan, dan sebagainya. Perhitungan banget ya? Hehehe. Sejak punya anak semua kudu direncanakan, kalau enggak ya bisa buyar

Banyak banget yang buka jasa titip di medsos. Terutama sih Instagram. Diskon yang gila-gilaan di BBW hingga 80% membuat animo masyarakat beli buku lumayan tinggi. Terutama buku anak-anak ya.

Di timeline medsos saya banyak berseliweran buku anak-anak yang macam-macam gambar dan bentuknya. Ada yang bentuknya board book, sound book, busy book, sampai buku yang bisa dilipat gitu. Duuuh, melihat itu rasanya jadi pengen dibeli semua. Buku anak-anak tu gemas banget ya!

macam-macam buku anak-anak di BBW

Apalagi saat hari keempat (akhirnya) saya memutuskan untuk datang ke BBW Surabaya. Sesampai di sana eh kok malah bingung. Karena banyaaaak bangeett buku anak-anaknya!

Hampir separuh ruangan itu dipenuhi sama buku anak-anak. Pas nanya petugasnya oh ternyata memang tahun ini porsi buku anak-anak lebih banyak dibanding jenis buku yang lain. Hampir 80 persennya dikuasai buku anak-anak. Sisanya ada buku biografi, novel sastra, komik, buku desain dan interior, resep masakan, buku tentang fotografi dan self-help.

Supaya nggak kalap saat ke BBW, kita memang perlu merencanakan jauh-jauh hari. Biar nggak bingung kayak saya pas datang langsung ke TKP. Kalau kata orang bijak sih, “Gagal Merencanakan, Berarti Merencanakan Kegagalan”. Waduh persoalan beli buku aja banyak maunya ya buuuk 😅

Baiklah, kalau menurut saya, yang pengen ke BBW (tahun depan kalau ada lagi) perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut :

1. Sediakan Budget Khusus

Setiap kebutuhan memang perlu dan harus ada pos khusus. Kalau enggak pengeluaran bisa bengkak buuk 😭

Termasuk kalau mau beli buku di BBW, meskipun diskon hingga 80 persen. Tetep harus ada pos khusus. Kalau perlu disisihkan jauh-jauh hari. Setiap keluarga tentu beda-beda kebutuhannya. Mau beli buku berapa lusin? Tujuannya buat apa? Buku yang kayak gimana? Rencanakan! Kalau enggak tangan ini akan menggapai dan membawa pulang semua buku gemas itu :/

2. Buat List Jenis Buku Yang Mau Dibeli

Sebelumnya saya udah bilang, di BBW ini jenis bukunya beragam. Kalau buku anak-anak sendiri mulai dari sound book, board book, activity book, flip book, dan beberapa buku dongeng yang gambar-gambarnya super lucu dan atraktif. Kalau nggak direncanakan ya jelas lah mau dibawa pulang semua haha.

Saya pilih dan beli yang sesuai kebutuhan aja (menurut versi saya lho ya). Misalnya, kayak board book yang mengenalkan gambar-gambar hewan, warna, angka dan huruf.

Lalu saya pilih buku referensi hewan-hewan macam National Geographic tapi yang versi tebal gitu. Buku tersebut saya pilih karena Akmal suka banget lihat hewan-hewan. Jenis kertasnya tebal dan mayoritas bergambar serta minim tulisan tapi real pict. Milih buku ini mikirnya sih agar bisa dipakai Akmal, minimal sampai SD haha. Jadi ke depan kalau mau beli buku bisa beli yang jenis lain.

Lainnya saya cuman beli buku-buku bahasa Indonesia terbitan Mizan yang mengisahkan tentang sahabat-sahabat Rasul. Namun, karena buku anak yang Islami sedikit (yaiyalah kan pameran buku impor buuk!) jadi saya nggak banyak ambil.

Kalau buku-buku impor anak yang berbau dongeng saya nggak seberapa tertarik. Karena saya kembali ke value yang ingin saya berikan ke Akmal soal konten bacaan dia. Saya lebih memilih mengenalkan kisah-kisah Nabi&Rasul, sahabat-sahabatnya, kisah hikmah Islami serta buku-buku yang mengusung nilai-nilai Islam. Untuk sementara di usia dia sekarang rasanya kisah-kisah itu perlu dikuatkan dahulu, sebelum cerita yang lain (kalau saya lho ini).

3. Jangan Minder dengan Belanjaan Tetangga

Di BBW itu yang belanja berkoper-koper bahkan sampai bawa trolley tuh banyak! Barangkali dijual lagi.

Kadang-kadang kalau lihat mereka yang bawa sekarung buku gitu jadi pengen ikutan nambah beli buku haha. JANGAN TERGODA! Ya kecuali kalau budget masih ada, tapi kalau belanjaan udah melebihi rencana keuangan beli buku ya lebih baik langsung ke kasir, pulang. Haha.

Kudu pasang kacamata kuda sih meski belanjaan buku kita ((kitaaaa, aku aja kaliii haha)) yang cuman sekresek. Nggak apa kan yang penting bagaimana buku yang kita beli itu bisa bermanfaat dan memberi pengaruh yang kuat pada diri. Assek.

4. Teliti Sebelum Membeli di Jastip

Kadang-kadang ada yang domisili di luar kota, jauh dari jangkauan tempat BBW berlangsung lebih memilih jasa titip alias jastip buku. Nah, yang buka jastip nih yang biasanya belanja sampai berkarung-karung.

Tentu saja transakasi jual belinya lewat online. Kalau bisa cek dan teliti dulu buku yang mau dibeli di jastip, mulai dari kondisinya, harganya, konten bukunya seperti apa, kira-kira worth it nggak harga segitu dengan jenis buku begitu. Kalau enggak ya jangan maksa beli daripada nyesel hehe.

5. Bawa Uang Tunai

Kalau saya memang dasarnya lebih suka pakai uang tunai. Males pakai credit card karena akan berujung pada penyesalan. Haha, hayooo ngaku nih yang suka belanja nggak kekontrol pakai credit card. 

Sebenernya sih memang lebih praktis pake kartu kredit atau debit, tapi takut nggak kekontrol (saya sih ini haha). Makanya kalau pakai duit cash yang ada di dompet kan kelihatan dan ketahuan gitu habisnya belanja berapa.

Yang paling penting belanja di BBW itu bukan buat gaya-gayaan, tapi bagaimana buku yang kita beli itu DIBACA dan bermanfaat.

Jadi, apa kabar buku-buku yang dibeli di BBW, masih nganggur nih di rak buku 🙁

Kalau kamu gimana? Sudah pernah ke BBW belum? Beli buku apa saja nih? Share dong!

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here