Terlahir nggak sempurna tentu bukan keinginan semua orang. Tapi terkadang takdir berkata lain. Kita nggak bisa meminta Tuhan untuk menjadikan diri kita sesuai dengan yang kita inginkan. Iya kan?

Namun, ada beberapa orang yang terlahir nggak sempurna tadi berusaha untuk terus bangkit. Tidak menyerah pada keadaan dan berlarut dalam kesedihan adalah hal yang mereka coba hindari. Seperti para penyandang tunarungu yang tergabung dalam Komunitas Akar Tuli Malang ini.

Beberapa waktu lalu saya sempat ngobrol dengan salah seorang anggotanya. Mereka sangat mengisnpirasi saya. Nah, berikut hasil petikan wawancara saya dengan salah seorang wakil ketua Akar Tuli Malang, Yoga Dirgantara.

1. Apa sih Akar Tuli Malang itu?

Akar Tuli sendiri merupakan kepanjangan dari Aksi Arek Tuli Malang. Komunitas ini awalnya dibentuk oleh seorang mahasiswa penyandang tunarungu bernama Fikri Muhandis, alumni Universitas Brawijaya. Dia menyadari masih adanya perlakuan yang berbeda kepada teman-teman sesama tunarungu.

Mereka menganggap pemuda tuli tidak bisa apa-apa. Padahal, kendala hanya ada pada masalah komunikasi. Sebab, sebagian besar masyarakat belum mengenal dan mengetahui bahasa isyarat.

2.  Kapan mulai terbentuk komunitas Akar Tuli?

Tepat pada Sepetember 2013 komunitas Akar Tuli Malang terbentuk. Fikri, sang founder menggandeng teman-teman dan mengumpulkan sesama mereka untuk membentuk komunitas.

3. Siapa saja yang boleh gabung?

Dari berbagai latar belakang. Mulai dari pelajar, mahasiswa, guru bahkan masyarakat biasa juga turut serta dalam komunitas tersebut. Semua boleh bergabung dalam komunitas ini. Termasuk masyarakat dengar. Biasanya mereka menjadi volunteer kami untuk menerjemahkan bahasa isyarat.

4. Apa saja kegiatan komunitas Akar Tuli?

Kami memberikan pelatihan bahasa isyarat bagi penyandang tuli dan juga volunteer. Sehingga, memudahkan dalam berkomunikasi. Relawan yang bergabung dalam komunitas Akar Tuli juga saling membantu penyandang tuli dalam hal menulis bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sebab, masih ada beberapa yang menulis dengan terbolak-balik. Jadi kita saling bantu, sehingga seimbang.

Selain itu, kami juga sering mengadakan perform art. Misalnya, dengan menggelar pentas teater atau aksi di hadapan publik. Kegiatan itu berlangsung saat akhir pekan di car free day (CFD).

Di komunitas ini penyandang tunarungu juga bisa mengembangkan kemampuan atau bakat mereka. Salah satunya saat peringatan hari tuli sedunia pada 29 September lalu. Kami melakukan aksi mengingatkan masyarakat dan pemerintah bahwa penyandang tunarungu memiliki hak yang sama.

5. Wah seru ya! Lalu, apa sih tantangannya?

Banyak sih. Ada beberapa orangtua yang masih merasa malu jika memiliki anak tunarungu. Ada juga yang malah menyembunyikan anak mereka dari publik yang membuat semakin tidak percaya diri. Sedih sih sebenernya.

6. Lalu gimana dong menyikapinya?

Ya kita terus mengampanyekan soal keberadaan tunarungu.  kami terus mengingatkan kepada masyarakat awam untuk tidak meremehkan mereka yang tuli. Harusnya kita saling bantu. Saling komunikasi.

7. Saat ini sudah berapa anggota yang bergabung?

Saat ini tercatat sudah ada 60 anggota aktif yang bergabung dalam komunitas Akar Tuli Malang. Mulai dari usia muda hingga tua.

 

Wah, gimana bloggers? Keren kan komunitas ini. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk terus berkarya, meski kita memiliki kekurangan. Mereka aja bisa, masa yang diberi kesempurnaan sama Tuhan menyerah dan gampang galau? Yuk, semangat!

Oya bagi yang mau bergabung dengan Akar Tuli Malang, komunitas ini selain aktif di ranah offline juga aktif di media sosial. Mereka dapat dihubungi melalui Facebook : Akar Tuli Malang atau twitter di @akartuli.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here